
"Samuel. Kumohon relakanlah perpisahan diantara kita! Jangan menungguku lagi. Carilah gadis lain yang lebih baik dari diriku." Meilink berucap sambil senggugukan, air matanya mengalir tiada henti. Dadanya naik turun menahan sesak di dadanya. Pandangannya mulai berkabut dan mulai menggelap. Tiba-tiba saja Meilink jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
Cuko Sukatmaja membawa tubuh lunglai Meilink ke dalam rumah dan meletakkan tubuh Meilink dengan hati-hati di sofa ruang tamu. Cuko Sukatmaja dan Samuel panik karena Meilink tiba-tiba saja pingsan tidak sadarkan diri. Cuko Sukatmaja meletakkan kepala Meilink di atas bantal sofa ruang tamu dan meluruskan kaki Meilink. Samuel melepaskan higheels Meilink, agar Meilink lebih nyaman.
*** Sukatmaja yang sudah tidak tahan lagi dengan adanya Samuel di sekeliling Meilink lalu menyuruh Samuel meninggalkan rumah orang tua Meilink secepatnya.
"Kurasa kau sudah selesai menyampaikan maksud dan tujuanmu datang kemari. Jangan pernah temui Meilink lagi. Karena sebagai calon suaminya dan jika nanti aku menjadi suami nanti pun aku akan melarang Meilink menemuimu baik sengaja mau pun tidak disengaja. Silahkan pergi dari sini." Perintah Cuko Sukatmaja yang tidak terbantahkan dengan nada yang dingin.
Samuel yang mendapat perlakuan tidak baik dari Cuko Sukatmaja merasa memang Cuko Sukatmaja memang memiliki hak untuk mengusirnya dari rumah orang tua Meilink. Karena cuko Sukatmaja merupakan calon suami Meilink. Memang ada benarnya yang dikatakan Cuko Sukatmaja pada Samuel, jika dia menjadi suami Meilink pun Samuel pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Cuko Sukatmaja saat ini padanya. Lelaki mana yang senang melihat calon istrinya bertemu dengan mantan kekasih istrinya. Apalagi mantan kekasih istrinya menyatakan bahwa dia masih mencintai Meilink, dan akan menerima Meilink kembali jika suatu saat Meilink berpisah dengan Cuko Sukatmaja.
" Baiklah aku akan pergi. Sebaiknya, jaga apa yang telah kau miliki saat ini. Jika kau tidak menjaga, menghargai, dan menghormati Meilink sebagai seorang wanita. Aku tidak akan segan-segan untuk merebutnya darimu. Camkan itu baik-baik, Om." Samuel meninggalkan rumah orang tua Meilink dengan kesedihan yang mendalam.
Setelah Samuel memberikan peringatan kepada Cuko Sukatmaja dia meninggalkan rumah orang tua Meilink tanpa permisi kepada Meilink dan kedua orang tua Meilink.
Cuko Sukatmaja yang mendapat peringatan dari mantan kekasih calon istrinya merasa sangat geram sekali. Rahang Cuko Sukatmaja terlihat mengeras, matanya memerah, dadanya naik turun menahan geram, dia menggeram mengeluarkan geraman binatang buas yang siap menerkam mangsanya. Namun, kemarahannya itu harus di tahannya karena wanitanya sedang memerlukan pertolongan karena sedang terbaring tak berdaya di sofa ruang tamu calon mertuanya. Cuko Sukatmaja memanggil ibu Meilink agar datang ke ruang tamu, melihat keadaan Meilink dan meminta ibu Meilink memberi minyak angin ke hidung Meilink. Supaya kesadaran Meilink kembali lagi. Ibu Meilink yang datang dari arah dapur terkejut melihat keadaan anak perempuannya. Ibu Meilink memukul-mukul pelan pipi putih Meilink berharap Meilink segera sadarkan diri.
__ADS_1
Ibu Meilink sibuk menggosok-gosokkan minyak angin di hidung meilink agar Meilink siuman. Setelah setengah jam Meilink pingsan akhirnya Meilink pun sadarkan diri. Meilink merasakan sakit yang luar biasa di bagian kepalanya. Dia memijit-mijit kepalanya bagian pelipis. Ibu Meilink membantu Meilink untuk duduk.
