
Cuko mengkerutkan keningnya, seperti sedang berpikir berapa kali seharusnya mereka berdua melakukan hubungan intim di ranjang.
'Memangnya berapa kali pasangan suami istri melakukan hubungan intim. Kalau aku bertanya padanya seperti itu , bisa-bisa dia akan menertawakanku. Aku harus menjaga harga diriku sebaik- baiknya. Jangan sampai dia tau aku sendiri pun tidak tau berapa kali harus melakukannya. Apa lagi kalau dia tau aku tidak tau apa yang harus dilakukan saat melakukan hubungan intim. Bisa hancur harga diriku sampai ke dasar laut mati. Bagaimana pun aku harus berpura-pura paham banget dan sok strong di ranjang.' Gumam Cuko Sukatmaja dalam hati.
Cuko Sukatmaja berdehem memulai mengutarakan kata-katanya.
"Baiklah, Mas akan berbaik hati padamu. Mas korting satu. Jadi sepuluh kali seminggu, sanggup kan?" sambil menegakkan tulang punggungnya dari duduknya di kursi kemudi dengan gaya menantang kesanggupan Meilink.
"Apa? Meilink berteriak keras karena kaget.
"Kenapa hanya di korting satu sich, Mas? Kurangi donk, Mas!" Memasang wajah sememelas mungkin.
" Meilink mana sanggup, bisa lempoh nanti."
Mata Meilink berkaca-kaca, masih tetap berusaha mendapatkan kelonggaran masalah durasi berapa kali berhubungan di ranjang.
'Memangnya hanya itu saja kerjaan suami istri? Apa tidak melakukan rutinitas sehari-hari? Kalau hanya itu -itu saja yang dilakukan, mau makan apa nantinya? Gak mungkinkan makan cinta, emangnya cinta bisa membuat orang kenyang. Emang sich kalau ada yang bilang, demi orang yang dicintai kita dapat melakukan apa saja demi memenuhi kebutuhannya. Tapi, gak segitunya kali. Aku dan mas cuko Sukatmaja kan tidak saling mencintai. Aku kan harus kuliah juga, melakukan tugas-tugas kuliah ku Dan kewajibanku yang lainnya. Mas Cuko apa gak mikir sampai ke situ sich. Kenapa seenaknya saja menentukan berapa kali kami melakukan hungan di ranjang.' Gumam Meilink dalam hati.
Meilink tetap berusaha mendapatkan kelonggaran dalam masalah durasi berapa kali berhubungan di ranjang bukan karena dia sudah pernah melakukannya. Meilink tau kalau dalam melakukan hubungan suami istri di ranjang sangat melelahkan dari temannya yang sudah pernah melakukannya dengan pacar-pacar mereka. Teman Meilink tidak semuanya anak baik-baik ada juga yang sudah melakukan hubungan terlarang dengan pacarnya. Tidak jarang teman Meilink menceritakan pengalaman mereka dengan pacarnya saat melakukan hubungan terlarang.
__ADS_1
Cuko Sukatmaja mengkerutkan keningnya, "Apa maksudmu bisa lempoh? Apa kau sudah pernah melakukannya dengan mantan pacarmu, Meilink?" Menghardik Meilink.
"Jangan katakan kau sudah pernah dijamah oleh mantan kekasihmu!" Rahang Cuko Sukatmaja mengeras, dia menggertakkan giginya mengucapkan kata demi kata dengan lamban agar Meilink memahami kemarahannya.
'Aku saja seorang lelaki yang dikejar-kejar para wanita masih bisa menjaga diriku untuk istriku di kemudian hari. Kenapa dia tidak bisa melakukannya untuk suaminya.' Gumam Cuko Sukatmaja dalam hati.
Wajah meilink tampak merah padam, tapi bukan karena menahan malu tetapi merah padam karena menahan marah yang memuncak. Serasa kredibilitas dirinya dipertanyakan bahkan diragukan okeh calon suaminya. Meilink memang gadis yang lugu. Tapi dia tidak sebodoh itu juga sampai tidak bisa menjaga kesuciannya untuk suaminya.
