
Satu jam kemudian, orang suruhan Mario pun memberikan kabar melalui telepon genggam. Mario tampak cemas, karena mendengar kabar bahwa istri Cuko sedang berada di rumah sakit untuk menemui mantan kekasihnya. Mario khawatir jika dia memberitahukan kabar ini kepada Cuko, maka Cuko akan lepas kendali terhadap istrinya. Karena Mario tau betul karakter Cuko yang mudah sekali emosi.
'Bagaimana coba menyampaikan informasi ini supaya Cuko tidak mara' Gumam Mario dalam hati.
Mario meras rambutnya ke belakang, pusing sekali memikirkan bagaimana menyampaikan informasi yang diperolehnya.
'Ahhh...bagaimana pun juga Cuko harus tau yang sebenarnya. Mau dia marah atau tidak urusan belakangan. Itu urusan kakak ipar menjelaskan semuanya? Kakak ipar, sepertinya kau belum mengenal betul siapa suamimu!' Gumam Mario dalam hati.
Mario memasuki ruangan kerja Cuko Sukatmaja dan memulai menyampaikan informasi yang diperolehnya dengan penuh kehati-hatian.
" Cuko, berdasarkan informasi yang ku peroleh dari orang suruhan kita. Kakak ipar sedang berada di rumah sakit x." Memasang mode serius.
Cuko Sukatmaja mengernyitkan keningnya sedang berpikir siapa yang sakit, sehingga istrinya pergi ke rumah sakit tanpa meminta izin terlebih dahulu padanya dan tidak mengajaknya. Apa jangan-jangan dia...
Mario yang mengenal betul Cuko mengetahui apa yang ada di benak Cuko saat ini.
__ADS_1
"Apa yang ada di benakmu benar, Cuko! Kakak ipar ke rumah sakit menemui mantan kekasihnya. Mantan kekasih kakak ipar sedang terluka sehingga perlu di bawa ke rumah sakit." Jelas Mario.
"Kurang ajar." Cuko Sukatmaja menggeram seperti hewan buas yang ingin menerkam mangsanya.
" Beraninya dia pergi tanpa izin dariku." Mengucapkan setiap kata-katanya berlahan dan menahan geram.
Mario yang mengetahui sudah ada sinyal perubahan atmosfir di ruangan kerja Cuko, langsung bertindak meletakkan telepon genggamnya di atas meja Cuko.
"Apa ini?" Tanya Cuko.
Sesantai menikmati angin sepoi-sepoi di tepi pantai sambil meminum air kelapa muda.
"Aku tau itu telepon genggam! Tapi untuk apa kau meletakkannya di atas meja kerjaku? Bersungut-sungut tidak dapat menahan emosi.
" Disitu ada video kakak ipar di rumah sakit. Hanya saja video di dalam ruangan pasien tidak dapat diambil karena bisa ketahuan orang suruhan kita sedang menguntit kakak ipar. Video yang tertera hanya percakapan antara kakak ipar dan seorang gadis seumuran kakak ipar. Mungkin saja kau mau melihatnya. Aku permisi mau melanjutkan pekerjaanku yang tertunda." Mario beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Baru memegang gagang pintu Mario sudah membalikkan kembali tubuhnya dan berkata.
"Kau pasti senang melihat video itu!" Meyakinkan Cuko kemudian meninggalkan ruangan Cuko Sukatmaja.
'Memangnya apa isi videonya, sampai aku akan senang melihatnya?' Bergumam dalam hati.
Cuko Sukatmaja tidak sabar melihat apa isi video yang ada di dalam telepon genggam milik Mario. Dia segera mengambilnya dari atas meja kerjanya dan membukanya. Keningnya tampak berkerut sambil memandangi layar telepon genggam milik Mario sampai akhirnya raut wajah serius itu berubah.
"Aku mendukungmu Adira Winata. Berusahalah untuk mendapatkan hati Samuel. Karena aku yakin kau adalah wanita baik-baik yang pantas mendampinginya. Berusahalah dan berdoa mudah-mudahan kalian diciptakan memang untuk bersama. Jika Tuhan berkehendak kalian akan dipersatukan." Ucap Meilink dengan penuh keyakinan dalam video yang berdurasi pendek tersebut.
Cuko Sukatmaja merasa sangat senang mendengar perkataan istrinya yang mendukung gadis di video tersebut untuk mendapatkan hati Samuel. Cuko Sukatmaja meyakini bahwa istrinya sudah melepaskan Samuel dari hatinya.
Cuko tidak mengetahui bahwa Mario...
#Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya 😍
__ADS_1