Meilink mulai mengerjap-ngerjapkan matanya untuk mengbalikan kesadarannya yang tadi hilang. Meilink mengingat-ingat apa yang telah terjadi sebelum dia pingsan. Setelah beberapa menit dia baru sadar apa yang telah terjadi sebelum insiden dia pingsan. Mata Meilink mulai mencari-cari sosok Samuel di ruang tamu itu. Cuko Sukatmaja menyadari apa yang tertulis di wajah Meilink. Meilink mencari-cari mantan kekasihnya yaitu Samuel.
Samuel menatap Meilink dengan tatapan yang tajam dan berkata.
" Samuel sudah pergi." Mengucapkan dengan nada sinis.
"Istrirahatlah. Jangan pikirkan lagi apa yang seharusnya tidak ada lagi ada dipikiranmu. Mulai sekarang kau hanya boleh memikirkan diriku seorang. Tidak boleh ada seorang pun yang boleh masuk dalam pikiranmu tanpa seizin dariku." Perintah Cuko Sukatmaja pada Meilink yang tidak terbantahkan.
Tapi bukan Meilink namanya kalau tidak ingin membantah kearoganan calon suaminya ini. Namun, begitu Cuko Sukatmaja melihat gelagat Calon istrinya ini ingin membantah perintahnya. Dia langsung memotong usaha Meilink nuntuk membantahnya dengan permisi meninggalkan rumah calon mertuanya.
"Paman, bibi saya permisi. Ada pekerjaan yang harus saya lakukan." Cuko Sukatmaja meminta izin kepada calon mertuanya.
"Hati-hati di jalan, Nak cuko!" Ibu Meilink memberi senyum hangatnya kenarah calon menantunya.
__ADS_1
Keesokan paginya Meilink melakukan aktifitasnya seperti biasa. Membantu ibunya menyiapkan sarapan dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Sama seperti anak sekolah SMA pada umumnya di akhir-akhir mau mendekati ujian sekolah anak-anak SMA akan sibuk mempersiapkan diri dengan mengikuti berbagai macam kegiatan les tambahan. Bahkan, di hari libur pun Meilink masih mengikuti les tambahan. Supaya mendapatkan hasil yang memuaskan dan dapat membahayakan kedua orang tuanya.
Orang tua Meilink sendiri disibukkan dengan persiapan pernikahan Meilink. Mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besar semua kebutuhan pernikahan Meilink disiapkan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada yang kurang dalam pernikahan anak semata wayang mereka. Mereka ingin pernikahan anak semata wayangnya berjalan dengan lancar tanpa ada yang kurang sedikit pun. Agar tidak menjadi penyesalan di kemudian hari. Mereka ingin mengenang setiap momen dalam pernikahan Meilink dalam lubuk hati mereka yang paling dalam.
Meilink dan mantan kekasihnya tidak pernah lagi bertemu atau pun berpapasan di sekolah. Meilink berusaha menghindari pertemuannya Samuel, dengan begitu dia dapat menata kembali hatinya.
Hari pengumuman kelulusan pun akhirnya tiba. Saat yang paling mendebarkan bagi semua siswa-siswi , karena ini adalah saat penentu jalan hidup mereka kedepannya.
Jantung Meilink berdebar sangat kencang. Tangannya gemetar mencoba untuk membuka amplop yang diberikan oleh gurunya. Meilink membuka amplop tersebut dengan hati-hati, mengintip sedikit demi sedikit isi amplop lalu membaca isi surat di amplop yang ada di tangannya.
Meilink membacanya dengan bibir bergetar dan terbata-bata.
"L, lulus."
Seketika itu juga mata Meilink melebar melihat tulisan besar yang tertera di Surat pengumuman yang ada di tangannya. Senyum merekah lolos dari bibir Meilink.
__ADS_1
Meilink tidak mengingat lagi bahwa dia sedang berusaha menghindari Samuel dan mencoba melupakannya. Meilink terus saja berlari ke kelas Samuel untuk menemui Samuel dan ingin menunjukkan pada Samuel bahwa dia berhasil lulus. Saat sampai di depan kaki Meilink terhenti mendadak. Mata Meilink berkaca-kaca melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
Jangan lupa like, vote Dan komentari juga setiap partnya ya