Menikahi Pria Laut

Menikahi Pria Laut
Bab 66


__ADS_3

Gaxie kemudian duduk dibelakang teras rumahnya sambil meminum kopi.Xian yang habis melewati masa heatnya langsung menghampiri Gaxie.


"Tuan Xie terimakasih telah membantuku untuk yang tadi...."ucap Xian.


"Tidak perlu....aku hanya orang biasa...."


Sekilas balik tatap antara mereka terjadi sangat dingin.


"(Dia memang sangat mirip denganku)"pikir Xian.


"Ada orang yang mencarimu.....aku juga tidak tahu apa itu dan masalah tentang dirimu....aku tidak memikirkan apa apa tentang mu tapi hanya perihal satu....jika kamu omega resesif bukankah kamu sudah menjalani pernikahan dengan alphamu??"tanya Gaxie dengan tatapan sinis.


"Kamu sudah terikat dan memiliki anak..... kenapa kamu malah melarikan diri....bukankah omega yang sudah terikat tidak bisa hidup dengan alpha lain dan pergi.....itu akan menuaikan penyakit serius?"tanya Gaxie.


Mata Xian mulai berkaca-kaca


"Kalau itu tidak terjadi bukankah alphamu ada disekitarmu....lalu kenapa kamu memilih tinggal disini?"tanya Gaxie.


Angin dingin berhembusan melewati setiap inci tubuh Xian.Matanya tidak berkedip sedikitpun.


"Aku....aku hanya sementara tinggal di sini"ucap Xian.


"Aku akan pergi dari sini sekarang....."lanjut Xian.


Tanpa berpikir Xian meninggalkan Gaxie sendirian.Gaxie langsung melirik ke arah Xian dengan tatapan dingin.


"(Omega yang polos)"senyum Gaxie.


Xian langsung mengepak barang barangnya.


"(Kira kira aku disini sudah sangat lama sehingga aku melupakan sesuatu....)"Xian hanya menatap kamarnya sambil mengepak pakaiannya.


Xian kemudian pergi dari rumah Langxu tanpa sepengetahuan orang orang dalam.


"Lingyan kita cari kost rumah saja ya....kebetulan mama punya kost kostan yang lama...."


"Ungh..."


Lingyan hanya mengangguk.


"(Aku takut merepotkan mereka lagi kedepannya....)"pikir Xian.


Xian kemudian memasuki supermarket terdekat dan membeli beberapa susu formula dan mie instan.


"Fiuhh....hanya saja salju mulai turun dengan lebat....hari natal sudah lewat....tapi kenapa tidak berganti musim....apa perkiraan cuacanya rusak..."gumam Xian.


Vyu kemudian memasuki supermarket dan mengambil segelas coklat panas.


"Uhmm....tu..tunggu ...Xian?!"seru Vyu.


Vyu kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat dan menggapai pundak Xian.


"Nona vyu!!"


"Xian....."


"Ap ... Apa yang kamu lakukan disini?!"tanya Xian yang terkejut.


"Dari mana saja kamu sudah satu tahun aku tidak melihatmu...hah...kupikir aku akan gila hidup tanpa keceriaan...."ucap Vyu sambil menepuk kepalanya.


Xian hanya terdiam sambil menatap jendela supermarket.


"Bagaimana kabar anda nona..."tanya Xian.


"Uhh...baik.... tidak ada luka, goresan,ataupun cedera dalam aku sangat baik baik saja...yeah begitu..."senyum Vyu.


"Tapi ngomong ngomong kenapa kamu membawa tas...."


"Aku baru saja pindah...."ucap Xian dengan wajah tersenyum.


"Maksudmu pindah selama satu tahun....apa yang terjadi padamu dan xiuwa....."tanya Vyu sambil meneguk satu gelas coklat panas.


Xian kemudian menatap kearah Vyu dan memberi kata kata terakhirnya sebagai penutup.


"Aku titip lingyan...."


Tangan Vyu mengepal dan ingin memukul wajah Xian.Seketikanhasrat yang dia tahan tidak berani dia lakukan.


