
Tanpa disadarinya Cuko Sukatmaja maju mendekati Samuel dengan angkuhnya berkata.
"Perkenalkan, namaku Cuko Sukatmaja. Calon suami teman sekolahmu ini." Melirik ke arah Meilink dan menarik pinggang Meilink mendekat ke tubuhnya agar merapat tanpa ada rasa malu di hadapan semua orang yang ada di teras rumah orang tua Meilink.
Meilink berusaha melepaskan pengangan Cuko Sukatmaja di pinggangnya namun usahanya sia-sia, karena Cuko Sukatmaja mencengkramnya dengan sangat erat. Seolah-olah tak ingin ada yang merebut miliknya. Menunjukkan bahwa wanitanyang ada di pelukannya ini adalah miliknya, tidak ada satu pun yang boleh merebut wanitanya dari darinya. Termasuk juga lelaki yang ada di hadapannya ini pun tak berhak atas wanita miliknya.
Meilink melotot melihat ke arah Cuko Sukatmaja seperti memberi peringatan kepada Cuko Sukatmaja agar dia melepaskan Meilink. Tapi sepertinya Cuko Sukatmaja enggan untuk melepas Meilink bahkan Cuko Sukatmaja malah mempererat pelukannya di pinggang Meilink. Wajah Meilink sangat merah merona malu karena semua pasang mata melihat keintiman yang diciptakan Cuko Sukatmaja dihadapan semua orang di teras rumah orang tua Meilink. Tak tahan menahan rasa malu Meilink pun memutuskan untuk merengek
"Mas, lepas donk malu dilihatin ayah dan ibu!"
Sedangkan semua orang hanya memandangi apa yang tersaji dihadapan mereka Dan saling melihat satu sama lain.
Melihat adegan romantis yang ada dihadapannya secara tiba-tiba, membuat ibu Meilink yang tadinya tercengang dengan tingkah laku calon menantunya itu dan akhirnya mengangkat bicara.
" Nak, cuko. Masih bisa bersabarkan sebulan lagi menunggu Meilink." ucap ibu Meilink dengan nada yang lembut, agar Cuko Sukatmaja tidak tersinggung dengan ucapannya.
Cuko Sukatmaja masih saja belum melepaskan cengkramannya di pinggang Meilink dan terus sajaenatap Meilink dengan intens.
Ayah Meilink pun berdehem untuk menyadarkan Cuko, karena Cuko Sukatmaja belum juga melepaskan cengkramannya di pinggang Meilink.
Cuko Sukatmaja tersentak mendengar deheman calon ayah mertuanya, sehingga membuat cengkramannya di pinggang Meilink melonggar. Tapi Cuko Sukatmaja masih bisa menahan tubuh Meilink untuk trtap berada dekat dengannya.
"Ah, maaf Paman Bibi. Cuko hanya sedang menandai kepemilikan Cukouko atas Meilink. Karena alaram peringatan di diri Cuko sedang menyala saat ini. Seperti ada sebuah ancaman yang mulai muncul diantara cyko dan Meilink. Supaya Meilink juga tau jika alaram peringatan di diri Cuko sudah menyala Cuko bisa saja sangat buas untuk mempertahankan apa yang sudah Cuko miliki. Dan yang untuk mencoba mengusik milik Cuko agar segera tarik diri, jangan coba-coba bermain api denganku." Keangkuhan yang kental muncul di diri Cuko untuk menjauhkan miliknya dari pengganggu.
__ADS_1
"Baiklah, sepertinya Paman dan Bibi harus masuk ke dalam. Paman rasa kalian bisa menyelesaikan permasalahan kalian dengan cara yang bijaksana." Orang tua Meilink masuk ke dalam meninggalkan mereka bertiga di teras rumah.
Orang tua Meilink sepertinya sudah mulai mengetahui apa yang di maksudkan Cuko Sukatmaja tentang tamu mereka ini. Cuko Sukatmaja menganggap Samuel adalah pengganggu dalam hubungannya dengan Meilink. Tapi orang tua Meilink tetap mperingatkan para anak-anak yang ada di teras rumahnya bahwa mereka pasti bisa menyelesaikan masalah mereka dengan bijaksana.