Suasana di dalam mobil itu sangat mencekam karena terjadi kesalah pahaman di antara mereka berdua. Tapi, Meilink adalah gadis yang supel mudah berbaur dengan orang dan mudah mencairkan suasana. Meilink merasakan suasana di dalam mobil yang ditempati Meilink sangat mencekam. Meilink berinisiatif mencairkan suasana di dalam mobil yang ditempati.
"Jangan sembarangan ya mas kalau bicara. Meilink ini masih gadis perawan ting-ting." Mengedipkan sebelah matanya kepada Cuko.
Dalam hati Cuko Sukatmaja senang mendengar ucapan Meilink. Ada kelegaan di dalam hati Cuko Sukatmaja karena Meilink masih bisa menjaga dirinya untuk suaminya. Tapi, masih terbersit keraguan juga di dalam hatinya. Apakah benar yang dikatakan Meilink? Jika dia tidak pernah melakukan hubungan terlarang sebelum menikah dari mana Meilink tau kalau melakukan hubungan suami istri bisa membuat orang kelelahan? Wajah Cuko Sukatmaja seketika itu juga berubah menjadi ketat, dia menggertakkan giginya menahan geram dengan isi pikirannya yang mengganggu dirinya.
"Teman Meilink yang pernah melakukan hubungan terlarang dengan pacarnya, bercerita pada Meilink tentang mengalamannya melakukan hubungan terlarang, Mas." Meilink menjelaskan kesalah pahaman di antara mereka berdua.
'Apa, dia berteman dengan orang gak bener selama ini. Ini tidak boleh dibiarkan, harus dicegah sebelum terlambat. Aku tidak ingin istriku bergaul dengan orang-orang yang tidak baik.' Gumam Cuko Sukatmaja dalam hati.
"Jangan berteman dengan temanmu itu lagi. Rusak nanti kau dibuatnya, bisa-bisa nanti diajak berbuat maksiat pula dirimu." Perintah Cuko Sukatmaja yang tak terbantahkan.
__ADS_1
Meilink tidak berniat untuk membantah perintah Cuko Sukatmaja karena Meilink sendiri pun merasa apa yang dikatakan oleh Cuko Sukatmaja ada benarnya juga. Memang benar pepatah mengatakan, jika kita berteman dengan pandai besi maka kita akan terkena percikan apinya. Jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka akan terkena wanginya juga. Hal ini menunjukkan bahwa kita wajib mencari teman yang memiliki aura positif yang bisa ditularkannya nantinya kepada kita dan menjauhi teman yang memiliki aura negatif agar kita tidak tertular hal-hal negatif yang dilakukannya.
"Baik, Mas. Meilink akan menjauhi teman Meilink itu. Tapi, Meilink tidak akan memutus hubungan pertemanan kami. Meilink akan menjaga jarak komunikasi kami saja. Tidak baik memutus hubungan silaturahmi mas!" Menyampaikan isi hatinya dengan berhati-hati.
"Baguslah, sepertinya kau akan menjadi istri yang penurut kepada suamimu. Mas berharap Meilink bisa melanjutkan sikap penurutmu itu seterusnya. Karena Mas tidak suka dibantah Meilink, mas harap kau mengingatnya di benakmu. Agar Kita dapat menjalani hubungan rumah tangga kita dengan baik."
"Iya, Mas. Meilink akan mengingatnya." Meilink menganggukkan kepalanya.
Tidak terasa mereka pun sampai di depan rumah orang tua Meilink. Karena perdebatan mereka yang tidak ada habis-habisnya di dalam mobil. Mereka berdua pun tidak menyadari kalau mereka sudah sampai di depan rumah orang tua Meilink.
Saat Meilink keluar dari pintu mobil Cuko Sukatmaja, betapa terkejutnya Meilink melihat siapa yang ada di depan teras rumah orang tua Meilink, dan sedang berbincang-bincang dengan kedua orang tua Meilink. Wajah Meilink pucat pasih seperti sedang ketakutan.
#
#
#
Siapa ya, kira-kira yang ada di depan teras rumah orang tua Meilink dan sedang berbincang-bincang dengan orang tua Meilink?π€π€π€π€
__ADS_1
###Ada yang tau gak, ya?βΊοΈ
Jangan lupa like, vote, dan beri komentarnya atas karya author di setiap part ya agar author bisa memperbaikinya. Yang ikhlas ya readers.ππππππππππ€©π€©π€©π€©π€©π€©π€©