
Emosi xiuwa sudah meluap.Pandangan Xiuwa sekarang layaknya seperti seekor elang menemukan mangsanya.Tatapanya menjadi sangat tajam.
"Aku mau bertanya kepadamu.... sebenarnya apa kamu menyukai Xian...?"ucap xiuwa dengan ekspresi dingin.
Xian seketika tercengang dengan kata kata itu dan melihat ke arah xiuwa.Chiwa dan Tay juga ikut terdiam melihat itu.
Vyu hanya bisa melihat tatapan mata xiuwa yang benar benar membawa serius pertanyaan ini.
"Kenapa kamu terdiam.....kamu sudah menyukainya???aku sedang bertanya padamu sebagai pelangganmu.... bukan petinggi"ucap xiuwa.
"..."
"Apakah semua basa basimu ini mengarahkan kepada itu?? awalnya aku hanya diam saja dan berpikir kamu memang sahabat terbaiknya.....tapi setelah mendengar omong kosong ini aku semakin yakin kamu menyukainya....dan juga kamu harus ingat ini pertanyaan yang sama yang kedua kalinya aku tanyakan padamu"kata xiuwa dengan senyum sinisnya
"(Apakah sekarang kamu ingin mengajakku bertengkar memperebutkan Xian...)"pikir vyu.
"Haihhh ayo jawablah...."
"Jika kamu menanyakan hal yang sama..... jawabanku juga masih sama dengan yang sebelumnya"jawab vyu.
"Lagi pula tuan Zu aku hanya ingin kau tahu bahwa Xian adalah anak yang polos bukan berarti kamu menjadikan dia hewan peliharaanmu"ucap Vyu.
Tangan Xiuwa mulai mengepal.Pandangannya sangat marah setelah mendengar perkataan itu keluar dan didengar oleh telinga Xian.
"Aku berjanji tidak akan pernah menjadikan dia seekor peliharaan sekalipun...aku juga tidak akan menjualnya"ucap xiuwa.
Xian hanya terdiam melihat Vyu dan Xiuwa perang dingin.Di keduanya sama sama mengeluarkan emosi yang mendalam.
"Xiuwa sebaiknya kamu pergi bekerja jam makan siang sudah habis....aku juga masih bekerja....jadi nanti lagi kita lanjutkan bicaranya"ucap Xian sambil melerai perang dingin itu.
"(Bagaimanapun dia bosnya Xian aku harus bersabar menghadapi seseorang seperti dia.....tapi dia lumayan cukup berani dalam mengatur semua hal.... harusnya dia pintar dan dapat dapat dipercaya.... walaupun dia licik)"pikir xiuwa.
Xiuwa mencium pipi Xian dan meninggalkan Xian lalu pergi kembali ke kantornya.
"Maaf Xian karena telah memaki xiuwa...aku tidak bermaksud begitu...maaf jika tadi aku keterlaluan"Ucap vyu.
"Nona tidak perlu begitu...ini hanya kesalahpahaman antara kita bertiga...aku juga tahu niat nona sangat baik...kalau begitu aku akan kembali bekerja"ucap Xian.
Chiwa dan Tay yang sedari tadi melihat mereka berdua berdebat langsung melanjutkan pekerjaannya.
"(Apa aku menyukai Xian.... tidak mungkin ini semua karena rasa iba ku kepadanya....)"batin vyu.
Xiuwa kembali ke kantornya.Renxu duduk tepat di depan meja resepsionis.
"Xiuwa..."
"Lepaskan"kata xiuwa dengan tegas.
"Xiuwa...aku masih ingin bersamamu....maaf soal yang kemarin aku terlalu terburu buru mengambil keputusan... bisakah kamu mengganti persyaratan itu....atau aku akan mengatakan semua ke papa bahwa kamu menekanku dengan persyaratan itu"kata Renxu.
"Lalu??kau pikir aku takut??"tanya xiuwa sambil membungkukkan badannya.
"(A..apa yang dia katakan) xiuwa kamu mau menentang aku..."
"Aku tahu perhukuman mafia bahwa....jika seorang mafia akan menepati janjinya seperti pendekar sejati..jika janji itu hancur maka berjuanglah untuk hidup"bisik xiuwa.
"Ka...kamu sekarang mengancamku..."
"Kau pikir aku bodoh.....dimana kau bersikap licik...aku akan lebih licik darimu...."ucap xiuwa sambil tersenyum jahat.
"Kau bukan manusia....kau psycho!!"
Seketika semua pegawai terdiam melihat Xiuwa dan Renxu.
__ADS_1
"Ck....kau tahu Mafia itu kotor dan berlumuran darah...tapi janji mafia sangat keras seperti batu.... maupun air meresapinya itu akan tetap keras dan tidak berubah wujudnya...jadi jangan jadikan ancaman itu Boomerang untukmu"bisik xiuwa.
"(Brengsek)"
"Semua kembali bekerja"ucap xiuwa sambil meneriaki pegawainya
Xiuwa berjalan ke ruangannya.Di persimpangan jalan kantornya xiuwa melihat zinwen yang sedang berdiri di depan lift.
"Apa yang kamu lakukan disini?!!"tanya xiuwa dengan suara lantang.
"Xiuwa...aku masih ingin membahas soal kemarin kepadamu"ucap zinwen sambil menekan tombol lift.
"Masalah kemarin sudah kita bahas.... jadi berhentilah menggangguku....aku akan pindah lagi dari kediaman Zu"ucap xiuwa.
"Apa?!!"
Zinwen seketika terkejut dengan kedatangan mamanya yang baru saja keluar dari lift.
"Mama...."
"Zinwen...dan .....Zu Xiuwa...."