"Katakan padaku apa semua ini karena xiuwa!!!!apa semua ini karena xiuwa?!!!! Xian jawab aku!!!"sentak Vyu sehingga membuat perhatian orang orang.


"Ti... tidak...."


"Xian....hahh.....kamu tau?"

__ADS_1


Umpphhh


Seketika itu Vyu mencium bibir Xian.Xian merasakan mual yang sangat luar biasa.


"Ughhh...cu...cukup nona!"seru Xian kemudian mendorong Vyu.


"(Rasanya sangat aneh....)"pikir Xian sambil memegang bibirnya.


Xian kemudian pergi sambil membawa lingyan ke kasir pembayaran dan pergi.Vyu kemudian membayar coklat panas.


"Permisi ini hasilnya berapa...."


"Total nya segini nona...."


"Ah terimakasih...."


Xian terus berlari tanpa henti dan langsung berbelok ke arah gang kecil.


"(Aku sangat pusing sehingga aku tidak bisa memikirkan apa apa.....)"


Xian kemudian terduduk lemas di gang itu.Kemudian dia menyandarkan kepalanya ke tembok.Salah seorang mengulurkan tangannya sambil tersenyum.


"Apakah kamu tidak apa apa?"tanya wanita cantik itu.


"(Bu...bukan ....ini bukan nona vyu....)"Xian terlepas dari itu seketika pingsan.


"Xian....!"seru Renxu.


Renxu kemudian menghubungi rumah sakit.


Vyu yang kehilangan jejak Xian langsung berhenti di depan lampu merah.


"Kemana dia....hah Xian cepat sekali larinya...."


Vyu kemudian berpapasan dengan ambulance yang baru saja lewat di depannya.Mata Vyu menatap kearah kaca jendela ambulance yang terlihat wajah Renxu.


"(Itu bukannya mantan istrinya Xiuwa....oh iya Ruo Renxu!!!)"pikir Vyu sambil terbelalak tidak henti menatap ambulance itu.


"Aghhh sekarang itu tidak penting....aku harus mencari Xian.."gumam Vyu.


Renxu terdiam sambil menggendong lingyan.Lingyan terdiam menatap kearah Renxu.


"Tata....mama kenapa...."


"Ah...mama sakit....oh iya kamu sangat manis....mirip sekali seperti mamamu....(dia juga sangat tampan sehingga aku teringat kembali dengan Xiuwa)"pikir Renxu.


Lingyan hanya diam sambil memegang tangan Xian.


"Tidak apa....mama pasti baik baik saja..."ucap Renxu sambil tersenyum.


Xiuwa hanya melamun sambil melihat ranjang bayi yang kosong.Pandangannya tidak ada.


"Xian.... lingyan kalian...apakah kalian baik baik saja? apakah kalian sudah makan? bagaimana keadaan kalian aku sangat rindu dengan kalian...."gumam Xiuwa.


Chenzu hanya menarik nafas dalam-dalam dan kemudian duduk di sofa ruang tamu.


Drzttttt..... Drzttttt...


"Halo"sahut chenzu.


"Halo tuan chenzu...."


"Renxu ada apa kamu menghubungiku....ini tidak biasanya...?"tanya chenzu.


"Karena tidak biasa....aku menghubungimu karena sesuatu.... Xian sekarang ada dirumah sakit"balas Renxu.


"Hahh?!!!yang benar kamu?!!!"seru chenzu.


Xiuwa yang mendengar sentakan Chenzu langsung keluar dari kamar lingyan.


"Saat ini dia ada bersamaku....dia juga membawa anaknya....jadi kemarilah dan beritahu Xiuwa aku akan mengirim alamatnya"ucap Renxu.


Seketika telepon itu mati.


"(Tunggu bagaimana Renxu mengenal Xian....)"pikir chenzu.


"Siapa?kamu menelepon seseorang sebegitu seriusnya...."tanya xiuwa.


"Aku menemukan Xian..."ucap chenzu.


Mata Xiuwa terbuka lebar.


"Dimana?!!"seru Xiuwa sambil mencengkram pundak chenzu.

