
Sebuah musik terdengar sangat jelas.Xiuwa hanya tersenyum sambil memainkan kartunya dan memenangkan beberapa streak.
"B.I.N.G.G.O."kata xiuwa sambil mengambil uang taruhannya dan meminum wine.
Wajah Xiuwa memerah akibat alkohol yang terlalu banyak dia minum.Dari pintu bar Vyu melihat Xiuwa yang sedang mabuk mabukan sambil berjudi.
"Hahaha....daya tahan mu kuat juga ya anak muda....aku akan memberikan wanita ini sebagai hadiah malam natalmu yang indah...."ucap orang yang ada didepan Xiuwa.
Wanita itu hanya tertawa kecil sambil menyentuh dada Xiuwa.
"Aku jarang sekali mendapatkan pria yang sangat tampan di klub ini"bisik wanita itu sambil duduk dipangkuan xiuwa dan menghadap ke Xiuwa.
Wanita itu mulai mengerakkan pinggulnya sambil mencium dada Xiuwa.
"Hahaha... tidak seahli istriku....."ucap xiuwa sambil mencium balik wanita itu.
Seketika tendangan keras mendendang kepala xiuwa.
Bughh
"Brengsek!!!!"
Semua yang ada di dalam bar itu terkejut termasuk orang yang berjudi dengan Xiuwa.
"Nona vyu anda bukankah sudah kalah beberapa kali di sini.... kenapa anda kem...."
"Tidak usah ikut campur ya hei kepala botak!!!!ini adalah urusanku dengan pria ini... tidak ada sangkut pautnya dengan judi"kata Vyu.
"Kau!!!! lepaskan tangan kotormu dasar ******!!!!"sentak Vyu ke wanita itu.
Wanita itu kemudian pergi karena ketakutan.
"Tuan Zu sekarang ayo ikut aku!!!!"sentak Vyu.
Angin diluar berhembus kencang.Di perapian belakang bar terasa sangat hangat.
"Ini pertama kalinya aku melihatmu berjudi dan bermain dengan kucing malam"ucap Vyu sambil menghembuskan asap rokok.
"Kau....kau tidak tahu..."
"Brengsek.... sudah satu tahun aku tidak melihat Xian apa yang sebenarnya terjadi....aku selalu mencarinya bahkan bertamu ke rumahmu berkali kali tapi tidak pernah satu jawaban keluar.... sekarang apa?kamu ingin mengatakan bahwa Xian dan kamu berpisah?!!"tanya Vyu dengan nada tinggi.
Xiuwa hanya membatu.
"Aku sudah menebak apa yang akan terjadi....."kata Vyu.
Xiuwa hanya meringkuk menatap api yang membara.
"Huhhh.....aku pikir aku sudah gila.....bisa saja karena kegilaan ini aku bisa mati...."kata Xiuwa.
"Apa kau menyerah?"tanya Vyu dengan senyum sinisnya.
"..."
"Yha.... Xiuwa aku akan berjuang sendiri untuk ini jika itu tidak seperti bayanganmu....maka berhentilah berharap jika aku akan menyerah"balas Vyu sambil membuang rokok dan menginjaknya.Vyu pun meninggalkan xiuwa sendiri dengan wajah datar.
"Apakah aku kembali menjadi bajingan?"gumam Xiuwa.
Xian langsung memandang ke arah pohon natal kemudian menggantungkan kaos kaki merah dan meminta permohonan.
"(Aku hanya ingin kebahagiaan)"cukup itu Xian kemudian bangkit dan kembali merayakan natal.
"Kakak...."
"Iya Langxu?"
"Kakak sudah setahun bersama kita disini... apakah ini pertama kali kakak merayakan natal?"tanya Langxu.
Mata Xian tidak berkedip sama sekali.
__ADS_1
"Maksud Langxu ini pertama kalinya kakak merayakannya bersama kami"seru Langxu.
"(Jika ku pikir pikir natal kemarin.... bahkan aku tidak sempat pergi untuk menghias pohon natal....aku juga tidak bisa keluar rumah dengan kondisi ku yang sedang mengandung lingyan....aku juga tidak mengerti bahasa yang digunakan orang Amerika untuk berbicara.....aku hanya menunggu Xiuwa sambil Xiuwa mengucapkan selamat natal dan memberiku hadiah....)"pikir Xian.
"Kakak?"
"Ahahaha....kakak sepertinya akan tidur lebih awal......besok kakak akan bertemu dengan costumer..."ucap Xian.
"Ya... tidak apa apa kami mengerti apa yang kamu rasakan.... yasudah kakak tampan akan tidur dulu...nah Langxu bantu mama membagikan cemilan natal ke tetangga "Ucap mamanya Langxu.
"Okee"
Seperti biasanya Xian bangun tepat di pagi hari.Hari belum menerbitkan fajar.
"Tuan.... nyonya aku pamit..."
"Hati hati Xian ini masih pagi sekali....cuaca kadang tidak bisa diprediksi.."teriak mamanya Langxu.
"Ya...."
Xian mengayuh sepedanya sambil tersenyum.
"Ughh sepertinya aku mampir makan dulu....waktu pemberangkatan kereta api masih lama....aku sarapan dulu saja....."gumam Xian sembari melihat ponselnya.
Xian kemudian mampir ke kedai kopi pinggir jalan yang baru saja buka.Xian kemudian mencicipi berbagai makanan cemilan jalanan khas orang China.Sesekali Xian memandang langit langit yang masih berwarna biru kehitaman.
"Bintang bintang yang cantik...."ucap Xian.
Xian kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke stasiun kereta.
-----
Kringg...kringg...
"Ughhh.....uhmmm.... astaga alarm brengsek!!!"
