Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Tidak Berubah


__ADS_3

"Cuko, bicaralah baik-baik dengan istrimu! Sebenarnya Ayah sangat jengkel mendengar kenyataan bahwa kau tidak memperlakukan putri kesayanganku tidak baik. Tapi, demi keutuhan rumah tangga kalian Ayah berharap kau dapat membujuk istrimu untuk tidak bercerai denganmu." Ayah Meilink berucap dengan nada datar.


Cuko Sukatmaja terkejut mendengar suara Ayah mertuanya, sontak saja Cuko Sukatmaja berbalik badan menghadap ke arah sumber suara berada. Cuko Sukatmaja tampak pucat pasih melihat Ayah mertuanya dan Papinya. Dia menyadari bahwa Ayah mertuanya dan Papinya pasti mendengar ucapannya sebelumnya.


"Aku rasa tidak perlu." Ucap papi Cuko Sukatmaja.


"Apa maksud papi berkata seperti itu, Pi?" ucap Cuko Sukatmaja.


"Cuko kau tidak perlu membujuk istrimu lagi. Biarlah Meilink bebas dari pernikahan kalian. Dia pantas untuk mendapatkan kebahagiaan." Papi Cuko Sukatmaja menahan geram.


"Kau, lelaki yang tidak pantas buat Meilink. Meilink terlalu berharga. Kau memang lelaki bodoh yang tidak patut untuk mendampingi Meilink. Aku menyesal menikahkanmu dengan anak sahabat Papi. Kau mencoreng wajah Papi dan Mami dengan perbuatanmu yang tidak baik kepada anak sahabat Papi. Seharusnya Meilink mendapatkan kebahagiaannya sendiri. Lepaskan dia. Biarkan dia meraih kebahagiaannya." Ucap Papi Cuko Sukatmaja dengan penuh ketegasan.


"Tidak. Aku tidak akan lepaskannya." Cuko membuang muka ke samping pertanda menolak permintaan Papinya.


"Cuko. Ayah ingin kalian berdua menyelesaikannya dengan kepala dingin. Tapi, perlu kau ingat satu hal yang Ayah katakan ini. Jika kau memang tidak mencintai putriku lagi, kembalikan dia kepadaku supaya aku yang mengurusnya. Renungkan baik-baik, apakah kau mencintainya ataukah hanya terobsesi untuk memiliki sebuah barang." Ucap Ayah mertuanya datar.

__ADS_1


Deg. Seperti tercucuk tombak jantung Cuko Sukatmaja mendengar perkataan ayah mertuanya.


Ayah mana yang dapat menerima penghinaan yang diberikan menantunya kepada anak kesayangannya. Mungkin kalau orang tua yang lain pasti sudah menghajar menantunya sampai babak belur. Tapi Ayah Meilink masih memikirkan persahabatannya dengan papa Cuko Sukatmaja. Ayah Meilink tidak ingin persahabatannya putus karena pertengkaran anak-anak mereka.


Setelah itu kedua orang tua Meilink dan Cuko Sukatmaja pulang ke kediaman mereka masing-masing. Mereka berharap anak-anak mereka dapat menyelesaikan masalahnya baik-baik. Tanpa ada satu pun orang yang akan tersakiti di kemudian hari.


Mungkin kali ini kesabaran Meilink sudah mencapai batasnya. Setelah pulang dari rumah sakit dia tidak ingin kembali kerumah Cuko Sukatmaja. Meilink lebih memilih kembali ke rumah orang tuanya. Namun, Cuko Sukatmaja tampak tidak putus asa membujuk rayu istrinya agar kembali ke pelukannya lagi.


#


"Sayang. Ayo kita pulang ke rumah! Jangan merepotkan Ayah dan Ibu dengan keberadaanmu disini." Ucap Cuko Sukatmaja pada Meilink.


"Tidak." Meilink memunggungi suaminya enggan melihat wajah suaminya lagi. "Aku tidak akan kembali lagi ke rumahmu, Mas. Urus saja secepatkan perihal perceraian kita!" Ucap Meilink dengan penuh ketegasan.


"Apa sebegitu bencinya kau padaku sehingga melihatku pun kau tidak mau?" Cuko tampak pias.

__ADS_1


"Aku tidak membencimu, Mas. Aku membenci sikapmu yang arogan." Meilink tetap tidak mau berpaling melihat suaminya.


"Aku akan merubah sikapku menjadi lebih baik lagi. Tapi, kembalilah padaku!" Cuko Sukatmaja memeluk Meilink dari belakang.


Meilink berusaha untuk melepaskan dirinya dari pelukan Cuko Sukatmaja. Namun, Cuko Sukatmaja tidak membiarkannya. Dia memaksa Meilink untuk melayaninya di ranjang kamar Meilink. Meilink ingin menjerit namun mulut Meilink dibungkam oleh Cuko Sukatmaja dengan satu tangannya. Sedangkan tangannya yang satu melepaskan pakaian Meilink dengan paksa. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui kejadian itu karena kedua orang tuanya sedang pergi bekerja.


Meilink menangis tersedu-sedu tanpa henti, tidak terima diperlakukan seperti itu oleh lelaki yang masih berstatus sebagai suaminya. Dia meraih selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


Cuko Sukatmaja tergeletak di samping Meilink karena kelelahan setelah mendapatkan apa yang dia inginkan. Cuko Sukatmaja ingin menahan Meilink untuk tetap berada disisinya dengan cara menanamkan benihnya di rahim Meilink. Jika Meilink hamil, Meilink tidak akan pernah berpikir untuk bercerai darinya lagi.


#


Singgah diceritaku juga yang judulnya "Mendadak Menikahi Orang Asing."😍


Jangan lupa like vote dan komentari setiap episodenya ya 😍

__ADS_1


__ADS_2