
Malam itu hanya ditemani dengan Tay.Xian berbincang bincang hangat dengan Tay.Xiuwa yang posisi pikirannya kacau.Dia hanya mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga tidak melihat Xian.
Xian juga tidak melihat mobil xiuwa yang melaju tepat di depannya barusan.Dia hanya fokus pada perbincangannya dengan Tay.
"Xian apakah kamu yakin disini??ini bukankah kantor besar pengusaha ternama itu ya...."ucap Tay sambil memikirkan kantor megah yang berdiri di depannya.
"Apa?ini kantor pacarku.... terimakasih sudah mau menemani aku kesini"kata Xian.
"Tidak apa apa.... kalau begitu aku pulang...."balas Tay sambil melambaikan tangan dan pergi.
"Dah...."
"Dah...."
"(Aku sepertinya tahu pemilik kantor itu....tapi siapa ya....)"pikir Tay sepanjang jalan.
Xian memasuki kantor xiuwa.Sesampainya disana Xian hanya merasakan hawa dingin dan sepi tidak ada orang sama sekali.Dia melihat sekeliling dengan ekspresi wajah kebingungan.Dia berjalan kesana kemari tetap tidak menemukan xiuwa.
Xiuwa yang sudah sampai di rumah dia melihat Xian sudah tidak ada di rumah.Xiuwa mulai mencari ke sekeliling rumah hasilnya tidak menemukan Xian.Xiuwa duduk bersandar di dinding dan terdiam sambil menggaruk kepalanya.
"Xian ....kamu tidak mempercayai aku???aku tidak akan menjualmu sayang...."gumam Xiuwa sambil menatap langit langit.
Xian tidak bisa menemukan xiuwa.Xian duduk tepat di depan pintu kantor xiuwa sambil menunggu xiuwa keluar dari kantornya.
Hari berganti.Hari kembali ke pagi yang cerah.Xian tertidur pulas di depan pintu kantor.Asisten xiuwa yang bernama Joy menemukan Xian tidur tergeletak di depan pintu.Joy segera menelpon karena takut akan diamarahi bossnya.
Drzttttt.....Drztttt
Telfon Xiuwa berdering beberapa kali.Xiuwa tiba-tiba terbangun dan mengangkat teleponnya.
"Halo...."kata xiuwa sambil mengangkat teleponnya
"Tuan....didepan kantor kita ada seorang gelandangan bisakah anda membantuku sepertinya jika aku sendiri aku takut...."
"Hummm...baik aku akan segera kesana...."kata xiuwa sambil mematikan teleponnya.
"Bagaimana bisa gelandangan ada di depan kantor"gumam Xiuwa.
Xiuwa langsung bersiap siap untuk berangkat ke kantor.Seperti biasanya xiuwa berangkat dengan mobilnya.
Setelah xiuwa sampai di kantor dia melihat para karyawan kantor yang berkerumun mengamati gelandangan itu.Xiuwa terkejut setelah melihat gelandangan itu.
"Xian... bagaimana kamu disini"kata xiuwa sambil memeluk erat tubuh Xian.
"Ka..ka..kamu tidak pulang kupikir kamu dikantor...jadi aku menunggumu di sini..."ucap Xian.
"Tubuhmu panas.... Xian apakah kamu tidak butuh air..."kata xiuwa sambil memelankan suaranya.
"Aku tidak apa apa....aku hanya dingin.... Xiuwa akhirnya kamu keluar...aku senang"ucap Xian dengan lemah.
"Xian...hei ... Xian"
Xian pingsan dipangkuan xiuwa.Tubuhnya sangat lemah dan panas karena semalaman menunggu xiuwa di luar kantor.Xiuwa dengan panik membawa Xian kembali ke rumah.
"Tu.... tunggu tuan hari ini anda harus menghadiri meeting"ucap Joy.
"Urus semua dan batalkan meeting pagi ini"kata xiuwa tergesa gesa.
