Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Dukungan Meilink


__ADS_3

"Oh..ini. Saat aku hendak berdiri, aku tidak sengaja menyenggol sudut meja yang berbahan kaca di ruang tamu rumah Adira Winata." Samuel menyembunyikan kebenaran dari Meilink.


"Lain kali hati-hati, Sam!" Ucap Meilink pada Samuel.


Tampak tersirat dari wajah Meilink, dia sangat mengkhawatirkan Samuel.


"Iya, aku akan lebih hati-hati lagi kedepannya." Sambil tersenyum manis ke arah gadis yang dirindukannya ini.


Samuel dan Meilink asik berbincang-bincang masalah keadaan Samuel. Sedangkan, Adira Winata akhirnya merasa lega karena Samuel tidak mengungkapkan perihal kejadian sesungguhnya yang terjadi di antara mereka berdua.


" Meilink, sebaiknya kau segera pulang. Karena aku khawatir nanti suamimu akan salah paham dengan kita. Lagi pula aku sudah tidak apa-apa sekarang. Kau bisa lihatkan aku baik-baik saja." Bujuk Samuel kepada Meilink agar segera pulang.


'Ah, iya. Aku sudah bersuami ya sekarang. Bagaimana ini?' Gumam Meilink dalam hati.

__ADS_1


"Baiklah, aku permisi pulang dulu ya. Aku rasa Adira Winata akan menjagamu dengan baik." Meilink berkata sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Adira Winata.


Adira Winata terkesiap melihat tingkah laku Meilink kepadanya seperti memberi dukungan atas hubungan Samuel dan dia.


'Andai saja kau tau Meilink apa yang telah terjadi di antara aku dan Samuel. Kau tidak akan mungkin menggodaku dengan Cara seperti itu.' Gumam Adira Winata dalam hati.


Adira Winata mengantarkan Meilink keluar dari ruangan perawatan Samuel. Saat mereka keluar Meilink menggandeng tangan Adira Winata, setelah mereka berdua sudah berada di luar ruangan perawatan Samuel, Meilink mengajak Adira Winata mengobrol sejenak.


" Adira, apakah kau sangat mencintai Samuel?" Meilink bertanya kepada Adira Winata dengan penuh kehati-hatian sambil memegang kedua tangan Adira Winata dan saling berhadap-hadapan.


"Aku tau kalau kau sangat mencintai Samuel, Adira. Walaupun kau tidak menjawab pertanyaanku tadi. Aku sangat yakin kalau kau mencintainya, hanya dengan melihat caramu menatapnya saja semua orang pasti tau itu." Ucap Meilink berlahan-lahan dengan lembut setiap kata-katanya.


Adira Winata yang mendengar ucapan Meilink langsung mendongakkan kepalanya menatap Meilink.

__ADS_1


"Adira." Meilink berhenti sejenak dan menarik napas dalam-dalam lalu berucap.


"Jujur, aku juga sangat mencintai Samuel. Namun, takdir kami tidak untuk bersama. Aku rasa kaulah wanita yang pantas bersama dengan Samuel dan mendampinginya nanti. Karena kau selalu ada untuknya selama ini. Kuharap kau tidak akan mengecewakan Samuel seperti aku mengecewakannya."


Meilink berhenti sejenak untuk menenangkan hatinya. Meilink menarik napas panjang lalu menghembuskannya kasar dan berucap.


"Aku mendukungmu Adira Winata. Berusahalah untuk mendapatkan hati Samuel. Karena aku yakin kau adalah wanita baik-baik yang pantas mendampinginya. Berusahalah dan berdoa mudah-mudahan kalian diciptakan memang untuk bersama. Jika Tuhan berkehendak kalian akan dipersatukan." Ucap Meilink dengan penuh keyakinan.


Adira Winata tidak dapat berkata-kata, matanya tampak berkaca-kaca mendengar ucapan Meilink yang mendukungnya dengan penuh keyakinan bahwa dia adalah wanita baik-baik yang pantas mendampingi Samuel. Serasa kepercayaan diri Adira Winata tersedot habis tiada sisa ke dasar bumi. Karena dia tau betul wanita seperti apa dirinya. Dia hanyalah wanita kotor yang mengharapkan sedikit cinta dari seorang pria yang terlalu suci untuk diraih.


Adira pun tak kuasa menahan untuk...


#

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya


__ADS_2