
Pagi hari setelah malam pertama yang gagal membuat suasana hati Cuko Sukatmaja menjadi menggelap. Cuko Sukatmaja memutuskan untuk berangkat kerja pagi-pagi buta tidak seperti biasanya. Sedangkan, Meilink saat Cuko Sukatmaja berangkat kerja dia malah masih tidur di sofa. Karyawan di perusahaan Cuko Sukatmaja menjadi sasaran amukannya. Semua karyawan yang bertemu langsung dengannya semua mendapatkan sarapan pagi yang mencekam, sarapan bentakan-bentakan big bos. Tidak ada satu pun yang berani membantah ucapan big bosnya yaitu Cuko Sukatmaja. Seketaris Cuko Sukatmaja juga mendapat amukan Cuko Sukatmaja tanpa oandang bulu. Padahal, seketarisnya ini selalu melakukan tugasnya dengan cara professional jarang sekali melakukan kesalahan walaupun kesalahan sekecil apa pun. Namun, karena suasana big bosnya ini sedang tidak baik maka dia pun mendapatkan sarapan pagi berupa bentakan-bentakan yang memejamkan telinga.
Mario, seketaris Cuko Sukatmaja juga tidak lepas dari amukan big bosnya. Walaupun Mario adalah sepupu dekat Cuko Sukatmaja, dia juga tidak berani menghadapi big bosnya ini kalau sedang mengamuk. Dia hanya bisa menunggu sampai suasana hati big bosnya membaik. Baru Mario bisa mencoba mengajak bicara big bosnya dari hati ke hati. Jika Mario memaksakan kehendaknya untuk berbicara dari hati ke hati dengan big bosnya bisa-bisa nanti dia malah dipecat tanpa belas kasihan. Mario tau benar bagaimana karakter big bosnya karena mereka dibesarkan bersama-sama di lingkungan keluarga yang sama. Mario adalah anak yatim piatu. Ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan. Maka dari itu ayah dan ibu Cuko Sukatmaja lah yang membesarkannya seperti anak kandungnya sendiri. Mario dibesarkan di keluarga Cuko Sukatmaja tetapi mendapatkan kasih sayang yang sama seperti yang diperoleh Cuko Sukatmaja, tidak ada bedanya. Mario mendapatkan pendidikan yang sama dengan Cuko Sukatmaja mereka sekolah di sekolah yang sama. Semua fasilitas mewah yang dimilikinya juga karena orang tua Cuko Sukatmaja, walaupun ada sebagian dari kemewahan yang dimilikinya sekarang adalah karena jerih payahnya bekerja sebagai seketaris Cuko Sukatmaja. Tetapi Mario tidak pernah melupakan kebaikan keluarga cuko Sukatmaja kepadanya. Setelah menyelesaikan pendidikannya dia bekerja di perusahaan milik Cuko Sukatmaja sebagai seketaris. Mario selalu bekerja keras membantu Cuko Sukatmaja dalam mengembangkan, memperluas, dan memajukan perusahaan milik Cuko Sukatmaja. Mario selalu memberi ide-ide cemerlang kepada Cuko Sukatmaja membantunya tanpa pamrih. Bahkan, dia selalu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi Cuko Sukatmaja dengan cara yang cukup ekstrim.
Setelah satu jam setengah Cuko Sukatmaja menyalurkan emosinya kepada para karyawannya dia kembali masuk ke ruangannya untuk menenangkan dirinya sendiri. Mario dengan sigap melangkah mengikuti Cuko Sukatmaja. Mario pun mengikuti langkah big bosnya dari belakang untuk memasuki ruangan Cuko Sukatmaja. Mario berniat untuk menanyakan apa masalah yang membuat Cuko Sukatmaja melampiaskan kemarahannya kepada semua karyawan di perusahaan sampai satu jam penuh.
Cuko Sukatmaja memasuki ruangan kerjanya dengan gaya arogannya. Kemudian mengambil posisi yang seharusnya.
Cuko Sukatmaja duduk di kursi kebesarannya, tampak Cuko Sukatmaja memijit pangkal hidungnya dan menghela napas panjang. Dia terdengar menarik napas dengan berat dan menghembuskannya dengan kasar.
Mario yang terlihat cemas melihat keadaan Cuko Sukatmaja lalu mencoba membuka pembicaraan.
"Apakah ada yang mengusik dirimu Cuko?" Berbicara dengan penuh kehati-hatian agar tidak menyulutkan api kemarahan Cuko Sukatmaja lagi untuk yang kesekian kalinya.
