Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Rusuh


__ADS_3

'Sial. Kenapa dia tersenyum sich bikin aku gak kuat liatnya.' Dalam hati Meilink bergumam.


Tiba-tiba ada suara gubrak. Seperti ada sesuatu yang jatuh. Tidak jauh dari posisi meja Cuko dan Meilink.


Suasana yang tadinya lengang berubah menjadi ricuh karena terdengar suara ada barang yang terjatuh. Semua pandangan mata mengarah ke sumber suara. Pelayan wanita yang membawakan pesanan pelanggan menjatuhkan nampan yang tadinya dipegangnya. Mata pelayan wanita tersebut terlihat berbinar melihat ke arah Cuko.


Jeritan histeris mulai terdengar, "aaaaaaa...senyumnya manis banget. Meleleh akuuuuuu...". Tiba-tiba saja pelayan tersebut langsung pingsan setelah menjerit histeris.


Para pelayan lainnya segera berlari menuju pelayan wanita yang pingsan untuk menolong. Suasana semakin tidak terkendali, semakin ricuh, jeritan histeris terjadi disetiap sudut ruangan.


'Apa-apaan sich para wanita disini. Seperti gak pernah lihat lelaki aja sampai menjerit-jerit histeris.' Meilink memanyunkan mulutnya ke depan menahan rasa jengkel.


Cuko sudah merasa tidak nyaman untuk berlama-lama duduk di kafe karena melihat keadaan di sekitarnya. Cuko berdiri dari duduknya , berjalan mendekati tempat duduk Meilink dan menarik pergelangan tangan Meilink tanpa permisi. Cuko menarik pergelangan tangan Meilink dengan sangat erat sehingga Meilink meringis kesakitan.


"Mas, sakit." Rengek Meilink kepada Cuko sambil menahan tangisnya.


Cuko tidak memperdulikan rengekan Meilink dan terus saja menyeret Meilink keluar meninggalkan kafe tempat mereka duduk tadi. Cuko hanya ingin mereka berdua segera meninggalkan tempat itu dan menghindari keramaian. Cuko sudah sering sekali mengalami hal semacam ini jika dia ada di tempat keramaian. Oleh sebab itu, Cuko lebih suka memesan tempat yang menjaga privasi pelanggan. Hanya saja kali ini Cuko tidak memesan tempat yang menjaga privasinya karena alasan tertentu.


Cuko ingin memperlihatkan pada calon istrinya bahwa lelaki yang akan dinikahinya bukanlah lelaki biasa-biasa saja. Istrinya juga harus tau kalau dia adalah wanita yang sangat beruntung, bisa bersanding dengan lelaki yang memiliki ketampanan yang tidak manusiawi seperti Cuko. Cuko ingin memperlihatkan ada sisi positif dan negatif yang akan dihadapi Meilink nantinya saat sudah menikah dengan Cuko.


Sepanjang jalan yang mereka dua lalui saat keluar dari kafe, setiap pasang mata orang-orang selalu berbinar melihat ketampanan cuko. Bagaikan tak ingin melewatkan momen pemandangan yang mengagumkan dari ciptaan Tuhan. Tak segan-segan para wanita yang mereka lalui memuji ciptaan Tuhan yang paling indah melintas dihadapan mereka dan mengambil foto Cuko tanpa izin.


Setelah sampai di parkiran mobil Cuko melepaskan pergelangan tangan Meilink yang meninggalkan bekas merah di pergelangan tangan Meilink. Meilink pun secara spontan langsung mengelus-elus tangannya yang sudah mulai tampak memerah.


Cuko memberikan perintah kepada Meilink untuk masuk ke dalam mobil.


" Masuk."


Meilink tampak ingin memprotes perintah Cuko padanya. Namun, begitu melihat ada kerumunan para wanita yang berlari mengejar ke arah mereka. Maka Meilink memutuskan untuk tidak berdebat lagi dengan Cuko. Meilink membuka pintu mobil dan duduk di samping supir, yang tak lain dan tak bukan adalah Cuko Sukatmaja.

__ADS_1


Cuko Sukatmaja berlari mengelilingi mobilnya dan meraih knot pintu mobilnya, lalu membukanya dengan segera. Cuko Sukatmaja duduk di kursi pengemudi mobil dan memulai menghidupkan mesin mobilnya. Sebelum memulai mengendarainya Cuko Sukatmaja memasang sabuk pengaman untuk mengikuti protokol keamanan berkendara. Lalu, Cuko Sukatmaja memberikan perintah pada Meilink untuk memasang sabuk pengamannya sendiri.


