Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Harapan yang Hilang


__ADS_3

"Mengatakan..." Ucapan Cuko Sukatmaja terpotong.


Ucapan Cuko Sukatmaja terpotong karena perhatiannya dan kedua orang tuanya ke arah pintu kamar perawatan Meilink yang dibuka oleh seseorang. Ternyata yang membuka pintu kamar perawatan Meilink adalah Ayah dan Ibu Meilink yang baru saja datang.


Terlihat keringat bercucuran di pelipis kedua orang tua Meilink. Kedua orang tuanya tampak cemas, mereka langsung berhambur ke arah tempat tidur perawatan Meilink. Cuko Sukatmaja dan Papanya langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri kedua orang tua Meilink, menuju ke tempat tidur perawatan Meilink.


"Bagaimana keadaan Meilink, Nak Cuko?" Tanya Ibu Meilink.


"Meilink sekarang baik-baik saja, Bu!" Ucap Cuko Sukatmaja.


Tiba-tiba saja Meilink pun siuman, dia mengedip-ngedipkan kelopak matanya untuk menetralkan matanya dengan cahaya yang masuk ke matanya.


"Ayah, Ibu." Meilink berucap dengan nada suara yang lemah sekali.


"Ya, sayang. Ini Ayah dan Ibu sudah datang!" Ucap Ibu Meilink dengan lembut.


"Ayah, Ibu maafkan Meilink dan mas Cuko ya!" Suara Meilink yang lemah menahan tangisnya.

__ADS_1


"Apa maksud permintaan maafmu, Nak! Kalian berdua kan tidak melakukan kesalahan apa pun. Mengapa Meilink meminta maaf?" Ucap Ibu Meilink dengan lembut dan penuh kasih sayang kepada putri semata wayangnya sambil mengelus-elus pucuk kepala Meilink.


Mami Cuko memotong perkataan antara besan dengan menantunya.


"Itu bukan kesalahan kalian berdua, Sayang! Anggap saja itu sebuah pelajaran untuk kedepannya agar lebih berhati-hati lagi. Jangan sampai terulang kembali. Tidak apa-apa kalian berdua kehilangan satu calon anak kalian. Kalau uda sembuh total kalian dapat melanjutkan aksi untuk mendapatkan keturunan. Bila perlu gaspol. Hahaha..." Mami Cuko Sukatmaja tertawa terbahak-bahak.


"Kehilangan calon anak? Memangnya Meilink dalam keadaan hamil saat terjatuh dari tangga?" Ayah Meilink terkejut.


Orang tua Meilink diberitahu oleh Cuko Sukatmaja bahwa Meilink terjatuh dari tangga, saat Cuko Sukatmaja menghubungi orang tua Meilink agar datang ke rumah sakit x.


Cuko Sukatmaja hanya dapat menganggukkan kepalanya pertanda apa yang dikatakan Ayah Meilink benar adanya.


Ayah Meilink selama ini mempunyai feeling kalau kehidupan rumah tangga anaknya sedang tidak baik-baik saja. Walaupun selama ini, Meilink tidak pernah menceritakan kepedihan yang dialaminya kepada kedua orang tuanya. Tapi, yang namanya orang tua pasti mengetahuinya walaupun hanya dengan melihat dari ekspresi wajah anaknya. Bahwa kehidupan rumah tangga anaknya tidak sedang baik-baik saja.


"Mengapa kalian tidak menjaga calon anak kalian dengan baik, Cuko?" Tanya Ibu Meilink tidak kalah khawatir.


"Kami juga tidak mengetahui bahwa Meilink sedang dalam keadaan mengandung, Bu!" Wajah Cuko Sukatmaja tampak pias.

__ADS_1


Meilink yang hanya mendengar perkataan orang tuanya, mertuanya dan suaminya tampak kebingungan dengan calon anak yang sedang diperbincangkan.


'Calon anak? Memangnya siapa yang hamil? Siapa yang kehilangan calon anak? Mengapa mas Cuko mengatakan kami juga tidak mengetahui bahwa aku sedang dalam keadaan mengandung? Siapa yang mengandung?' Gumam Meilink dalam hati.


Meilink tampak bingung dan Cuko Sukatmaja dapat menangkap ekspresi bingung istrinya, yang terlihat dengan jelas seperti buku yang terbuka.


"Sayang, kau dalam keadaan mengandung saat terjatuh dari tangga tadi!" Ucap Cuko Sukatmaja dengan penuh rasa kecewa.


"Apa? Mengandung?" Meilink berteriak.


"Bagaimana dengan keadaan janinku, Mas?" Tanpa dapat ditahan oleh Meilink air matanya jatuh bercucuran.


"Calon anak kita tidak dapat diselamatkan lagi." Ucap Cuko Sukatmaja dengan penuh rasa kecewa.


Meilink yang sedang dalam keadaan lemah harus menelan pil pahit kembali dengan kenyataan yang menyakitkan, harus kehilangan calon bayinya yang belum lahir ke dunia. Belum selesai masalah dengan suaminya yang ingin menceraikannya karena dianggap sebagai wanita mandul. Kini dia harus kehilangan calon bayinya, yang tadinya mungkin saja dapat menyelamatkan kehidupan rumah tangganya dengan suaminya. Kini harapan Meilink sirna sudah bagaikan ditelan bumi, hilang begitu saja.


'Akankah rumah tanggaku dapat diselamatkan kembali?' Gumam Meilink dalam hati.

__ADS_1


#


Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya 😍


__ADS_2