
Adira Winata mengirimkan pesan kepada seseorang yang akan mempermudah semua rencana agar bisa berhasil tanpa kegagalan.
Adira Winata mengirim pesan kepada Pak Yono. Pak Yono adalah kepala asisten rumah tangga di rumah orang tua Adira Winata. Adira Winata mengirim pesan jika nanti dia sudah masuk ke dalam rumah dengan teman lelakinya yaitu Samuel, maka Pak Yono Dan para asisten rumah tangga yang lainnya disuruh segera keluar dari rumah selama dua jam. Adira Winata tidak ingin diganggu selama dua jam, jadi semua asisten rumah tangga boleh melakukan kegiatan yang mereka inginkan di luar rumah.
Setengah jam selama berkendara mereka berdua pun sampai di depan rumah Adira Winata. Mereka berdua disambut oleh Pak Yono. Pak Yono membukakan pintu mobil kepada nona mudanya dan persilahkan nona mudanya serta Samuel untuk masuk ke dalam rumah.
Samuel duduk di ruang tamu bersama Adira Winata, kemudian Pak Yono memohon izin permisi membuatkan minuman dan mengambilkan cemilan.
Setelah Pak Yono membawakan minuman dan cemilan dia pun mendapatkan kode dari nona mudanya untuk segera meninggalkan ruangan itu. Samuel yang sedang sibuk dengan leptop tidak memperhatikan gelagat aneh di antara Adira Winata dan Pak Yono.
"Sam, aku ke kamar bentar ya!"
"Oh...iya!"
Samuel tetap tekun mengerjakan tugas kuliahnya sambil memakan cemilan yang disiapkan Pak Yono. Selang beberapa menit Samuel memakan cemilan dan meminum minuman yang tersedia di meja tamu. Samuel merasakan sangat gerah, matanya merah, wajahnya tampak merah padam, jantungnya berdetak sangat kencang, hasrat lelaki di tubuhnya tiba-tiba muncul begitu saja. Samuel membuka fua kancing kemajanya yang bagian atas kemudian mengambil bukunya yang ada di ranselnya untuk dikipas-kipaskan ke tubuhnya. Untuk menghilangkan hawa panas yang merayapi tubuhnya.
Adira Winata tiba-tiba datang menghampiri Samuel yang sedang sibuk mengipas-ngipas tubuhnya. Samuel sangat terkejut dengan kehadiran Adira Winata yang dalam keadaan yang sangat tidak sopan.
Adira Winata tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya. Dia berlenggak-lenggok bagaikan seorang model menuju ke arah Samuel. Samuel langsung mengindahkan pandangannya ke lain arah agar dia tidak melihat tubuh polos Adira Winata. Samuel tidak tau mengapa Adira Winata bertindak tidak Ada sopan seperti itu.
" Adira, apa yang kau lakukan? Mengapa kau tidak memakai sehelai benang pun di tubuhmu? Apakah kau sudah kehilangan akal sehatmu?"
Samuel sangat panik sehingga dia menghujani Adira Winata dengan pertanyaan-pertanyaan yang Adira Winata sendiri yang dapat menjawabnya.
Sebagai seorang lelaki baik-baik dalam situasi seperti ini pasti akan merasa panik. Ada seorang wanita yang sedang tidak mengenakan pakaian berada dihadapannya dan mendekatinya.
__ADS_1
Adira Winata hanya tersenyum melihat kepanikan Samuel. Dia melingkarkan kedua tangannya di lengan Samuel sehingga bongkahan daging di bagian depan tubuh Adira Winata mengenai kulit Samuel.
Selenyar langsung merayapi tubuh Samuel yang membuat bagian tubuh Samuel bereaksi menjadi kaku. Samuel menggeram menahan hasratnya yang membuat raut wajahnya menjadi aneh. Samuel berusaha melepaskan rangkulan Adira Winata di lengannya dan mendorong tubuh Adira Winata hingga terjatuh ke sofa.
"Apa-apaan ini, Adira?"
"Jangan sok jual mahal, Sam." Berusaha berdiri dari sofa.
"Apa maksudmu, Adira?" Semakin frustasi.
"Kurasa kau tau apa maksudku. Apakah obat yang sudah dicampurkan oleh pelayanku ke minumanmu sudah bereaksi, Sam?" Semakin menggoda Samuel dengan tubuhnya.
