Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Rencana Adira Winata


__ADS_3

'*Sayang, apa kabarmu? Apakah kau baik-baik saja di sana? Aku sangat merindukanmu. Apakah kau merindukanku juga di sana?Apakah kau sudah melupakanku, Samuel*?' Gumam Meilink dalam hati yang tertuju pada Samuel mantan kekasihnya.


Meilink membalikkan tubuhnya membelakangi tubuh suaminya dan menahan tangisnya dengan menutup mulutnya, agar suaminya tidak mendengar suara isak tangisannya. Karena suaminya sedang tidur di sampainya.


#


Samuel yang sedang patah hati karena gadis pujaan hatinya menikah dengan lelaki lain, belum bisa move on dari mantan kekasihnya. Walaupun ada seorang gadis remaja yang cantik selalu menghiburnya dia tatap tidak mengalihkan perasaannya kepada yang lain. Meilink telah menguasai hati Samuel sepenuhnya sehingga tidaka ada satu pun wanita yang dapat menggantikannya.


Adira Winata gadis cantik yang selalu mendekati Samuel untuk mendapatkan perhatian Samuel juga tidak dapat meluluhkan hati Samuel. Segala macam cara dibuat oleh Adira Winata namun tetap saja tidak membuahkan hasil. Sampai suatu hari terjadi insiden yang tidak pantas dilakukan seorang wanita terhormat seperti Adira Winata.


Adira Winata dan Samuel kuliah di kampus yang sama. Mereka mengambil jurusan yang sama dan kebetulan berada satu kelas yang sama. Ralat bukan kebetulan tetapi memang itu semua sudah direncanakan oleh Adira Winata jauh-jauh hari. Adira Winata adalah anak pemilik kampus tempat Samuel dan Adira Winata kuliah. Jadi, Adira Winata bebas menentukan dia mau mengambil jurusan dan kelas yang mana sesuka hatinya. Maklumlah anak pemilik kampus mah bebas.


Karena Adira Winata dan Samuel satu jurusan dan satu kelas, membuat mereka sering bertemu dan sering mengerjakan tugas-tugas kuliah bersama-sama. Kesempatan inilah yang dimanfaaatkan Adira Winata untuk melancarkan niatnya yang sudah lama ingin direalisasikannya untuk mendapatkan Samuel secara licik.


#

__ADS_1


Hari ini Samuel dan Adira Winata mendapatkan tugas dari dosen. Sebenarnya dalam satu kelompok kerja bukan mereka berdua saja dalam satu kelompok. Tetapi masih ada tiga orang lagi teman mereka. Namun, karena ketiga temannya lagi dalam keadaan sakit maka mereka berdualah yang mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Adira Winata. Adira Winata membujuk Samuel agar mengerjakan tugas-tugas kuliah mereka di rumahnya saja, dengan alasan kalau di rumahnya bisa menggunakan wi.. gratis tidak perlu bayar.


"Samuel, bagaimana kalau kita mengerjakan tugas-tugas kuliahnya di rumahku saja. Lagi pula di rumahku kita bisa menggunakan wi.. gratis tidak perlu bayar." Memancarkan wajah penuh harapan agar Samuel menerima usulnya.


"Ehmm...gimana ya Dira? Aku gak enak sama orang tua kamu." Samuel segan.


"Tidak usah segan dengan orang tua aku, Sam. Kedua orang tua aku lagi di luar kota untuk suatu urusan tertentu."


"Justru aku malah semakin gak enakan Dira! Orang tua kamu gak ada di rumah, jadi kita hanya berduaan aja. Nanti apa kata orang?" Menolak secara halus agar Adira Winata tidak tersinggung dengan penolakan yang dilakukan Samuel.


" Tapi...." Ucapan Samuel terpotong.


" Tidak ada tapi- tapian. Ayo, biar cepat selesai tugas kuliah kita. Besokkan harus dikumpulkan." Menarik tangan Samuel dengan tidak sabaran.