Bugg...
"A...aa..aduh...aduh....aduhhhhh.... kenapa leherku sangat sakit hari ini aku tidak bergulat dengan orang bukan?"gumam Xiuwa yang masih belum sadar seutuhnya.
Xiuwa kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar kemudian bersiap siap untuk bekerja.
Xian kemudian berhenti di depan sebuah kantor perusahaan.
"Ahh....jam segini....ya untung saja saljunya tidak selebat kemarin..."gumam Xian.
Xian kemudian melihat ke ponselnya untuk mengetahui jadwal pemberangkatan kereta api.
Xiuwa kemudian keluar dari perusahaan itu bersama Joy.
"Tu...tuan Zu jika begitu jangan putus sampai sini....tu...tuan pembangunan mall square zingwa sudah berjalan di pertengahan jika kita mengehentikan kerja sama kita itu akan mengalami kerugian yang besar yang dialami perusahaan kami...."Ucap orang yang menarik tangan Xiuwa.
"Tuan Ming tapi keputusan ku sudah bulat.....anda bisa menerima konsekuensinya dari perusahaan nanti..."ucap xiuwa dengan wajah dingin.
Xiuwa kemudian tidak sengaja menoleh ke arah selatan dan melihat Xian yang sedang berdiri bermain ponsel.
"Joy.... urus tuan Ming ini..."kata xiuwa yang kemudian memaksa melepaskan pegangan tangan orang itu.
Xiuwa kemudian menghampiri Xian.
"Uhhh.... tidak akan terlambat sepertinya..."senyum manis Xian.
Tiba tiba Xiuwa mengambil ponsel Xian.Xian sentak terkejut melihat ponselnya yang hilang dari tangannya.
"E...eh!!!per....."Xian kemudian melihat wajah xiuwa yang mengambil ponselnya.
Matanya seketika muncul rasa takut.Wajahnya kembali memucat.
"Ahh sekarang kamu berpikir akan kabur menggunakan kereta api??"tanya xiuwa dengan nada mengejek.
__ADS_1
"Kembalikan ponselku!!!itu bukan urusanmu!!!!apa yang kamu lakukan?!!!"tanya Xian yang kesal.
"Pftt....ouhhh kelinci kecilku yang nakal ini.... katakan padaku dengan lembut~~"
"Xiuwa jangan bermain main dengan barang itu...kau tahu bukan privasi orang...."ucap Xian.
"Apa yang tidak harus aku ketahui tentang privasi istriku?"
"Kau jangan membuat ku marah xiuwa!!!! sekarang kembalikan!!!!"sentak Xian.
Xiuwa kemudian melempar ponsel Xian ke semak semak.
"Hahh ponselku!!!! persetan kamu xiuwa!!!"ucap Xian sambil mengejar ponselnya yang terlempar jauh.
"...."
Xiuwa hanya diam dan kemudian kembali mengejar Xian.
"Astaga dimana ya ..... Xiuwa sialan itu!!!"gumam Xian sambil mencari ponselnya.
"Berhenti tanganmu menyentuh tanah... itu sangat dingin....ayo ikut aku...aku akan membelikanmu ponsel baru"ucap xiuwa sambil tersenyum.
"Kau pikir aku bodoh!!! sudah biar aku mencarinya....kau tidak mengerti betapa pentingnya itu untukku...."kata Xian.
Xiuwa hanya tersenyum sambil melihat Xian yang membungkuk sambil mencari ponselnya.
"Jadi ponsel itu lebih penting dari pada aku?"tanya xiuwa.
"Yaa!!!puas kamu!!!"
"Baiklah aku akan membantumu mencarinya....."kata xiuwa dengan halus.
Xiuwa kemudian mulai membungkuk dan ikut mencari ponsel Xian.
"(Orang ini hanya mencari kesempatan untuk berdua denganku...)"pikir Xian.
"Karena kamu sudah repot repot membantuku.... jadi carilah ponselku hingga dapat....aku akan pergi karena ada urusan"ucap Xian yang kemudian bangkit.
Xiuwa kemudian menarik tangan Xian sehingga membuat Xian terjatuh.Tatapan mata diantara mereka berselang cukup lama.
"(Xiuwa memang orang yang sangat tampan..... tapi aku tidak boleh begitu mudah percaya pada wajah itu)"pikir Xian.
Xian kemudian mendorong xiuwa hingga xiuwa terjatuh.
"Hahh....maaf tuan waktu ku sudah habis...."kata Xian yang mulai mengabaikan Xiuwa yang sedang mencari ponselnya.
Xian berlari dan langsung mengayuh sepedanya dengan cepat.
Ekspresi Xiuwa seketika berubah menjadi dingin kembali.
Xian terus mengayuh sepedanya hingga menjauh dari Xiuwa.
"Ughh....(jika aku harus kembali kepada Xiuwa itu mungkin mustahil...)"pikir Xian.
Xian kemudian berhenti di depan parkiran stasiun kereta.Xian langsung menurunkan barang pesanan yang dia bawa.
Xian kemudian memasuki stasiun kereta dan duduk sambil menunggu keretanya datang.
Dari arah samping bel kereta berbunyi.Xian bersiap siap menunggu keretanya muncul.
Seketika kereta muncul.Orang orang mulai menuruni kereta.Tiba tiba orang bertubuh tinggi tampan dan berjas langsung menghampiri Xian.
"Tuan Yun"
"Ahh...Xian...."
"Haha.... terlihat kamu sangat cantik jika dilihat secara langsung....."ucap Yun.
"Tuan bisa saja....oh ini pesanan Syalnya....oh iya tuan Yun kenapa anda membeli syalku begitu banyak?"
__ADS_1
...****************...