Saat mendengar perintah Cuko Sukatmaja padanya, Meilink hanya diam terpaku di kursi yang didudukinya. Meilink tampak sedang memikirkan sesuatu di benaknya.


Karena tidak ada sahutan atau pun tindakan yang dilakukan Meilink untuk memasang sabuk pengamannya. Cuko Sukatmaja langsung berinisiatif memasangkan sabuk pengaman Meilink agar dapat menjaga keamanan Meilink selama perjalanan.


Tak disangka Meilink pun bersuara.


" Kita mau kemana, Mas? Orang tua kita berdua masih berada di restoran x menunggu kita."


Untuk mempersingkat waktu Cuko Sukatmaja menjawab pertanyaan Meilink.


" Kita langsung pulang. Karena orang tua Mas tadi sudah memberi pesan saat kita sedang berbincang-bincang di cafe. Mereka akan pulang deluan dan orang tuamu menyuruh mas mengantarkanmu pulang."


Cuko mulai mengendarai mobilnya dengan cepat meninggalkan para wanita yang terang-terangan mengejarnya sambil berteriak-teriak histeris. Setelah beberapa menit berkendara Cuko mulai membuka bicara.


" Kau baik-baik saja?" Raut wajah cemas terlihat di wajah Cuko.


Cuko memang menarik tangan Meilink cukup kuat saat meninggalkan cafe. Tanpa mikirkan apakah meilink akan kesakitan atas tindakan yang dilakukannya terhadap Meilink. Itu dilakukannya hanya untuk segera bisa cepat meninggalkan cafe tersebut. Cuko Sukatmaja benar-benar merasa sangat tidak nyaman saat berada di cafe tadi. Semua pasang mata melihatnya dengan pandangan yang bukan biasa-biasa saja.


"Apakah pergelangan tanganmu masih sakit?" Belum hilang rasa khawatir di wajah Cuko.


Meilink menggeleng-gelengkan kepalanya agar Cuko tidak semakin merasa bersalah kepadanya. Ada sebersit rasa tidak tega di dalam hati Meilink melihat Cuko Sukatmaja khawatir karena apa yang telah dilakukannya kepada Meilink.


Untuk mengalihkan rasa khawatir Cuko Sukatmaja kepada Meilink. Meilink mencoba mencari topik pembicaraan yang lain.


"Mas, apakah mas seorang artis, ya?"


"Kok, banyak banget wanita yang mengejar-ngejar mas sampai teriak-teriak histeris gitu?" Sambil memanyunkan mulutnya ke depan.

__ADS_1


"Kamu mau tau, apa mau tau banget?"


Cuko tersenyum tipis di ujung bibirnya.


"Ya mau tau banget la Mas. Mas kan calon suami Meilink. Jadi Meilink pengen tau Mas ini artis atau apa sich kerjaannya. Kok, para wanita di sana tadi sampai segitunya ngeliatin mas. Meilink juga tidak mau nantinya Meilink dan anak-anak Meilink nanti diberi makan dari hasil yang tidak jelas." Bersungut-sungut mengungkapkan keingintauannya.


Sambil mengernyitkan keningnya Cuko Sukatmaja menjawab.


" Memangnya kau pikir calon suamimu ini akan memberi makan anak dan istrinya dengan uang haram?"


"Terus pekerjaan mas apa donk kalau gitu? Meilink kan perlu tau sebagai calon istrinya Mas. Mungkin kedepannya itu bisa jadi pertimbangan bagi Meilink. Apakah Mas diterima menjadi suami Meilink atau Meilink akan menolaknya. Hehehe..."


Tanpa menyembunyikan rasa penasarannya tentang apa pekerjaan calon suaminya.


"Baiklah, Mas akan memberi taumu!Tapi ada syaratnya!"Cuko menyimpan rencana licik yang tersembunyi dari tadi kepalanya.


#


#


#


#


Kira-kira apa ya pekerjaan Cuko Sukatmaja?hhmmmmπŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Rencana licik apa yang sedang direncanakan Cuko Sukatmaja pada calon istrinya?πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Adakah yang bisa menebaknya. Coba tebak ya! Tinggalkan komennya di kolom komentar!

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote yang ikhlas ya readers😍😍😍😍😍


__ADS_2