
Cuko Sukatmaja meraih dagu istrinya yang tertunduk dan mendongakkannya lalu berkata.
"Jadi, kau malu jika ada pelayan yang melihat kita berciuman. Bagaimana kalau kita melanjutkan yang tadi, di ruangan yang tidak dapat dilihat orang? Kalau begitu tidak akan malu lagi, kan?" Menggoda istrinya.
"Tapi, Sayang. Bagaimana kalau kita terbawa suasana?"
"Kita lanjutkan saja. Itu artinya kita menginginkan satu sama lain. Bukankah kita mempunyai kesepakatan yang harus kita laksanakan?"
"Tapi, Sayang. Aku kan masih sedang kedatangan tamu bulanan!" Meilink bersungut-sungut menjelaskan alasannya menolak.
Cuko Sukatmaja menghapus wajahnya dengan kasar berharap hasratnya hilang dengan hapusan telapak tangannya.
"Sayang, aku lupa. Tapi setelah tamu bulananmu pulang ke asalnya, kau harus menservisku habis-habisan, ya!" Semakin mempererat pelukannya di pinggang istrinya.
"Servis? Sayang, apakah kau juga seperti sepeda motor atau mobil perlu diservis?" Meilink bingung sendiri.
"Hahaha..." Cuko Sukatmaja tertawa terbahak-bahak mendengar ungkapan yang diberikan istrinya padanya.
"Kenapa justru tertawa sich?" Memanyunkan bibirnya yang justru membuat suaminya semakin gemas melihat bibir manyun istrinya yang menggoda untuk di cicipi.
"Karena kamu lucu, Sayang! Suamimu setampan ini justru kau samakan dengan sepeda motor atau mobil! " Cuko mencubit hidung mancung istrinya dengan sayangnya.
__ADS_1
"Baiklah, anggap saja suamimu ini seperti sepeda motor atau mobil. Tidak menjadi masalah, asalkan sayangku ini memberikan servis dengan sepenuh hati." Merayu istrinya.
" Sayang, kenapa tidak ke bengkel saja kalau ingin diservis? Kenapa justru Meilink yang harus memberikan servis?" Memanyunkan bibirnya.
Meilink gadis yang lugu, tidak paham istilah-istilah yang dimaksudkan suaminya. Keluguannya ini membuat suaminya semakin gemes terhadapnya.
"Apa? Bengkel? Hahaha..." Cuko Sukatmaja semakin tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan istrinya.
Mengangguk-anggukkan kepalanya sambil memanyunkan bibirnya.
'Ahh...Kucing kecilku menggemaskan sekali. Kalau saja kau tidak sedang datang tamu bulanan, mungkin kau sudah tidak bisa bangun dari ranjang kubuat.' Gumam Cuko Sukatmaja dalam hati.
Cuko Sukatmaja memeluk tubuh istrinya karena terlalu gemas terhadap istrinya yang terlalu lugu. Dia mengelus-elus kepala istrinya dan berkata.
Meilink mendongakkan kepalanya untuk melihat suaminya dan mengernyitkan keningnya, seperti berpikir apa maksud suaminya. Cuko Sukatmaja yang melihat ekspresi istrinya langsung berkata.
Cuko Sukatmaja menangkup pipi kiri dan kanan istrinya dengan sayang dan berkata.
"Tidak perlu dipikirkan. Nanti tau sendiri kok. Karena suami tampanmu ini akan mengajarimu dengan sabar. Suamimu ini paham sayang, kalau istrinya adalah wanita yang masih original. Jadi, suamimu ini akan menjadi partner ranjangmu yang sabar memberikan pelajaran."
"Oh...jadi arah pembicaraan kita ke arah hubungan ranjang!" Meilink baru menyadari arah pembicaraannya dengan suaminya.
__ADS_1
Meilink memukul dada suaminya pelan seperti pukulan manja terhadap kekasih. Tindakan Meilink itu memicu gelak tawa suaminya yang membuat Meilink menjadi malu, sehingga pipi Meilink menjadi lebih merah merona.
#
"Eh, mbak. Apakah kau melihat tuan muda tadi sedang tersenyum dan tertawa terbahak-bahak?" Tanya Surti pada seniornya.
"Iya, mbak lihat juga.!" Sambil menganggukkan kepalanya.
"Apa tadi matahari terbit dari sebelah barat ya, mbak? Aku kok jadi merinding melihat tuan muda tersenyum dan tertawa terbahak-bahak? Aku tidak pernah melihat tuan muda seperti itu sebelumnya!" Bersungut-sungut.
"Sama, Sur! Seumur-umur mbak kerja sama tuan muda Cuko Sukatmaja, baru kali ini mbak lihat tuan muda tersenyum dan tertawa terbahak-bahak dengan seorang wanita!"
"Wah...Nyonya muda kita hebat ya, mbak! Bisa menaklukkan hati tuan muda! Padahal Nyonya muda kita tidak cantik-cantik amat bila dibandingkan dengan mantan-mantan pacar tuan muda ya, mbak!"
Senior Surti langsung menutup mulut Surti dengan telapak tangannya untuk menghentikan kata-kata Surti.
"Eh...jangan sembarangan berucap. Kalau kau mau mati jangan ngajak-ngajak aku, Sur! Kalau tuan muda dengar bisa tamat riwayat kita."
Surti dan seniornya menelan ludahnya dengan kasar karena melihat...
#
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya