Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Senjata Ampuh


__ADS_3

"Memangnya kakak ipar menolak apa? Bukannya kalian sudah menikah? Itu Kan berarti kakak ipar tidak menolak menikah denganmu." Semakin menyelidiki apa penyebab kemarahan Cuko pagi ini.


Mario tidak mengetahui bahwa Meilink tidak menolak menikah dengan Cuko Sukatmaja bukan karena Meilink menyukai Dan mencintai Cuko Sukatmaja. Meilink menerima menikah dengan Cuko Sukatmaja hanya karena memenuhi keinginan kedua orang tuanya dan kedua orang tua Cuko Sukatmaja. Meilink dan Cuko Sukatmaja menikah karena perjodohan. Tidak ada cinta yang mendasari hubungan pernikahan di antara mereka berdua.


"Dia menolak tidur seranjang dengan ku. Bahkan saat aku ketiduran karena terlalu lama menunggunya. Setelah dia kembali ke kamar pengantin kami, dia memutuskan untuk tidur di sofa." Cuko Sukatmaja bersungut-sungut menjelaskan penolakan istrinya kepada sepupunya.


Cuko Sukatmaja merasa sangat terhina karena penolakan yang diberikan istrinya kepadanya. Jangankan untuk melakukan hungan intim di ranjang pengantin mereka, Meilink bahkan menolaknya untuk tidur bersama di ranjang. Meilink lebih memilih tidur di sofa dari pada tidur di ranjang dengan Cuko Sukatmaja.


"Apa, tidur di sofa? Sepertinya kau tidak pandai menjinakkan wanitamu, Cuko!" Mario terkekeh.


Merasa geli sendiri mendengar penjelasan Cuko Sukatmaja tentang penolakan yang dilakukan Meilink kepada Cuko Sukatmaja, dengan cara tidur di sofa bukannya tidur bersama Cuko Sukatmaja di ranjang pengantin mereka.


"Hei, kau pikir istriku binatang liar yang harus dijinakkan? Dia istriku tau." Terdengar jengkel kepada Mario seenaknya saja mengatai istrinya seperti itu.


"Ya, ya, ya aku tau Meilink adalah istri dari Cuko Sukatmaja. Istri dari seorang pengusaha parfum paling sukses di dunia. Tapi, sepertinya ketampanan dan kekayaanmu tidak menyilaukan mata Meilink, cuko!" Menebak dengan sangat tepat sekaligus menghancurkan harga diri Cuko Sukatmaja yang setinggi langit itu.


'Hhmmm...wanita yang menarik. Wanita ini hebat sekali bisa membuat seorang Cuko Sukatmaja yang arogan menjadi uring-uringan mengamuk tak jelas kepada semua karyawan. Kalau ini berlangsung lebih lama, ini akan menyebabkan malapetaka di perusahaan ini. Bahkan berimbas pada cabang perusahaan milik Cuko yang lainnya. Karena satu wanita saja bisa bangktut ini perusahaan. hhmmm... Memang wanita racun dunia!' Mario bergumam dalam hati.

__ADS_1


Mario selama ini tidak suka berurusan dengan wanita karena suatu alasan di masa lalu yang tidak bisa diungkapkannya. Dari masalah masa lalu inilah yang membuatnya menganggap wanita hanyalah pengganggu yang harus dihindari. Mario menganggap wanita sebagai racun dunia.


Apalagi dia melihat sepupunya selalu menghadapi wanita-wanita yang hanya melihat Cuko Sukatmaja karena ketampanan dan kekasihnya saja. Para wanita yang mendekati Cuko Sukatmaja selama ini tidak pernah dilihat Mario sungguh-sungguh mencintai dan menyayangi Cuko Sukatmaja.


Cuko Sukatmaja tampak menjambak-jambak rambutnya sendiri dan mengeluarkan suara menggeram seperti hewan buas yang ingin memakan mangsanya. Keadaannya sungguh acak-acakan, sangat tak terkendali.


Melihat keadaan Cuko Sukatmaja seperti itu membuat Mario harus memberinya Saran yang cukup ekstrim untuk seorang Meilink.


"Kenapa kau menahan diri kalau kau menginginkannya bukanlah kau memiliki hak atas jiwa dan raganya?" Mengkerutkan keningnya menelisik kedalaman hati Cuko.


Cuko Sukatmaja terlihat berpikir sambil mengkerutkan keningnya.


'Hubungan pernikahan kami bukan berdasarkan cinta. Meilink tidak mencintaimu, jika aku memaksakan kehendakku tanpa adanya kerelaan dari Meilink untuk melayaniku di ranjang. Itu akan membuatnya trauma di kemudian hari. Tapi mana mungkin aku mengatakan ini semua kepada Mario. Bisa hancur harga diriku.'


"Kalau begitu buatlah keadaan yang membuat istrimu menyerahkan dirinya dan naik ke ranjangmu dengan suka rela!" Mario memberikan pendapatnya yang lebih masuk akal menurutnya.


Cuko Sukatmaja tampak mengkerutkan keningnya seperti sedang berpikir keras bagaimana caranya membuat istrinya menyerahkan diri kepadanya dan naik ke ranjangnya dengan suak rela. Tanpa memaksakan kehendaknya secara sepihak yang akan membuat istrinya trauma jika disentuh oleh dirinya. Dia juga ingin memberikan kenyamanan kepada istrinya agar hubungan mereka berdua semakinembaik ke depannya.

__ADS_1


Cuko Sukatmaja ingin istrinya melupakan mantan kekasih istrinya yaitu Samuel. Agar hubungannya menjadi normal seperti hubungan suami istri yang lainnya. Cuko Sukatmaja menyadari bahwa istrinya masih sangat mencintai samuel dan masih belum melupakannya. Seluruh hati istrinya masih milik samuel. Cuko Sukatmaja ingin mengeluarkan Samuel dari hati istrinya dan menempatkan dirinya di hati istrinya seutuhnya. Dia ingin hanya dirinya lah yang ada di hati istrinya. Jadi, Cuko Sukatmaja harus bermain cantik dalam menghadapi istri lugunya ini. Agar dia tidak terlihat buruk Dan tetap mendapatkan hati istrinya.


"Apakah kau punya ide brilian untuk membuat istriku menyerahkan dirinya padaku dan naik ke ranjangmu dengan suka rela?" Tak sabaran menunggu jawaban Mario.


" Kau bisa membuat suatu kesepakatan dengan istrimu, yang membuat dia tidak dapat menolakmu. Bahkan dia sendiri yang akan menyerahkan dirinya sendiri dan naik ke ranjangmu dengan suka rela." Mario memberi solusi kepada Cuko.


Cuko Sukatmaja tampak berpikir keras, dia mengkerutkan keningnya kemudian tersenyum seringai di bibir tipisnya. Cuko langsung teringat dengan persyaratan yang diberikannya kepada Meilink. Saat Meilink meminta izin darinya agar Meilink dapat melanjutkan pendidikannya ke tingkat universitas. Sebagai suami yang tidak ingin mengekang istrinya Cuko mengizinkan Meilink melanjutkan pendidikannya. Cuko mengizinkan Meilink melanjutkan pendidikannya dengan persyaratan, Meilink harus menjadi istri yang seutuhnya bagi Cuko dan melakukan hubungan suami istri di ranjang sebanyak sepuluh kali satu hari tanpa boleh menolaknya. Jika cuko menagih kesepakatan yang telah mereka lakukan saat di dalam mobil itu. Tentu saja Meilink akan menyerahkan dirinya pada Cuko dan dengan suka rela naik ke ranjang Cuko untuk melaksanakan kesepakatan mereka. Sungguh cara yang licik tapi ampuh dalam hati Cuko. Tanpa sadar Cuko Sukatmaja tersenyum seringai memikirkan rencana liciknya. Senyum seringai di bibir Cuko tentu dapat ditangkap oleh indra penglihatan Mario, yang membuat Mario tidak tahan ingin bertanya.


"Mengapa kau tersenyum? Apakah kau sedang merencanakan rencana licik?" Mario menelisik kedalaman hati Cuko.


"Aku sudah memiliki senjata ampuh untuk menaklukkan wanitaku malam ini!" Tersenyum seringai licik muncul di ujung bibir Cuko Sukatmaja yang Tak bisa disembunyikannya di hadapan Mario.


'Sepertinya ini waktu yang tepat untuk menskakmat Cuko atas apa yang dilakukannya hari ini.' Gumam Mario dalam hati.


"Apa pun senjata yang kau miliki untuk menaklukkan wanitamu itu, aku harap kau berhasil malam ini. Karena kalau kau tidak berhasil bisa-bisa setiap pagi kau akan menjadikan para karyawanmu bahan sasaran amukanmu lagi." Menyindir Cuko secara terang-terangan.


Cuko hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan mario, seketarisnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap partnya ya


__ADS_2