Meilink semakin tidak tahan dengan sikap Cuko Sukatmaja yang sudah keterlaluan dengan memperlihatkan keintiman di depan semua orang. Meilink berusaha memberonrak, berusaha melepaskan cengkraman cuko di pinggang Meilink.
Samuel yang dari tadi sudah terlihat jengah dengan kelakuan Cuko Sukatmaja mengangkat bicara yang malah membuat kemarahan Cuko Sukatmaja berkobar.
"Lepaskan Meilink, Om! Kau menyakitinya." Menatap cuko Sukatmaja dengan tajam seperti ingin mencekik orang yang ada di hadapannya.
Samuel yang selalu menampilkan kesan anak yang memiliki sopan dan santun saat ini tidak tampak seperti dirinya sendiri. Samuel sepertinya tidak terima gadis yang dicintainya disakiti di depan matanya.
"Apa kau bilang? Om? Kau pikir aku sudah tua sehingga kau memanggilku dengan sebutan Om? Kau buta ya?" Cuko menggertakkan giginya sambil berkata.
"Apakah kau baik-baik saja, Sayang." Samuel terkesiap atas ucapannya yang dilontarkannya kepada Meilink.
" Maaf, maksudku Meilink."
Cepat memperbaiki ucapannya.
"Tapi rasanya aku tidak perlu memperbaiki panggilan sayang yang kuucapkan barusan! Karena sepertinya Om sudah tau atau sudah meraba-raba bagaimana hubungan kami sebenarnya!" Menatap cuko Sukatmaja dengan tatapan sinis menghadapi musuhnya yang kalah mempertahankan harga dirinya, karena wanita yang diklaimnya sebagai miliknya masih menaruh hati pada Samuel.
"Aku baik-baik saja, Samuel." jawab Meilink lembut.
__ADS_1
Meilink memang selalu bertutur sapa lemah lembut pada Samuel karena Samuel juga memperlakukannya dengan cara yang sama.
Saling menjaga, saling menghargai dan menghormati satu sama lain bagaikan pasangan yang sangat serasi dan tak ada yang dapat memisahkan dua hati manusia yang sedang di mabuk cinta.
Cuko Sukatmaja yang melihat interaksi kedua remaja yang ada di hadapannya terlihat sangat jengkel. Cuko Sukatmaja seperti sedang menontot acara televisi roman picisan anak-anak abg, yang membuat mual dan ingin sekali memuntahkan semua isi perutnya di hadapan dua remaja ini.
Mereka berdua seperti tidak menyadari ada sepasang mata yang melihat adegan Roman picisan yang mereka lakonkan. Cuko Sukatmaja menggertakkan giginya menahan rasa geram melihat tingkah remaja di hadapannya. Memang beginilah tingkah laku anak-anak remaja yang sedang dimabuk cinta. Semua dianggap angin lalu. Semua orang dikacangin bagaikan dunia ini hanya milik mereka berdua saja , yang lain ngontrak.
Cuko Sukatmaja tidak terima dengan apa yang dilakukan Meilink kepadanya. Sikap Meilink pada Samuel yang hanya mantan kekasihnya saja dia bisa bersikap lemah lembut. Sedangkan sikap Meilink kepada Cuko Sukatmaja sangat kurang ajar, padahal Cuko Sukatmaja adalah calon suaminya yang sebukan lagi akan menjadi suaminya.
'Bisa-bisanya dia berbicara dengan sangat lembut kepada bocah ini di hadapanku. Padaku saja, baru pertama kali bertemu sudah entah berapa kali dia berteriak kepadaku. Seperti berbicara pada orang tuli saja. Untuk kali ini aku masih memaafkan kekurang ajaranmu padaku Meilink. Tapi, jangan harap kau bisa berbuat kurang ajar lagi padaku setelah kau menjadi istri sahku nanti. Kau akan menyesal jika melakukan kekurang ajaran lagi kedepannya." Gumam Cuko Sukatmaja dalam hati.
Karena sudah kepalang tanggung Cuko Sukatmaja berhadapan dengan saingannya. Cuko Sukatmaja pun memutuskan untuk....
#
#
#
Memutuskan untuk apa ya kira-kira?🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Jangan lupa like, vote Dan komentari juga setiap partnya ya Supaya author bisa memperbaikinya menjadi lebih baik
__ADS_1