
"Jangan coba-coba menyudutkanku kucing kecil. Kau tidak memiliki bukti apa pun untuk menyudutkanku." Mencibir Meilink
Cuko Sukatmaja dengan pongahnya menyakini bahwa Meilink tak memiliki bukti apa pun untuk menyudutkannya. Karena Cuko Sukatmaja bukan lelaki yang tidak bermoral. Walaupun, sebenarnya Cuko Sukatmaja dapat saja dengan mudah mendapatkan tubuh wanita yang diinginkannya selama ini. Namun, Cuko Sukatmaja tidak pernah melakukan hubungan suami istri sebelum dia menikah. Cuko Sukatmaja hanya ingin melakukannya dengan istri sahnya saja. Istri yang berhak untuk memilikinya seorang diri. Istri yang akan mengklaim kepemilikannya terhadap Cuko Sukatmaja. Istri yang akan mendapatkannya secara utuh, enggan untuk berbagi dengan wanita lain.
Meilink mungkin adalah gadis beruntung yang akan menjadi istri dari Cuko Sukatmaja yang sangat diidam-idamkan para wanita. Tetapi, Meilink bukanlah salah satu dari sekian banyak wanita yang mengidam-idamkan Cuko Sukatmaja. Justru Meilink sangat tidak menyukai Cuko Sukatmaja bahkan Meilink sangat jengkel menghadapi Cuko Sukatmaja. Ingin rasanya dia kabur saja dari kafe ini dari tadi. Tapi karena keinginanan untuk menantang Cuko Sukatmaja yang sangat arogan ini. Dia pun mengurungkan niatnya untuk pergi dari kafe tersebut, dan malah berdebat dengan Cuko Sukatmaja.
"Aku punya bukti nyata yang tidak bisa Mas pungkiri." Meilink mengulas senyum mengejek ke arah Cuko. Seperti sedang menantang Cuko untuk bertarung.
"Hei, Kucing kecil. Memangnya kau punya bukti nyata apa yang tidak bisa kupungkiri." Menatap tajam ke arah Meilink tak mau kalah dari Meilink.
Dengan bersungut-sungut Meilink mengutarakan apa yang ada sejak tadi di dalam hatinya.
"Bukti nyatanya ada pada tubuh Mas sendiri." Menuduh Cuko tanpa gentar, seperti mencemooh Cuko Sukatmaja.
'Apa maksud si Kucing kecil, kalau buktinya ada pada tubuhku?' Dalam hati Cuko bertanya-tanya.
'Aku memang tampan tapi bukan berarti aku memanfaatkan ketampananku untuk menaklukkan para wanita agar mau kutiduri. Memang banyak para wanita yang justru menawarkan tubuhnya secara langsung kepada Cuko Sukatmaja tanpa segan-segan dan tanpa tau malu. Tapi bukan berarti Cuko Sukatmaja menerima tawaran para wanita tersebut untuk menjamah tubuhnya secara suka rela. Apa aku seberengsek itu dimatanya? Aku masih perjaka Kucing kecil. Kau gadis beruntung yang akan merasainya nanti.' Gumam Cuko Sukatmaja dalam hati.
__ADS_1
Secara fisik Cuko memang terbilang tampan. Bukan terbilang lagi sich namanya tapi malah ketampanannya sangat tidak manusiawi. Tubuhnya tinggi, berotot karena sering berolah raga, berkulit putih bersih, potongan rambutnya sangat pas dengan bentuk wajahnya dengan hiasan alamiah dari sananya dengan sedikit janggut. Jika diihat-lihat postur tubuhnya semua memenuhi porsi yang enak untuk dipandang oleh mata. Sepertinya tidak ada celah setitik pun pada fisik Cuko Sukatmaja.
Sambil menggertakkan giginya menahan emosi Cuko berkata.
"Hei, Kucing kecil. Aku memang tampan. Tapi bukan berarti aku memanfaatkan ketampananku untuk menaklukkan wanita agar mau kutiduri." Mengucapkanya berlahan-lahan memberikan penekanan pada setiap kata yang diucapkannya. Agar Meilink dapat mendengar semua perkataannya dan dapat dipahami dengan baik oleh Meilink.
'Sombong sekali lelaki ini. Iya sich dia memang tampan bahkan malah tampannya kebangetan.' Meilink memanyunkan mulutnya dan bergumam dalam hati.