"Obat? Obat apa yang dicampurkan pelayaanmu, Adira?"
"Tentu saja obat perangsang. Aku yakin obat itu sedang bereaksi di tubuhmu sekarang, kan."
"Aku ingin memilikimu, Samuel? Apa kau belum mengerti juga? Selama ini aku memberikan perhatian padamu bukan hanya sebagai teman biasa. Tapi kau lebih memilih gadis sok suci dan sok polos itu. Gadis yang meninggalkan dirimu hanya karena perjodohan yang dilakukan orang tuanya. Cintamu sudah dicampakkan, Samuel. Selama ini, Aku memendam rasa cintaku padamu. Bukankah kau lelaki yang sangat beruntung, dapat memiliki cintaku dan menikmati tubuhku. Ayo, kita bersenang-senang, Sayang!" Melingkarkan kedua tangannya di leher, Samuel.
Adira Winata tidak menyangka dia akan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari Samuel. Adira Winata berpikir kalau dia akan disambut dengan penuh hasrat yang menggebu-gebu dari Samuel. Bukannya menerima tawaran Adira Winata, justru Samuel mendorong tubuh Adira Winata hingga terjatuh ke lantai.
"Kendalikan dirimu, Adira!" Samuel berteriak.
"Apa yang kurang dari diriku, Samuel? Meilink tidak lebih cantik dari diriku!" Tidak terima dengan penolakan yang dilakukan Samuel.
"Kurangmu? Kau tidak tau kurangmu apa? Lihat saja dirimu sendiri sekarang! Apa masih belum jelas kekuranganmu apa?" Hardik Samuel sambil menahan hasrat dirinya sekuat tenaga agar tidak menerkam Adira Winata.
__ADS_1
"Aku cantik, seksi, apa yang kurang darinya?"
Menyombongkan tubuhnya.
"Ternyata kau belum paham juga ya!"
Tidak habis pikir melihat kebodohan Adira Winata.
"Apa yang kurang? Jangan berbelit-belit, Samuel!"
"Kekuranganmu, kau kekurangan akhlak, kurang menghargai dirimu sendiri. Lihat dirimu sekarang, kau bahkan memperlihatkan seluruh tubuhmu tanpa sehelai benang pun di tubuhmu yang seharusnya hanya suami sahmu saja yang boleh melihatnya. Kau seenaknya berlenggak-lenggok di depan lelaki yang bukan muhrimmu. Bahkan, kau menyuruh pelayanmu mencampurkan obat perangsang pada minumanku, supaya aku menjamah tubuhmu. Aku tidak habis pikir dengan jalan pikiranmu, Adira! Aku yakin dengan caramu seperti ini, pasti sudah banyak lelaki yang mencicipi tubuhmu. Aku jijik melihatnya seperti ini Adira. Jangan kau pikir kalau kau berbuat seperti ini aku akan jatuh dalam jebakanmu." Samuel menarik napas dalam-dalam karena terlalu banyak bicara dan tidak berhenti dalam setiap kata-katanya.
Samuel menarik napas panjang dan mengatur napasnya. Reaksi obat itu semakin membuatnya terdesak ingin menyalurkan hasratnya. Namun, Samuel terus saja berusaha menahannya sekuat tenaga. Sampai akal sehatnya hampir hilang.
"Jangan harap Adira Winata!" Teriak sekeras-kerasnya sampai suara Samuel ke seluruh penjuru sudut ruangan tamu rumah Adira Winata.
"Apa lagi yang bisa kau lakukan, Samuel? Kau bahkan tidak sanggup bernapas dengan normal saat ini. Jadi, kenapa tidak kita lakukan saja apa yang seharusnya dilakukan lelaki dan wanita di ruangan sepi seperti ini!" Merayu Samuel dengan mengelus-elus pahanya sendiri di sofa.
" Kita tidak pasangan suami istri, Adira!" Hal seperti itu hanya boleh dilakukan sepasang suami istri yang sah dalam ikatan tali pernikahan." Samuel menggeram menahan hasratnya yang semakin tidak terkendali.
'Apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan diriku dari ular betina ini.' Gumam Samuel dalam hati.
Tiba-tiba saja Samuel mengambil gelas di meja ruangan tamu itu. Kemudian memecahkan gelas itu dan...
#
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya