
Waktu yang dinanti-nanti setiap pekerja keras selain tiba tanggal gajian tentu saja waktu istirahat dan pulang kerja. Di sore hari, setiap pekerja keras menyambut sore hari dengan senyuman, menghilangkan penat yang dirasakan tubuh mereka. Para pekerja keras meninggalkan tempat kerja mereka berbondong-bondong. Melanjutkan rutinitas mereka di rumah masing-masing.
Cuko Sukatmaja walaupun seorang big bos di perusahaan yang dibangunnya dengan kerja keras selama ini. Juga mendisiplinkan dirinya dengan pulang pada saat jam kerja, sama seperti pekerja-pekerja lainnya. Bukan pulang dan pergi sesuka hatinya meskipun dia CEO di perusahaannya. Cuko Sukatmaja selalu memberikan contoh disiplin kerja di mulai dari dirinya sendiri sebagai orang yang paling memiliki tanggung jawab terbesar di perusahaannya. Baginya, semakin tinggi jabatan seseorang maka semakin banyak pula beban tanggung jawab yang harus di pikulnya. Jadi, sebenarnya pekerjaan Cuko Sukatmaja lah yang paling banyak di perusahaan, yang membuatnya tidak miliki waktu untuk berleha-leha.
Cuko Sukatmaja tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti ke diskotik atau nongkrong-nongkrok seperti anak-anak muda lainnya yang membuang-buang waktunya sia-sia. Cuko Sukatmaja lebih suka menghabiskan waktunya dengan cara kerja dan kerja. Di waktu akhir pekan dia biasanya menghabiskan waktu dengan berolah raga di ruangan khusus untuk berolah raga di rumahnya. Kalau tidak Cuko Sukatmaja akan menyibukkan dirinya di laboratorium mini di rumahnya untuk membuat ekstrak parfum yang terbaru untuk perusahaannya. Semua kegiatannya selalu diatur dengan baik oleh seketarisnya yaitu Mario. Mulai dari Cuko Sukatmaja bangun tidur sampai menutup matanya kembali di tempat tidurnya semua diatur oleh Mario dengan sangat detail.
Sesampai di rumah mertuanya Cuko Sukatmaja mencari keberadaan istri lugunya. Dia mendapati istri lugunya sedang duduk di balkon kamarnya, menatap ke pemandangan orang-orang berlalu lalang di jalanan. Cuko mendekatinya dengan kaki menjingkat, berlahan-lahan dia mendekati istri lugunya dengan niat mengejutkan istrinya. Setelah mendekat, Cuko menutup kedua mata istrinya dengan kedua telapak tangannya. Ternyata istrinya sedang melamun tadi. Meilink tidak menyadari kehadiran suaminya di dekatnya, sehingga begitu suaminya menutup matanya dia langsung tersentak kaget oleh tingkah suaminya yang menutup matanya tiba-tiba.
"Aaaa...siapa ini? Jangan bercanda donk!" Meilink jengkel.
Cuko Sukatmaja langsung menarik tangannya dari mata Meilink dan tangannya berpindah menarik pinggang Meilink memeluk tubuh Meilink dari belakang, supaya tubuh Meilink merapat ke bagian tubuhnya yang menegang pertanda hasrat sedang menyelimutinya. Meilink tersentak menyadari bukti hasrat suaminya yang sangat nyata dirasakan oleh tubuh Meilink yang bagian belakang. Meilink berusaha melepaskan diri dari suaminya karena Meilink merasa sangat gugup merasakan bukti hasrat suaminya menempel di tubuhnya. Namun semua usahanya gagal karena dia kalah kekuatan dengan suaminya. Cuko Sukatmaja memeluk Meilink dengan sangat erat.
Cuko Sukatmaja berbisik di telinga Meilink,
" Sayang, ayo siap-siap pindah ke rumah kita!" Ajakan Cuko pada istrinya.
Meilink merasa bingung, bukannya mereka baru saja menikah. Kok sekarang suaminya sudah mengajaknya pindah ke rumah mereka. Memangnya mereka sudah punya rumah? Itulah yang ada di benak Meilink saat mendengar ucapan Cuko Sukatmaja kepadanya.
"Pindah. Apa kita sudah punya rumah, Mas?" Tanya Meilink.
__ADS_1
'Apakah dia belum sadar juga kalau dia sudah menikah dengan pria kaya raya? Kucing kecil, kau wanita beruntung yang dapat menikah dengan pria kaya raya sepertiku tau. Kenapa tidak sadar-sadar juga kalau suamimu orang kaya raya? Jadi kesal aku.' Gumam Cuko Sukatmaja dalam hati.
'Sabar Cuko, sabar.' Cuko Sukatmaja menyabar-nyabarkan dirinya sendiri.
"Tentu saja, Sayang. Suamimu ini pria kaya raya yang memiliki banyak aset." Mulai memamerkan kekayaannya dengan pongahnya.
Meilink mulai jengah dengan sikap suaminya yang mulai lagi arogannya.
'Mulai, deh. Sombongnya kumat lagi.' Gumam Meilink dalam hati.
"Ya, ya, ya. Suamiku memang pria yang sangat kaya raya. Tapi, tidak perlu sesombong itu kan, Mas! " Jengkel dengan gaya sombong suaminya.
" Mas, kenapa Mas memanggil Meilink dengan sebutan sayang?"
" Memangnya Mas harus manggil kamu apa? Kamu kan istrinya Mas. Sudah seharusnya Mas memanggilmu dengan kata-kata yang mesra. Seperti sayang, honey, my wife atau yang lainnya. Tinggal pilih kamu mau yang mana?" Sambil menyusupkan dagunya di antara leher dan bahu Meilink, Cuko menghebuskan hawa panas ke leher Meilink.
Tangannya yang tadinya memeluk Meilink di pinggang dari belakang mulai merambah naik ke tubuh Meilink yang atas dan merambat mulai tak terkendali kemana-mana. Tangan Meilink mencoba menghentikan tangan suaminya yang mulai menjelajahi tubuhnya dengan cara memegang tangan suaminya untuk menahan pergerakan.
Wajah Meilink merah merona menahan rasa malu.
__ADS_1
" Terserah Mas aja. Mau memanggil dengan sebutan apa!" Pasrah kepada suaminya yang menentukan ingin memanggilnya apa.
Meilink ingin menghindari suaminya dengan mengajukan pertanyaan.
"Mas, mau membersihkan diri kan? Meilink akan menyiapkan airnya sebentar." Berusaha melepaskan pelukan suaminya.
Belum beberapa langkah mau meninggalkan suaminya. Suaminya malah menahan tangan Meilink sehingga langkah kaki meilink terhenti seketika. Meilink menatap ke arah mata suaminya, seperti memberi peringatan agar suaminya melepaskannya agar dia dapat menyiapkan air untuk mandi suaminya. Namun, Cuko Sukatmaja enggan untuk melepaskan Meilink sebelum dia selesai dengan tujuannya.
" Sayang, kau tidak bertanya pada suamimu mau dipanggil apa?" Cuko Sukatmaja mengedipkan sebelah matanya kepada Meilink ingin menggoda istri lugunya.
Meilink terbata-bata menjawab perkataan suaminya.
" M, memangnya Mas mau dipanggil bagaimana oleh Meilink?"
'Kenapa dia mengajukan pertanyaan sepertinitu sich. Aku kan jadi serba salah. Kalau dia minta dipanggil dengan panggilan yang aneh-aneh gimana coba? Memangnya kenapa kok harus membahas panggilannya apa lagi? Apa dia anak abg yang baru belajar pacaran? Aneh-aneh saja tingkahnya.' Gumam Meilink dalam hati.
"Panggil mas dengan panggilan honey. Baik di tempat umum atau di saat kita berduaan saja di kamar. Jadi, artinya kau harus memanggil mas dengan panggilan honey di mana saja dan kapan saja tanpa terkecuali. Baik di dunia nyata maupun di dalam mimpimu sekali pun." Sambil meletakkan tangannya di leher meilink seperti ingin mencekik leher Meilink.
'Aaa...yang benar saja donk. Masak iya aku harus manggilnya dengan panggilan honey? Benar-benar abg ini orang. Aku kan malu kalau harus memanggilnya dengan sebutan honey di depan umum. Gilanya lagi kenapa di dalam mimpi pun harus memanggilnya honey. Dia mau menjajahku juga di alam mimpi ya?' Gumam Meilink dalam hati.
__ADS_1
Meilink membuka mulutnya untuk berkata...
Jangan lupa like, vote dan komentari setiap partnya ya