Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Sah


__ADS_3

Sebulan berlalu setelah pertemuan keluarga Cuko Sukatmaja dan keluarga Meilink di restauran x. Akhirnya pernikahan Meilink dan Cuko Sukatmaja pun tiba. Meilink sangat cantik mengenakan baju kebaya modern berwarna pink bercampur coklat muda serta kuning keemasan ditambah mengenakan selendang yang menambah keanggunan Meilink. Riasan wajah Meilink yang tidak berlebihan tapi tetap memancarkan kecantikan Meilink yang tidak terbantahkan. Siapa pun yang melihat Meilink saat ini pasti akan merasa iri dengan kecantikan yang dimilikinya.


Sedangkan Cuko Sukatmaja mengenakan jas berwarna coklat. Postur tubuh Cuko Sukatmaja yang gagah dibalut dengan jas berwarna coklat menambah ketampanan Cuko Sukatmaja. Sehingga membuat dirinya menjadi objek perhatian para tamu undangan.


Tentu saja para tamu undangan wanita lah yang tersita perhatiannya oleh sosok Cuko Sukatmaja.


Acara pernikahan Meilink dan Cuko Sukatmaja berlangsung meriah banyak sekali para tamu undangan yang datang. Tapi para tamu undangan yang datang hanya dari kalangan keluarga Cuko Sukatmaja dan Meilink, kolega-kolega dekat saja. Karena mereka ingin menjaga privasi dan ingin membuat acara pernikahan Meilink dan Cuko Sukatmaja berjalan dengan hikmat.


Saat ijab kabul berlangsung debaran jantung Meilink semakin lama semakin kencang saja. Seakan-akan ingin berlarian di dalam dada Meilink. Meilink meremas-remas baju kebayanya karena terlalu gugup menghadapi hari bersejarah dalam hidupnya. Hari di mana Meilink melemas masa remajanya dan berganti dengan status baru, dengan status sebagai istri dari Cuko Sukatmaja. Istri seorang pengusaha parfum sukses yang perusahaannya tersebar di seluruh di dunia. Mau tak mau Meilink harus siap menjadi istri seorang pengusaha parfum sukses yang masih terbilang muda, dan banyak dikagumi para wanita cantik.


Pada akhirnya kata sah itu pun menggema di seluruh sudut ruangan yang menjadi saksi pernikahan Meilink dan Cuko Sukatmaja. Sepertinya hanya Meilink seorang yang tidak merasakan kebahagian di hari yang seharusnya menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu setiap wanita. Alih-alih menjadi wanita yang paling bahagia, mata Meilink justru berkaca-kaca menahan air mata yang hampir saja tumpah ruah di hari pernikahannya. Air mata yang hampir saja tumpah itu bukanlah air mata kebahagiaan, tetapi air mata kesedihan. Meilink sedih karena dia menikah bukan dengan orang yang dia cintai. Tapi malah menikah dengan orang yang sangat arogan dan sangat menjengkelkan bagi dirinya. Dia menikah dengan Cuko Sukatmaja bukan berdasarkan saling mencintai, tetapi menikah karena perjanjian kedua orang tua mereka yang menjodohkan mereka. Wanita mana yang ingin menikah dengan orang yang tidak dicintainya. Menikah dengan lelaki arogan yang berbuat sesuka hatinya tanpa memikirkan perasaan orang lain.


Bagaimana pun juga Meilink harus menerima takdir hidupnya dengan ikhlas. Mungkin ada hikmat yang tersembunyi dalam setiap perjalanan hidupnya.

__ADS_1


Cuko Sukatmaja yang dari tadi memperhatikan raut wajah kesedihan Meilink. Cuko mencoba menggoda Meilink agar perhatian Meilink beralih kepadanya dengan membisikkan kata-kata yang terdengar vulgar. Setelah selesai menyalami para tamu undangan mereka duduk di kursi pelaminan sambil menunggu para tamu undangan yang lainnya untuk menyalami mereka lagi.


"Meilink, sekarang kau sudah menjadi nyonya Cuko Sukatmaja. Mas rasa kau tau tugasmu di ranjang pengantin setelah acara resepsi berlangsung bukan?" Sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Meilink dengan niat untuk menggoda istrinya.


