
Saat Meilink keluar dari pintu mobil Cuko Sukatmaja, betapa terkejutnya Meilink melihat siapa yang ada di depan teras rumah orang tua Meilink, dan sedang berbincang-bincang dengan kedua orang tua Meilink. Wajah Meilink pucat pasih seperti sedang ketakutan. Rasa takut yang merayapi seluruh tubuhnya membuat tubuhnya menjadi kaku seketika karena keberadaan seseorang yang dikenalnya. Sosok yang sangat dicintainya sedang berada di teras rumah orang tua Meilink dan berbincang-bincang dengan orang tua Meilink. Lelaki yang sudah 3,5 tahun menjalin hubungan kasih dengan Meilink, dan kini telah menjadi mantan kekasih Meilink yang sangat dirindukan Meilink. Sosok lelaki yang dicintainya itu tak lain dan tak bukan adalah Samuel.
#
'Samuel. Sedang apa dia di sini? Dari mana dia tau kalau aku tinggal disini? Samuel gak bilang sama ayah dan ibu kan kalau kami pernah pacaran dan sekarang sudah putus? Bagaimana ini kalau Samuel sampai bilang pada Ayah dan Ibu? Bisa marah besar ini orang tuaku.' Gumam Meilink dalam hati.
Keringat dingin terus menetes mengalir dari pelipis Meilink dan terus jatuh ke pipi Meilink tanpa Meilink sadari. Air keringat Meilink terus saja mengucur deras membasahi baju yang dikenakannya. Meilink meremas bajunya menahan rasa takut yang menghantui dirinya. Meilink takut Samuel mengungkapkan hubungan mereka berdua kepada orang tuanya, yang akan membuat orang tua Meilink menjadi marah kepada Meilink.
Meilink berlari meninggalkan Cuko Sukatmaja di belakangnya, lalu menuju masuk ke areal halaman rumah orang tuanya.
Rumah orang tua Meilink sangat sederhana. Namun terlihat sangat nyaman untuk di tempati dan terlihat asri. Pagar rumahnya bukanlah terbuat dari besi seperti rumah-rumah mewah lainnya. Pagar rumah orang tua Meilink hanya susunan pohon bonsai yang ditata dengan rapi, dan selalu dipangkas jika sudah tidak terlihat kerapiannya karena panjangnya tidak seimbang lagi. Di halaman rumah orang tua Meilink banyak sekali berbagai jenis bunga yang cantik-cantik nan indah menawan hati. Ibu Meilink dan Meilink lah yang menanam bunga-bunga itu semuanya. Meilink suka sekali dengan bunga mawar merah oleh sebab itu di halaman rumah Meilink banyak di tanami bunga mawar merah. Bahkan mulai dari masuk ke halaman rumah orang tua Meilink kita akan menemukan bunga mawar merah yang cantik. Tapi semua bunga-bunga yang cantik itu tidak menjadi perhatian Meilink saat ini. Saat ini Meilink hanya fokus pada sosok yang sedang ada di teras rumah orang tua Meilink. Sosok orang yang dicintainya dan dirindukannya yaitu Samuel. Meilink berlari dengan kencang mendekati Samuel dan kedua orang tuanya tanpa mengindahkan keindahan tanamannya.
Napas Meilink masih terengah-engah karena berlari dengan kencang menyusuri halaman rumah orang tuanya. Meilink mengatur napasnya yang terengah-engah sebelum mulai mengucap salam.
"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu, Ayah Ibu Meilink pulang!" Meilink mengucapkan salam dengan tergesa-gesa.
"Waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatu, Meilink akhirnya kamu pulang juga, Nak." Sambut salam Ibu Meilink.
"Kok, lama sekali pulangnya. Ayah dan Ibu sudah dari tadi sampai di rumah." Tanya Ayah Meilink.
__ADS_1
Cuko Sukatmaja muncul tiba-tiba dari arah belakang Meilink sambil menyahut perkataan calon mertuanya.
" Maafkan Cuko, Paman Bibi. Tadi kami lama karena membicarakan hal penting yang akan kami lakukan kedepannya dalam pernikahan kami, Paman." Cuko Sukatmaja tersenyum ke arah calon mertuanya.