"Ahhh...mau membicarakan pengalihan warisan....haishhh kenapa aku tidak memikirkan itu sedari tadi..."ucap xiuwa dengan nada mengejek.
"Xiuwa ini tidak seperti yang kamu pikirkan...."kata zinwen terbata bata.
"Baiklah urus saja urusan kalian kupikir kalian adalah tim yang terbaik jadi berusahalah"ucap xiuwa sambil memasuki lift.
"Xiuwa...."
Pintu lift tertutup.
"Sebenarnya ada apa sehingga kamu mengejar anak itu....itu sangat tidak berguna"ucap mamanya ke zinwen.
"Ma...please just for this time....aku cuma mau bisa berdekatan dengan Xiuwa....aku ingin menebus kesalahanku"ucap zinwen.
Zinwen seketika terdiam dengan perkataan mamanya.Zinwen tidak mungkin menjawab pertanyaan itu karena semua itu adalah mamanya sendiri.
"Kenapa kamu diam???kamu takut dengan Xiuwa.... zinwen kamu ini kakak tertua lho... jadi tidak perlu takut dengan adik kecilmu yang malang..."ucap mamanya.
"Haishh kita sebaiknya kembali ke kantor papa....lagi pula kenapa kamu kesini untuk mengejar orang bodoh..."ucap mamanya sambil membawa pergi zinwen.
"Baik...(xiuwa pasti akan salah paham dengan semua ini)"pikir Zinwen.
Zinwen dan mamanya kemudian bertemu Renxu yang ada didepan pintu Renxu terkejut melihat zinwen dan mamanya.
"Kak zinwen..."
Zinwen hanya diam tanpa merespon perkataan Renxu.
"Ternyata disini juga ada menantuku....menantu tiriku.."
"(Orang gila!!!)"pikir Renxu.
"Kak... apa yang sedang kamu lakukan disini?"tanya Renxu.
"Ada sedikit urusan dengan Xiuwa....kalau begitu kami pamit dulu"ucap zinwen sambil mengakhiri pembicaraan.
Zinwen dan mamanya pergi keluar dari kantornya xiuwa.
"(Ini yang paling menyebalkan jika bertemu wanita tua itu)"batin Renxu sambil menyipitkan matanya karena jengkel.
Xiuwa kembali mengerjakan berkasnya.Xiuwa memikirkan deadlinenya yang belum selesai.
__ADS_1
"(Sebenarnya ada urusan apa dia keisini...dia kesini tanpa sepengetahuanku....)"pikir xiuwa.
Xiuwa kemudian menghubungi semua pengawal pribadinya untuk mengamankan berkas berkas dan barang barang pribadinya dengan ketat.
"Aku mau tahu seberapa besar nyali rubah itu"gumam Xiuwa.
Hari semakin senja.Cafe mulai ditutup dan kembali di buka besok pagi.Xian sudah bersiap siap untuk pulang.Vyu yang melihat Xian segera menghampiri Xian.Tapi selang beberapa detik mobil xiuwa sudah datang menjemput Xian.
"Xiuwa..."
"Shuttt..... bagaimana harimu?"tanya xiuwa.
"Sangat baik.... xiuwa aku mau mentraktirmu makan malam.... bolehkah kita mampir sebentar ke suatu tempat?"tanya Xian.
"Baiklah apapun untukmu..."ucap xiuwa sambil mengecup kening Xian.
"Hemmm ... sepertinya aku terlambat lagi...yah..yah... xiuwa jaga calon pengantinmu agar tetap vit"ucap Vyu yang melewati xiuwa dan Xian.
"Tidak perlu khawatir nona"jawab xiuwa.
Xian langsung masuk ke dalam mobil.Kemudian di susul dengan Xiuwa.Xian melihat Seisi barang barang dibelakangnya penuh.
"Xiuwa.... barang barang itu..."
"Kita akan kembali kerumah kita yang lama"ucap xiuwa.
"Xiuwa kamu masih memiliki istrimu... apakah kamu..."
"Aku sudah mengatakannya kepadamu walaupun aku harus menopang badai besar aku akan terus disampingmu"kata xiuwa sambil mengendarai mobil.
"Umh... Xiuwa sebenarnya apa yang terjadi pada kehidupanmu?? entah kenapa aku berpikir bahwa aku tidak tahu apa apa tentang dirimu..."ucap Xian.
"Haishh baiklah aku akan menceritakannya tapi dirumah saja oke"ucap xiuwa.
"Kamu janjikan??"tanya Xian.
"Janji..."
Xian kemudian menyuruh xiuwa berhenti di dekat resto seafood.
"Xian bukankah kamu tidak..."
"Xiuwa aku akan mencobanya.... karena seafood ini makanan favoritmu bukan??"ucap Xian.
"Walaupun seafood ini teman temanku... tapi tetap saja mereka makanan manusia.... lagi pula itu makanan kesukaanmu"ucap Xian.
"Cukup!!!aku tidak mau kamu menjadi kanibalisme untuk teman temanmu.... Xian kita sebaiknya pergi makan ketempat lain"kata xiuwa dengan tegas.
Xiuwa langsung menjalankan mobilnya kembali.
"(Xiuwa kamu sangat peduli denganku)"batin Xian dengan wajah memerah.
Kemudian xiuwa memberhentikan mobilnya dipinggir pedagang pedagang jalanan.
"Ada pedagang Dimsum dan takoyaki aku akan membawakannya untukmu"ucap xiuwa.
"Terimakasih.."ucap Xian dengan wajah malunya.
"Xian wajahmu memerah??... apakah kamu membutuhkan air??"
"Aku tidak membutuhkannya..."jawab Xian.
"Kau malu???"Tanya Xiuwa dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Xiuwa...."
...*****************...