
Pagi yang indah disambut dengan penuh keceriaan oleh Meilink. Bagaimana tidak, ritual malam pertamanya dapat ditunda karena kedatangan tamu yang tidak terduga-duga. Tapi, tamu yang tidak harapkan. oleh suami arogannya.
Pertama kali Meilink tinggal di rumah suaminya, dia tampak canggung. Meilink bingung ingin melakukan apa, karena semua kegiatan sudah ada pelayan yang melakukannya. Semua pelayan sibuk menyiapkan keperluan majikannya, karena Cuko Sukatmaja termasuk orang yang menuntut kesempurnaan dalam segala hal. Bahkan susunan pakaian, sepatu, dasi dan lainnya harus disusun sesuai dengan warna.
Karena tidak ada yang mengizinkan Meilink melakukan pekerjaan rumah. Maka, Meilink hanya berjalan-jalan di sekitar taman belakang rumah.
Cuko Sukatmaja yang baru saja bangun, mencari-cari keberadaan istri lugunya di semua penjuru ruangan di dalam rumahnya. Namun, Cuko Sukatmaja tidak menemukannya. Cuko Sukatmaja menanyakan keberadaan istri lugunya kepada salah seorang pelayan yang sedang bertugas di dekatnya.
"Dimana kucing kecilku?"
Pelayan yang sedang ditanyai oleh majikannya merasa bingung.
' Bukannya tuan mudanya tidak penyayang binatang. Kenapa sekarang mencari kucing kecilnya? Kucing kecil yang man?' Gumam pelayan tersebut dalam hati.
"Maaf tuan muda. Kucing kecil yang mana ya?" Bertanya dengan penuh kehati-hatian.
"Ehmm...maksudku istriku ada dimana sekarang?" Mengagruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Oh...nyonya muda ada di taman belakang rumah, Tuan muda." Sambil membungkukkan badan sedikit.
__ADS_1
Cuko Sukatmaja berlalu meninggalkan pelayannya dan menuju ke taman belakang rumahnya.
Di taman belakang rumah, mata Cuko Sukatmaja mencari-cari sosok istrinya. Matanya berhenti di deretan tanaman bunga mawar putih yang sedang mekar-mekarnya.
Meilink terlihat sangat cantik di kelilingi bunga mawar yang sedang mekar. Dia mengenakan pakaian gamis polos berwarna kuning lembut, jilbab yang senada dengan pakaiannya, mengenakan gros jilbab yang berbentuk kupu-kupu, dan memakai lipstik tipis berwarna merah bata yang membuatnya semakin cantik seperti bidadari yang di kelilingi bunga-bunga mawar putih.
Cuko Sukatmaja mendekati Meilink secara berlahan berusaha tidak menimbulkan suara langkah kaki. Kemudian Cuko Sukatmaja melingkarkan kedua tangannya di pinggang Meilink dan meletakkan dagunya di bahu Meilink. Dia mencium leher Meilink tiba-tiba yang membuat Meilink terkejut atas tindakan suaminya. Selenyar hangat merayapi tubuh Meilink secara tiba-tiba. Meilink memalingkan tubuhnya ke arah belakang dan ingin melihat siapa yang secara tidak sopan melakukan hal seperti itu padanya.
Tadinya Meilink ingin marah pada orang yang melakukan hal itu padanya. Tetapi begitu dia mengetahui bahwa suaminya yang melakukan. Meilink langsung memasang senyum manis semanis madu hutan belantara.
Cuko Sukatmaja yang dari tadi sudah tidak bisa menahan diri saat melihat istrinya dari kejauhan. Langsung menyambar bibir istrinya dengan rakusnya. Meilink yang tidak berpengalaman dalam hal berciuman hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya. Cuko Sukatmaja menjelajahi setiap sudut bibir istrinya bagaikan tak ingin melewatkan setiap incinya. Meraih manisnya bibir Meilink sampai tak ingin menyisakannya sedikit pun.
"Sayang, jangan!"
Pipi Meilink merah merona karena tersipu malu.
Meilink menolak dada suaminya untuk melepaskan diri. Namun, usahanya gagal total karena suaminya menarik pinggangnya dengan erat.
"Kenapa jangan? Aku kan suamimu?"
__ADS_1
Tersenyum tipis yang tertahan agar istrinya tidak melihatnya.
"Kita sedang berada di taman. Nanti ada pelayan yang melihat kita sedang..."
Meilink tidak sanggup melanjutkan kata-katanya karena terlalu malu.
"Sedang apa?" Semakin menggoda istrinya yang terlihat salah tingkah.
"Sayang, aku malu. Kalau ada pelayan yang melihat kita sedang berciuman." Menundukkan kepala tidak berani menatap mata suaminya.
Cuko Sukatmaja meraih dagu istrinya yang tertunduk dan mendongakkan ya lalu berkata.
"Jadi, kau malu jika ada pelayan yang melihat kita berciuman. Bagaimana kalau kita melanjutkan yang tadi di ruangan yang tidak dapat dilihat orang? Kalau begitu tidak akan malu lagi, kan?" Menggoda istrinya.
"Tapi, Sayang....
#
Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya
__ADS_1