Meilink ingin sekali memungkiri kenyataan bahwa Cuko Sukatmaja adalah lelaki yang tampan. Namun, kejujuran hanya dapat diungkapkan di dalam hati. Yang namanya gengsi untuk mengakui tentu saja pasti ada kan. Maka itu, Meilink memutuskan tidak mengakui ketampanan calon suaminya yang ada dihadapannya ini.
"Sok tampan dirimu mas. Lebih tampan mantan pacarku daripada dirimu Mas." Tampak bersungut-sungut.
'Dasar Kucing kecil. Apa kau tidak menyadari kalau calon suamimu ini sangat tampan. Dasar gadis bodoh. Memangnya setampan apa mantan pacarmu sehingga kau bilang dia lebih tampan dari diriku? Jangan bilang namaku Cuko Sukatmaja kalau tidak bisa membungkam mulut gadis pembangkang sepertimu.' Kobaran kemarahan Cuko tergambar jelas di mata tajamnya yang menusuk.
Cuko Sukatmaja ingin menyadarkan calon istrinya ini, bahwa calon suaminya sangatlah tampan. Meilink pasti tidak menyadari apa yang telah terjadi di sekelilingnya dari tadi. Karena terlalu sibuk berdebat dengan Cuko Sukatmaja. Cuko Sukatmaja ingin membungkam mulut calon istrinya dengn cara yang paling ampuh dan memukau.
"Hei, kucing kecil. Coba lihat ke sekelilingmu!" Memberi perintah yang tak terbantahkan dengan tatapan yang membuat orang menelan ludahnya saat bersirobok dengan mata tajam milik Cuko.
__ADS_1
Mau tak mau meilink menolehkan kepalanya ke sekelilingnya. Awalnya Meilink tidak paham apa tujuan Cuko Sukatmaja menyuruhnya melihat ke sekelilingnya. Setelah beberapa menit menatap ke sekelilingnya Meilink baru menyadari. Betapa terkejutnya Meilink dengan pemandangan yang ada dihadapannya. Selama duduk berdua dengan calon suaminya tadi di kafe tersebut, dia tidak menyadari bahwa banyak sekali bepasang-pasang mata yang memandang ke arah mereka tanpa izin. Tepatnya memandang ke arah Cuko, sang calon suami Meilink. Ada yang memandang sambil menganga tanpa tau malu, ada yang air liurnya sampai menetes tidak disadarinya, ada yang mengambil foto calon suami Meilink tanpa izin, bahkan ada yang mengabaikan pasangannya di kafe tersebut hanya untuk menatap ke arah Cuko saja. Semua wanita di kafe tempat Meilink dan Cuko sekarang, sedang menatap Cuko dengan pandangan mata yang terkagum-kagum dengan ciptaan Tuhan yang paling indah di hadapan mereka. Seperti tidak ingin melewatkan pemandangan indah di hadapan mereka. Tidak ada satu pun mata para wanita di cafe tersebut yang berkedip saat memandang Cuko Sukatmaja.
'Apa-apaan semua orang ini?' Dalam hati Meilink bergumam.
Dari ekspresi Meilink yang terbaca oleh Cuko, terlihat jelas bahwa Meilink menyatakan bahwa orang-orang yang di sekeliling mereka sedang menatap orang yang paling tampan. Cuko semakin menunjukkan keangkuhannya yang kentara.
" Sekarang, apakah kau sudah sadar bahwa calon suamimu ini sangat tampan, Kucing kecil?" Sambil mengerdikkan sedikit dagunya.
Tanpa bisa berkata-kata Meilink hanya bisa menganggukkan kepalanya pertanda membenarkan perkataan calon suaminya. Sekejap itu juga Meilink terkesiap dan memdelikkan matanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba untuk berkilah sebisanya.
Senyum tipis di ujung bibir Cuko yang tak bisa tertahan oleh Cuko akhirnya lepas juga, yang menambah ketampanannya semakin bersinar cerah. Bila seseorang melihatnya pasti akan terpana dengan sinar ketampanan yang tak manusiawi.
'Sial. Kenapa dia tersenyum sich bikin aku gak kuat liatnya.' Dalam hati Meilink bergumam.
Tiba-tiba ada suara gubrak. Seperti ada sesuatu yang jatuh. Tidak jauh dari posisi meja Cuko dan Meilink.
####"Apa gerangan yang jatuh? Ada yang bisa nebak?"##
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, dan kasih aku vote yang ikhlas ya🤩