Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Kemarahan Papa


__ADS_3

Ternyata yang menepuk pundak Cuko Sukatmaja adalah papanya sendiri.


"Mengapa kau hanya berdiam diri di depan pintu? Ayo masuk, Papa ingin melihat menantu kesayangan Papa!"


Cuko Sukatmaja dan ayahnya masuk ke dalam ruangan perawatan Meilink, Meilink terlihat sangat pucat terbaring di tempat tidur perawatan. Wajahnya yang berkulit putih menjadi semakin pucat karena banyak kehilangan darah. Cuko Sukatmaja menjadi semakin sedih melihat keadaan istrinya yang tidak berdaya.


"Apa yang terjadi dengan menantu kesayanganku, Cuko?" Papa Cuko Sukatmaja tampak serius.


"Meilink, terjatuh dari tangga, Pa!" Cuko Sukatmaja menundukkan kepalanya tidak berani bersitatap dengan Papanya.


"Tapi, tidak terjadi hal seriuskan pada menantu kesayanganku?" Papa Cuko Sukatmaja tampak mencemaskan menantu kesayangannya.


"Tidak, Pa! Hanya saja..." Cuko Sukatmaja tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


"Mengapa kau tidak melanjutkan kata-katamu, Cuko?" Papa Cuko Sukatmaja mengkerutkan keningnya karena heran Cuko Sukatmaja tidak melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


'Apakah aku harus jujur mengatakannya kepada Papa?' Gumam Cuko Sukatmaja dalam hati.


Cuko Sukatmaja merasa bimbang untuk mengatakan atau tidak masalah keguguran yang dialami Meilink. Dia tau kalau orang tuanya juga sangat menantikan kehadiran cucu mereka. Jika orang tuanya mengetahui bahwa calon cucu mereka telah pergi sebelum hadir ditengah-tengah mereka, pasti orang tuanya akan sangat sedih. Apalagi kalau orang tuanya mengetahui bahwa sebelum kejadian Meilink terjatuh dari tangga, Meilink dan dirinya telah bertengkar. Sampai-sampai dia mengkatakan bahwa Meilink adalah wanita mandul. Itu akan sangat menyakiti hati orang tua Cuko Sukatmaja dan orang tua Meilink. Orang tua mana yang tidak akan sedih jika anak perempuannya disakiti oleh menantunya. Tapi, daripada menyimpan suatu rahasia yang suatu hari bisa saja akan terkuak juga, lebih baik Cuko Sukatmaja menyampaikan informasi yang seharusnya diketahui oleh orang tuanya.


"Meilink sekarang baik-baik saja, Pa! Hanya saja janin yang ada di dalam kandungan Meilink tidak dapat diselamatkan, Pa!" Cuko Sukatmaja yang tadinya menatap ke arah Papanya kini hanya bisa menundukkan kepalanya.


" Apa, janin?" Papa Cuko Sukatmaja terkejut mendengar kata-kata Cuko Sukatmaja.


"Iya, Pa. Ternyata tadinya Meilink hamil, Pa!" Mata Cuko Sukatmaja tampak berkaca-kaca.


"Cuko juga tidak tau kalau Meilink dalam keadaan hamil, Pa!" Membantah Papanya.


"Bagaimana mungkin kamu tidak tau kalau istrimu sedang dalam keadaan hamil, Cuko?" Mencengkram kedua lengan Cuko semakin kuat geram Karena kebodohan anaknya.


"Cuko memang tidak tau, Pa! Meilink juga tidak pernah memberitahukan pada Cuko! Jika Cuko tau mana mungkin Cuko mengatakan..." Cuko Sukatmaja menggigit bibirnya karena hampir saja keceplosan mengatakannya kepada Papanya.

__ADS_1


"Mengatakan apa, Cuko?" Papa menyelidik apa sebenarnya yang disembunyikan anak laki-lakinya ini.


Tiba-tiba saja pintu kamar perawatan Meilink terbuka dan muncul seseorang.


"Hai, sayang! Ups, maaf." Mami Cuko Sukatmaja muncul tiba-tiba menyapa dengan cerianya, kemudian menyadari perbuatannya keterlaluan lalu dia menutup mulutnya.


Cuko Sukatmaja dan Papanya bersamaan melihat ke arah pintu yang terbuka.


"Mami, jangan berisik. Meilink harus banyak istirahat kata dokter." Wajah Cuko Sukatmaja tampak pias.


"Oke, oke sayang. Maaf ya Mami gak sengaja." Mami Cuko setengah berbisik mengucapkannya.


#


Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya 😍😍

__ADS_1


__ADS_2