Cuko Sukatmaja memang lelaki yang arogan, namun terhadap orang yang lebih tua dan kepada keluarganya Cuko Sukatmaja selalu berusaha berlaku sopan dan santun dalam bertutur sapa. Dia hanya bersikap arogan pada lawan saing kerjanya, pengganggu dan juga pada penghianat. Dalam menghadapi lawan saing kerjanya, pengganggu dan penghianat Cuko Sukatmaja tidak pernah memberikan belas kasihan sedikit pun.
"Ooo... baguslah. Paman senang mendengarnya." Ayah Meilink tersenyum.
"Ini ada nak Samuel. Katanya dia teman sekolah Meilink, dia ingin bertemu meilink karena ada yang mau dibicarakannya tentang tugas sekolah." Ibu memberi penjelasan tentang keberadaan Samuel.
Meilink yang tampak pucat pasih, Meilink tau kalau alasan tugas sekolah yang dimaksud orang tua Meilink itu hanyalah alasan Samuel saja agar bisa bertemu dengan Meilink. Meilink mencoba untuk menguatkan diri dan mulai berbicara.
Meilink memutuskan berpura-pura dihadapan semua orang yang ada di teras rumah orang tuanya saat ini. Agar orang tuanya dan Cuko Sukatmaja tidak menaruh curiga sedikit pun kepada Samuel dan dirinya. Meilink berusaha keras untuk menekan rasa gugupnya dengan meremas-remas bajunya.
Samuel pun menyambut akting pura-pura yang dilakukan Meilink untuk mengelabui semua orang yang ada dihadapannya saat ini.
" Ada beberapa soal yang tidak ku pahami di buku ini. Jadi, aku memutuskan untuk menemuimu Meilink, berharap kau mau mengajariku menyelesaikan tugas sekolah yang diberikan guru kepada kita." Sambil menunjukkan buku yang dibawanya untuk memperkuat aksi akting pura-pura mereka berdua.
Cuko Sukatmaja merasa ada yang janggal pada calon istrinya ini. Meilink terlihat sangat tegang, tangannya meremas-remas jahitan pinggir bajunya, dan bibirnya bergetar saat menyapa Samuel. Seperti ada yang sekuat tenaga untuk disembunyikan Meilink. Keringat jagung yang menetes di pelipisnya menambah kecurigaan Cuko Sukatmaja terhadap calon istrinya.
__ADS_1
Cuko Sukatmaja adalah pengusaha sukses yang tidak bisa dengan mudahnya untuk dikelabui orang. Apalagi yang mencoba mengelabuinya hanyalah sederajat dengan anak SMA. Cuko Sukatmaja sudah banyak sekali menghadapi orang-orang yang tingkat pendidikannya lebih tinggi dari pada Samuel dan Meilink yang mencoba untuk menipunya atau pun mengelabuinya dengan berbagai macam cara. Cuko Sukatmaja sangat ahli dalam membaca raut wajah seseorang karena keahlian membaca raut wajah orang sangat di tuntut dalam pekerjaannya. Dia harus pandai membaca raut wajah para kolega, konsumen dan rekan-rekan bisnisnya yang cukup banyak.
'Apakah benar lelaki tampan yang ada dihadapanku saat ini adalah temannya? Ataukah dia bukanlah teman biasa saja? Apakah dia teman spesial Meilink? Jangan-jangan lelaki ini adalah mantan pacar meilink yang dibangga-banggakannya. Kalau memang iya, benar kata Meilink mantan pacarnya memanglah tampan. Tapi, tentu saja akulah yang paling tampan. Mana mungkin ketampananku dikalahkan oleh bocah SMA yang masih ingusan dan belum mapan. Tentu saja aku yang menang dalam segala hal. Jika dia mencoba merebut Meilink dariku, aku tidak akan jamin dia bisa melihat matahari terbit di pagi hari besok.' Dengan angkuhnya Cuko Sukatmaja membangga-banggakan dirinya dalam hati.
Tanpa disadarinya Cuko Sukatmaja maju mendekati Samuel dengan angkuhnya berkata ......
#
#
#
Apa ya kira-kira yang ingin dikatakan Cuko Sukatmaja?
#
#
#
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentari juga setiap partnya. Supaya author bisa memperbaikinya menjadi lebih baik.