
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun di jalani Samuel dengan penuh suka cita menjalani hidupnya. Samuel menghabiskan waktunya dengan bekerja dan menyelesaikan pendidikannya. Sekarang Samuel sudah menjadi pebisnis yang sukses. Selain bisnis laundrynya yang semakin maju pesat di kota-kota besar di penjuru daerah. Kini Samuel merambah ke bisnis lainnya seperti bisnis property, kuliner, dan fashion. Ilmu yang diperolehnya tidak disia-siakannya sama sekali. Samuel merintis semua usahanya mulai dari nol hingga menjadi sangat maju sekarang. Samuel kini bukanlah seorang pebisnis yang dapat dipandang dengan sebelah mata. Samuel bukan lagi seorang pelajar SMA yang hanya membuka usaha laundry kecil-kecilan lagi. Karena kesuksesannya itu membuat Samuel menjadi primadona para wanita. Banyak sekali wanita cantik dan seksi yang menginginkannya, untuk menjadikan Samuel sebagai pendamping hidup mereka. Banyak para wanita yang mencoba mencari-cari perhatian Samuel secara terang-terangan bahkan dengan cara licik untuk menjatuhkan lawan saingannya. Namun, semua usaha yang dilakukan para wanita cantik dan seksi-seksi itu tidak ada gunanya bagi Samuel. Mereka semua hanya dianggap sebagai angin lalu.
Semua itu karena hati Samuel masih dipenuhi oleh mantan kekasihnya yang sangat dicintainya. Kata orang cinta pertama itu sangatlah sulit untuk dilupakan, karena cinta pertama kita adalah orang yang pertama kali mengenalkan pada kita bagaimana rasanya mencintai dan menyayangi lawan jenis kita. Hal ini juga terjadi pada Samuel, Meilink adalah cinta pertama Samuel bahkan mungkin cinta pertama dan terakhir Samuel. Jika dilihat dari kasat mata sekalipun sangat terlihat bahwa Samuel tidak dapat melupakan Meilink. Setiap dia berkencan dengan wanita, Samuel selalu mengatakan pada wanita yang dikencaninya bahwa 'dia tidak mirip dengan Meilink'. Pernyataan Samuel itu membuat para wanita kencannya merasa marah dan tersinggung, karena Samuel membanding-bandingkannya dengan Meilink (mantan kekasih Samuel).
#
Samuel menghabiskan waktunya dengan berkutat pada pekerjaan terus menerus tanpaengenal lelah. Kalau pun dia jenuh dengan semua aktifitasnya, dia selalu pergi ke tepi sungai.
"Selamat pagi, Tuan!" Sapa pegawai yang bekerja pada Samuel di kantor.
__ADS_1
"Selamat pagi!" Samuel tersenyum simpul kepada pegawainya.
"Donna, tolong diatur jadwal saya hari ini di percepat satu jam!" Perintah Samuel kepada pegawainya.
"Baik, Tuan! Apakah tuan ingin pulang lebih cepat hari ini?"
"Iya, saya akan pulang lebih awal hari ini!" Samuel tersenyum manis.
Senyuman manis Samuel tetap lengket di bibirnya setiap kali berbicara pada para pegawainya. Dia tidak pernah berkata kasar atau bertindak melebihi batas kemanusiaan kepada para pegawainya.
__ADS_1
'Apakah tuan Samuel akan ke tepi sungai itu lagi?' Donna bergumam dalam hati.
Donna yang sangat ingin tau sekali tentang Samuel, selalu membuntuti kemana saja Samuel. Jika Donna terhalang oleh tugas-tugas yang diberikan Samuel padanya, dia akan menyewa orang untuk mengikuti kemana saja Samuel pergi. Perasaan Donna yang besar kepada Samuel membuatnya kehilangan akal sehatnya. Semua gaji yang diperolehnya dari bekerja sebagai pegawai Samuel digunakannya untuk menyewa orang untuk membuntuti Samuel. Dari laporan yang diterimanya dan kenyataan yang diperolehnya saat membuntuti Samuel, Samuel sering sekali pergi ke tepi sungai.
'Sebenarnya apa yang istimewa dari sungai itu? Dari apa yang kulihat tidak ada keistimewaannya, semua sungai hampir sama. Apakah ada sesuatu yang berbeda sehingga membuat tuan Samuel sering sekali datang ke sana? Tapi apa?' Gumam Donna dalam hati.
#
Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya😍
__ADS_1