Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Keguguran


__ADS_3

"Kedua orang tua kita pasti akan mengerti nantinya. Jangan terlalu mencemaskan sesuatu yang belum terjadi. Aku akan tetap memberikanmu biaya bulanan sama seperti masih menjadi istriku. Anggap saja itu sebagai dispensasi karena telah menerima perceraian kita."


'Apa Mas Cuko tetap akan menceraikanku?' Gumam Meilink dalam hati.


Cuko Sukatmaja pergi begitu saja meninggalkan Meilink yang terperangah mendengarkan ucapan Cuko Sukatmaja yang tidak berperasaan itu. Meilink merasa terhina dengan perkataan Cuko Sukatmaja. Meilink mengejar Cuko Sukatmaja yang sudah keluar dari kamarnya. Meilink turun dari tangga dengan tergesa-gesa mengejar Cuko Sukatmaja yang sudah berada di ambang pintu keluar rumah.


"Aaaa......." Meilink menjerit.


"Nyonya muda." Para asisten rumah tangga mereka yang melihat nyonya mudanya terjatuh langsung berteriak.


"Meilink." Cuko Sukatmaja menjerit melihat Meilink terjatuh dari tangga.


Karena Meilink yang berlari tergesa-gesa di daerah tangga membuatnya tergelincir dan jatuh dari tangga. Meilink berguling-guling dari anak tangga ke dua puluh sampai ke anak tangga paling bawah. Kepala Meilink terbentur sudut anak tangga sehingga menyebabkan kepala Meilink mengeluarkan darah segar. Bagian kaki Meilink mengalir darah segar yang cukup banyak. Cuko Sukatmaja dan para asisten rumah tangga mereka berhambur mendekati Meilink.


Meilink yang tidak sadarkan diri langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


#


Rumah sakit tempat Meilink dirawat merupakan rumah sakit milik Cuko Sukatmaja. Dokter yang merawat Meilink keluar dari ruang unit gawat darurat, langsung diserbu oleh Cuko Sukatmaja. Dokter tersebut tampak pucat pasih, karena takut kepada Cuko Sukatmaja. Cuko Sukatmaja terkenal memiliki sikap yang arogan dan kasar, sehingga membuat dokter tersebut takut menyampaikan informasi keadaan istri Cuko Sukatmaja.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" Cuko tampak cemas dengan keadaan Meilink.


"Maafkan saya, Tuan!" Dokter tersebut tampak lesu sekali.


"Apa maksud dari permintaan maafmu, Dok?" Cuko Sukatmaja mengambil kerah baju dokter tersebut dan menariknya mendekat ke arah Cuko Sukatmaja. Cuko Sukatmaja tidak sabar mendengar penjelasan dari dokter yang memeriksa Meilink.


"Janin?" Cuko Sukatmaja terkejut dengan pernyataan yang diungkapkan dokter yang ada di hadapannya.


"Benar, Tuan!" Dokter tersebut menganggukkan kepalanya.


"Istriku sedang mengandung anakku? Tidak mungkin." Menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

__ADS_1


"Benar, Tuan. Namun, istri tuan mengalami keguguran akibat terjatuh dari tangga. Kami tidak dapat menyelamatkan calon anak tuan yang ada di dalam rahim istri tuan." Masih tetap menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata Cuko Sukatmaja yang tajam.


"Berapa bulan tadinya kandungan istriku?"


"Sekitar dua bulan, Tuan."


"Apakah aku boleh melihat istriku sekarang?" Cuko Sukatmaja melepaskan kerah baju dokter yang ada di hadapannya seperti tak berdaya dan nada suara Cuko Sukatmaja terdengar datar.


"Silahkan, Tuan. Tapi, tolong jangan diganggu dahulu. Biarkan istri tuan istirahat karena kami memberinya obat bius untuk menghilangkan rasa sakit." Tampak wajahnya memelas memohon pada Cuko Sukatmaja.


Cuko Sukatmaja tidak menjawab permohonan dokter tersebut dan berlalu melangkahkan kakinya dengan gontai ke arah pintu kamar perawatan Meilink. Cuko Sukatmaja lama sekali hanya memegang gagang pintu, dia terdiam dengan tatapan kosong entah kemana. Tiba-tiba saja ada seseorang yang menepuk punggungnya menyadarkannya, Cuko Sukatmaja menoleh ke arah belakang melihat siapa yang menepuk punggungnya.


Ternyata...


#

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya 😍


__ADS_2