__ADS_1


"Hah...hahaha... Xiuwa bisakah santai sedikit?dia sekarang ada dirumah sakit..."ucap chenzu.


"Ahh ini alamatnya Renxu sudah mengirimnya..."lanjut chenzu.


"Renxu?!!!!"tanya Xiuwa yang masih panik .


"Ya...."


Xiuwa langsung mengambil handphone chenzu dan jaketnya lalu pergi ke luar.


"Ehh handphone ku!!! Xiuwa tunggu!!"


Xiuwa langsung menancap gas mobilnya.


"Semoga dia baik baik saja...."


Xiuwa langsung memarkirkan mobilnya di depan rumah sakit.Dengan kecepatan berlarinya xiuwa langsung mendatangi kamar Xian.


"Xian!"


Renxu langsung menatap kearah xiuwa yang tiba tiba masuk kedalam ruangan.


Xiuwa langsung memeluk Xian yang masih pingsan.Mata lingyan langsung terbelalak.Lingyan kemudian meneriaki Xiuwa.


"Papa!"


"Lingyan.... lingyan anakku..."tangis Xiuwa tersedu sedu.


Renxu hanya diam saja tidak mengeluarkan sepatah kata apapun.Seketika Xian terbangun dari pingsannya yang cukup lama.Matanya mulai membuka pelan pelan.Tatapannya seketika tertuju pada seseorang yang membawa bayi.


"Ughhh.."


"Xian...."seru Xiuwa yang terkejut melihat Xian tersadar.


"Xiuwa...."nada lirih keluar dari mulut Xian.Matanya kemudian melirik ke arah belakang Xiuwa dan melihat Renxu yang duduk diam sambil memperhatikan Xiuwa.


"Terima kasih sudah menolongku...."ucap Xian ke Renxu.


Renxu terkejut tiba tiba Xian mengajaknya berbicara.


"Umh...itu... tidak apa..."balas Renxu.Tatapan aneh dari mata Xiuwa muncul.


"Dia menolong mu?"tanya xiuwa.


Xian hanya diam tidak membalas pertanyaan Xiuwa.


"Kamu masih marah padaku?"tanya xiuwa ke Xian.


Wajah Renxu dikejutkan kembali dengan perasaan canggung.


"(Tunggu sebentar kenapa mereka saling memalingkan pandangan.... apakah Xiuwa bertengkar dengan Xian....)"pikir Renxu.


Renxu kemudian bangkit dari tempat duduknya.


"Untuk apa kamu pergi....kemarilah aku ingin berbicara padamu...."ucap Xian.


Kaki Renxu seolah membatu tanpa membalikkan badannya kearah Xian.


"Kenapa kamu ingin berbicara padaku?"tanya Renxu.


"Aku hanya ingin membalas budiku...namamu Ruo Renxu bukan?aku ingin mengembalikan xiuwa kepadamu....maaf karena dulu aku pikir aku terlalu egois..."ucap Xian.


"Xian!!!"sentak xiuwa membentak Xian.


"Renxu dengarkan aku sekarang kamu angkat kaki dari sini..."ucap xiuwa.


Renxu kemudian meninggalkan Xiuwa dan Xian sendiri.


"Katakan padaku apakah kamu masih marah padaku?!!"tanya xiuwa dengan tegas.


"Hiks...hik...aku tidak tahu"ucap Xian sambil menangis menutupi wajahnya.


"Xian... jangan kau tutupi seperti itu.... Xian lihat aku...."ucap xiuwa dengan lembut.


Xiuwa kemudian mencium Xian dengan lembut.


"(Rasanya sangat manis dan lembut....ini sangat beda rasanya aku berciuman dengan nona vyu)"pikir Xian.


Xian kemudian merangkul pundak Xian dan membalas ciuman Xian.Xiuwa terkejut dengan respon Xian yang tidak mau lepas dari ciumannya.


Xiuwa hanya tersenyum senang melihat Xian yang mulai berubah kembali sifatnya seperti dulu.


...*********...

__ADS_1


__ADS_2