"Xian aku minta maaf....kalau aku sudah membuat dirimu menunggu...aku yang bodoh dan berpikiran kamu akan kabur"gumam Xiuwa sambil memegang erat tangan Xian.
---------------------------
"Bagaimana aku bisa disini?"
"Xian...kamu sudah baikan???...."
"Xiuwa....Ughh..apa ini sudah pagi.... bagaimana aku ada dirumah seingatku aku pergi ke kantormu...."
"Bodoh... sudah kubilang kamu harus berdiam diri di rumah"kata xiuwa sambil memeluk erat.
"Xiuwa jantungmu berdegup kencang
__ADS_1
..."kata Xian.
"Kamu khawatir dengan aku??"
"Xian kedepannya hubungi aku okey....jika kamu mau pergi hubungi aku"kata xiuwa dengan lembut.
"Umh"jawab Xian sambil mengangguk.
"Sebaiknya kamu makan....kamu terkena demam tinggi kemarin....aku sangat khawatir"
"Tidak perlu khawatir...aku baik baik saja saja"kata Xian sambil menghelus kepala xiuwa.
"Bagaimana bisa aku tidak mengkhawatirkan dirimu...."kata xiuwa sambil memegang erat tangan Xian.
"Xiuwa terimakasih atas bantuannya...aku menyayangimu"kata Xian.
Cup...
"Ini balasan ucapan terimakasihku kamu suka??"
"Haha Xian jangan bercanda....ini lebih dari membuat aku suka...aku senang sekali"kata xiuwa sambil meremas pipi Xian.
"Umh... bisakah kamu tidak melukai wajahku??"kata Xian sambil memohon kepada xiuwa.
Xian dan xiuwa tertawa bersama.Suasana dipenuhi dengan rasa kegembiraan yang mendalam.
"Baiklah kamu berdiam diri di sini aku akan menyuruh seseorang untuk kemari menemani dirimu"
"Siapa??"tanya Xian.
"Sahabatku..."balas xiuwa singkat
Xiuwa menelpon Chenzu.Chenzu mengangkat teleponnya tanpa berpikir panjang.
"Halooo"jawab chenzu.
"Apakah kamu bisa membantuku??"ucap xiuwa.
"Apa?"
"Hah??aku sibuk"
"Ang chenzu!!!!aku tau kamu tidak sibuk aku tau semua jadwalmu....jangan coba coba berbohong padaku"ucap xiuwa dengan tegas.
"Ehhh..."kata chenzu sambil terkejut melihat ke kanan dan kiri.
"Haishh kau mengirimkan mata mata disini??aghh baiklah aku akan datang ke rumahmu"kata chenzu sambil menutup teleponnya.
"(Sepertinya sudah selesai.....aku tinggal memikirkan cara untuk membatalkan perjodohan itu... tapi bagaimana caranya...dia terus saja mengancamku)"pikir xiuwa.
"Xiuwa...."ucap Xian sambil menghampiri xiuwa.
"Kenapa kamu tidak kembali tidur di kasur...."
"Kamu sedari tadi melamun tidak mendengarkan aku... bagaimana aku tidak datang menghampirimu... xiuwa aku lapar... bisakah kamu belikan aku hotpot...aku dengar itu sangat enak...aku ingin mencobanya"ucap Xian.
"Kamu mau hotpot?? kenapa tidak bilang dari tadi..."ucap xiuwa sambil tersenyum.
"Kau sibuk menelepon seseorang jadi aku menunggumu"
"(Kenapa kamu harus menungguku....aku tidak tahu akan menghampiri orang yang menungguku atau tidak)"pikir xiuwa.
"Tuh kan kamu melamun seperti itu.... xiuwa apa ada yang kamu pikirkan??"tanya Xian.
"Tidak ada..."
Tok...tok...
"Xiuwa ada tamu...."
"Sepertinya dia sudah datang...."kata xiuwa.
__ADS_1
"Xiuwa...kau akan membiarkan kakiku patah ya berdiri disini seharian"teriak chenzu dari luar rumah xiuwa.