Adira Winata dan Samuel menaiki mobil Adira Winata yang di kemudikan Samuel karena desakan Adira Winata. Selama perjalanan mereka asik berbincang-bincang membahas maslah tugas-tugas kuliah mereka. Sebenarnya Adira Winata tidak menikmati perbincangan mereka yang berbau segala macam tugas-tugas kuliah. Tapi, karena dia tau bahwa Samuel orang yang tidak suka berbasa-basi maka dia pun pura-pura saja serius membahas tugas kuliah bersama Samuel.

__ADS_1


Adira Winata hanya mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda dia setuju dengan ide-ide cemerlang Samuel. Padahal, Adira Winata tidak paham sama sekali dengan apa yang diutarakan Samuel. Bagaimana mungkin Adira Winata paham coba, namanya aja kuliah. Tapi Adira Winata tidak pernah belajar sama sekali, Adira Winata kuliah pun bukan niat menuntut ilmu. Malah niat awalnya hanya untuk mengejar Samuel. Bukannya belajar malah setiap malam dia pergi ke club malam untuk bersenang-senang dengan teman-teman lelakinya. Yang pasti bukan Samuel, Samuel anak mesjid bukan anak club malam, ya.


Adira Winata menghabiskan waktunya malam hari di klub malam dan menjelang pukul 3 pagi Adira Winata baru akan pulang. Itu pun kalau tidak menginap di hotel dengan teman lelakinya, bahkan dia bisa saja tidak pulang ke rumah sekalian.


Orang tua Adira Winata tidak pernah mempertanyakan kemana anaknya setiap malam. Bagaimana mau bertanya coba, kalau orang tuanya saja jarang di rumah. Kurangnya pengawasan dan perhatian inilah yang membuat Adira Winata jatuh ke jurang kegelapan, yang membuatnya sulit kembali ke jalan yang benar.


Sepanjang jalan di kepala Adira Winata hanya ada rencana. Bagaimana melancarkan rencana dengan mulus tanpa adanya kegagalan? Adira Winata tidak ingin mendapatkan kegagalan dalam rencananya yang satu ini. Karena jika dia gagal, dia bisa saja tidak akan mampu untuk berhadapan lagi dengan Samuel. Samuel pasti akan membencinya. Tapi, jika Adira Winata berhasil maka Samuel akan menjadi miliknya seutuhnya dan Samuel tidak akan lepas lagi dari cengkraman Adira Winata.


' Hari ini aku harus melancarkan rencanaku yang sudah kususun selama ini. Tidak akan ku biarkan gagal. Jika aku tidak mendapatkan perhatianmu dengan segala yang kulakukan selama ini untukmu. Maka, aku akan menggunakan kemolekan tubuhku untuk menaklukkan dirimu, Samuel. Tidak ada satu orang lelaki pun yang menolak tubuhku selama ini. Aku yakin kau juga akan takluk padaku seperti para lelaki itu. Jika kau sudah merasakan bagaimana lihainya aku memuaskanmu di ranjang, kau tak akan mau melepaskan diri dari diriku lagi. Walaupun aku yang mencampakkanmu, kau pasti akan memohon-mohon padaku agar aku menerimamu. Sama seperti kau memperlakukanku selama ini. Aku mengemis-ngemis cintamu selama ini tapi kau mengabaikanku, hanya karena gadis lugu yang sok suci itu. Gadis lugu yang mencampakkan dirimu hanya karena perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Cintamu dicampakkan begitu saja tanpa mempunya arti sama sekali bagi dirinya. Sedangkan aku yang selalu ada untuk dirimu tak pernah kau anggap ada. Kali ini sudah cukup penantianku, Samuel. Kau harus menjadi milikku. Walaupun aku harus menjatuhkan harga diriku sampai ke dasar laut sekali pun aku harus memilikimu.' Gumam Adira Winata dalam hati, sambil melirikkan matanya ke arah Samuel yang sedang asik mengutarakan semua ide-ide cemerlangnya kepada Adira Winata.


Adira Winata mengirimkan pesan kepada seseorang yang akan mempermudah semua rencana agar bisa berhasil tanpa kegagalan.


#Kira-kira siapa ya yang dikirimi pesan oleh Adira Winata dan apa juga pesan yang dikirim ya🤔🤔🤔🤔🤔


#Jangan luoa like, vote, Dan komentari setiap episodenya ya

__ADS_1


__ADS_2