Wajah Meilink merah merona menahan rasa malu yang tak tertahan. Meilink menatap Cuko dengan melebarkan matanya seperti sedang memperingatkan suaminya bahwa mereka masih ada di ruangan resepsi, yang bisa saja kata-kata Cuko didengar oleh para tamu undangan. Namun, Cuko Sukatmaja tidak perduli akan peringatan yang disinyalkan Meilink kepadanya. Justru dia semakin menjadi-jadi menggoda istrinya, supaya pipi putih istrinya semakin merah merona. Cuko Sukatmaja sangat suka melihat perubahan warna pipi Meilink jika saat sedang tersipu-sipu malu saat digoda. Meilink sangat menggemaskan saat tersipu-sipu malu di Mata Cuko Sukatmaja. Ingin rasanya Cuko Sukatmaja mengelus-elus pipi merah Meilink dengan tangannya, dan menciumi pipi merah merona Meilink sampai puas. Hasratnya yang menggebu-gebu ingin menjamah istrinya membuatnya ingin terus menggoda istrinya.


"Apa kita tinggalkan saja ruangan resepsi ini dan langsung ke kamar pengantin Kita?" Seringai licik muncul di ujung bibir Cuko Sukatmaja. Semakin senang saja menggoda istrinya yang masih lugu.


"Mas, jangan yang aneh-aneh deh. Ini masih banyak tamu undangan. Jika kita meninggalkan ruang resepsi ini sekarang, orang tua kita akan mencari kita. Akan sangat memalukan jika orang tua kita mencari kita ke kamar pengantin dan menemukan kita di sana siang-siang bolong gini. Mau di taruh dimana muka kita mas?" Ucap Meilink sambil berbisik-bisik di telinga suaminya.


Meilink langsung terbayang apa yang akan terjadi jika di waktu siang-siang bolong gini mereka dipergoki orang tua mereka di dalam kamar pengantin. Sungguh sangat memalukan, seperti tidak ada waktu esok hari untuk melakukan kegiatan hubungan suami istri di dalam kamar saja.


"Jadi, kalau para tamu undangan sudah pulang boleh, donk!" Berbisik lagi di telinga Meilink sambil menghebuskan hawa panas yang membuat meilink menjadi tegang seketika. Tidak percaya kalau suaminya tidak berhenti untuk menggodanya terus menerus di ruang resepsi.

__ADS_1


Tubuh Meilink memegang mendapatkan hembusan hawa panas di telinganya yang menggoda tubuh Meilink memberikan sensasi berbeda di tubuh Meilink. Perubahan reaksi yang terjadi pada tubuh Meilink tentu saja dapat ditangkap langsung oleh mata Cuko Sukatmaja, yang membuat seringai licik muncul di ujung bibir Cuko Sukatmaja. Tanpa berpikir panjang Cuko Sukatmaja menambahkan lagi porsi godaannya kepada istri lugunya.


"Mami menitipkan kado spesial untukmu di kamar pengantin. Kata mami kau harus mengenakannya di malam pertama kita." Mengedipkan sebelah matanya kepada Meilink.


"K, kado apa mas?" penasaran apa isi kado spesial yang dititipkan mertuanya kepada anak lelaki mertuanya ini.


"Nanti kamu juga akan tau apa kado speasial dari mami. Hanya saja kamu harus mempunyai keberanian untuk mengenakannya. Apa lagi kamu harus memamerkannya di hadapan mas!" Membanjiri Meilink lagi dengan godaannya.


Meilink terlihat bingung mendengar ucapan suaminya. Entah apa kado spesial yang di maksudkan suaminya sampai-sampai suaminya terus saja mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Meilink.


'Sebenarnya kado spesial apa yang memerlukan keberanian untuk mengenakannya. Dan untuk apa pula aku harus memamerkannya di hadapan mas cuko?" Gumam Meilink di dalam hati.


Jangan lupa like, vote, dan komentari juga setiap partnya ya

__ADS_1


__ADS_2