Xiuwa membuka pintu rumahnya.
"Yoww....masuk"
"Bertingkah sopan sedikit....dimana seseorang yang kamu maksud"
"Dia... kata xiuwa sambil menunjuk ke arah Xian.Xian hanya celingukan sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.
"Aku??ada apa denganku??"tanya Xian.
"Dia akan menemanimu disini...dia sahabatku namanya Ang chenzu..."balas xiuwa.
"Ini orangnya dia sungguh lucu..."kata chenzu sambil menusuk nusuk pipi Xian.
"Heiii...dimana kamu meletakkan tanganmu"
"Jangan jangan ini kekasihmu ya.... xiuwa kamu memang pintar mencarinya..."kekeh chenzu.
"Aku akan menamparmu jika kamu menakutinya"ucap xiuwa sambil melototi chenzu.
"Ahahaha bodoh... bagaimana aku menakutinya... wajahku juga cantik sepertinya..."
"...."
"Huweppp....aku rasanya ingin menyuapimu dengan sampah"ucap xiuwa.
"Cukup xiuwa kamu boleh pergi sekarang.... jangan lupa makan dulu sebelum bekerja...atau aku yang akan memasakkan untukmu dan kamu menunggu di sini"
"Eh....tidak perlu"kata xiuwa.
"Baiklah aku berangkat kerja....dan kau chenzu jika dia lecet sedikit saja aku akan menenggelamkan dirimu dikubangan makanan babi"ucap xiuwa.
"Xiuwa kamu sungguh kejam...!!" sentak chenzu
"Jaga dia dari kak zinwen dan Ruo renxu"bisik xiuwa ke chenzu.
"Umh... tenang aku akan mengatasinya"ucap chenzu dengan percaya diri.
"Aku percayakan padamu"kata xiuwa sambil pergi.
Xiuwa kembali ke kantornya lagi.Xian hanya melamun menatap kearah chenzu yang dari tadi memperhatikan Xian dengan tajam.
"Hahaha...aku bukan seorang pembunuh aku psikiater.... percayalah..."kekeh chenzu.
"Tidak...aku hanya berpikir bagaimana xiuwa bisa memiliki teman teman yang luar biasa"kata Xian sambil menundukkan kepalanya.
"Umhh...tuan chenzu... apakah kamu mau mencoba masakanku???"
"Apakah kamu mau memasak??"tanya chenzu.
"Umhh.... tidak ada kegiatan lain yang harus aku kerjakan.... bukankah kita harus mengerjakan hal hal yang bermanfaat?"tanya Xian.
"Yha"balas chenzu.
"(Hanya saja kamu terlalu lugu dan polos....menurutku??apa hanya ilusi??)"lanjut pikir chenzu.
Xian merapikan dapur dirumah xiuwa.Chenzu yang hanya mengamati Xian mencoba mengajak bincang bincang dengan Xian.
"Aku tidak mengerti kenapa xiuwa mencintai seseorang pria seperti dirimu.... xiuwa adalah orang yang teguh dalam pendiriannya...dia orang yang sangat keras kepala tapi dia baik"kata chenzu sambil memulai perbincangannya.
"Pada awalnya aku juga mengira hal yang sama..."balas Xian sambil memotong sayurannya.
"Xian...aku ingin bertanya padamu... bagaimana rasanya malam pertama dengan xiuwa?...kamu pasti sudah melakukannya bukan dengan xiuwa"ucap chenzu sambil menahan tawanya.
"Ehhh.... sangat menyakitkan....dia tidak memberikan aku untuk berhenti sebentar...dia terlalu menyiksaku"kata Xian sambil menggaruk kepalanya.
"(Pftt...haaa xiuwa aku tahu kelemahan dirimu)"batin chenzu terkekeh.
"Kenapa kamu senyam senyum sendiri....?? xiuwa memang sangat baik dia juga tampan"ucap Xian
__ADS_1
"Hei masih tampan aku"segal chenzu sambil menepuk pundak Xian.
...****************...