Mario tau kalau Cuko Sukatmaja sangat sulit diajak bicara baik-baik. Mario mencoba mengajak bicara Cuko Sukatmaja dengan santai.
__ADS_1
Jika mereka sedang berdua saja di ruangan kerja Cuko Sukatmaja, Mario tidak bersikap formal dengan Cuko Sukatmaja. Mereka tampak seperti berteman akrab bukan seperti atasan dengan bawahan.
"Dia menolakku terang-terangan!'' Mendongakkan kepala untuk menatap Mario. Mengungkapkan apa yang sedang mungsik hatinya dari tadi secara gamblang dihadapan Mario. Seperti sedang curhat dengan sahabatnya tidak ada ynag dirahasiakannya kepada Mario.
Mario tampak berpikir apa yang dimaksudkan Cuko Sukatmaja . Apa yang yang ditolak? Siapa yang ditolak? Belum begitu jelas entah apa yang dimaksudkannya. Mario berpikir keras lalu muncul di benaknya pasti masalah wanita. Tapi Mario kurang percaya dengan apa yang ada dibenaknya.
'Memangnya ada ya wanita yang menolak Cuko Sukatmaja?' Biasanya wanita hanya dengan melihat ketampanannya saja sudah terhipnotis. Aku saja kalau menjadi seorang wanita pasti tidak akan mungkin menolaknya. Ini malah Ada wanita yang menolaknya. Apa wanita itu tidak punya mata? Tapi, siapa dia? Hebat sekali wanita ini, pasti dia wanita yang spesial bagi cuko. Apakah kecantikan wanita ini sangat luar biasa, sampai di atas rata-rata para wanita Cuko selama ini? wah...pasti dia sangat seksi? Lekuk tubuhnya bagai gitar spanyol mungkin.Seistimewa apa sich wanita ini? Aku jadi ingin berlutut dihadapannya dan mengatakan, kau keren sekali dapat menaklukkan makhluk buas ini.' Mario bergumam dalam hati.
'Eh...tunggu, tapi siapa dia?'
"Siapa lagi kalau bukan Meilink!"
Cuko Sukatmaja bersungut-sungut mengadukan istrinya kepada mario.
"Siapa Meilink?" bertanya lagi ingin lebih memperjelas siapa yang di maksud Cuko Sukatmaja.
__ADS_1
'Meilink, siapa wanita ini? Aku tidak pernah mendengar Cuko Sukatmaja menyebutkan nama wanita ini sebelumnya.' Gumam Mario dalam hatinya.
Mario tidak mengetahui Meilink adalah istri Cuko karena pada saat hari pernikahan Cuko, Mario harus menghadiri rapat di luar kota dan Mario baru kembali ke perusahaan pusat pagi ini. Terlebih lagi pernikahan Cuko Sukatmaja hanya dihadiri sanak saudara saja, tidak dipublikasikan ke media masa untuk menjaga privasinya. Itulah sebabnya, Mario sebagai sepupu dekat Cuko Sukatmaja sekali pun tidak tau siapa istri Cuko Sukatmaja.
"Kakak iparmu yang baru satu malam kunikahi, Mario!" Cuko Sukatmaja bersungut-sungut memberikan penjelasan siapa sebenarnya status Meilink yang dimaksudkannya.
Mario tersadar bahwa dia tidak hadir di pernikahan cuko. Oleh sebab itu dia tidak mengenal siapa Meilink yang dimaksudkan Cuko Sukatmaja.
"Ooohhhh... maaf aku tidak dapat menghadiri pernikahanmu. Tapi, apa benar dia menolakmu?" Semakin tertarik membahas tentang kakak iparnya.
"Tidak apa-apa nanti kalau kau menikah aku akan membalas perbuatanmu juga!" mengejek Mario dengan kata-katanya. Sambil menatap Mario dengan penuh makna. Mana ada wanita yang mau denganmu pria kasar yang suka melayangkan tangan ke wanita. masih mending diriku pria kasar tapi anti mengangkat tangan pada wanita.
Mario memang pria yang cukup kasar dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Bukan hanya pada lelaki bahkan dia sanggup menampar wanita. Jika wanita tersebut membuat masalah baginya. Mario bukan pria yang berbelas kasih terhadap orang yang di anggapnya pengganggu, pembuat masalah, dan penghianat dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Sampai sekarang Mario belum mempunyai kekasih mungkin karena sikapnya inilah yang memicu keadaan itu.
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komentari setiap partnya ya