
Meilink lalu bergegas ke kamar mandi dan menguncinya. Saat Meilink mulai membuka pakaiannya yang bagian bawah Meilink menemukan sebercak warna merah di pakaian dalamnya.
Aura wajah yang tadinya ketakutan sampai wajah Meilink pucat pasih karena ancaman suaminya. Kini wajahnya menjadi berseri-seri bagaikan mendapatkan hadiah yang tidak terduga-duga sebelumnya.
Meilink kedatangan tamu bulanannya. Meilink merasa ini sebuah keberuntungan. Dia dapat menggunakan alasan datang bulan untuk menghindari ritual malam pertama mereka. Tidak mungkinkan suaminya akan memaksakan dirinya untuk melakukan ritual malam pertama mereka dalam keadaan Meilink yang sedang datang bulan.
Untuk sementara waktu Meilink dapat bernapas lega. Walaupun hanya sekitar seminggu Meilink sudah sangat bersyukur dapat terlepas dari cengkraman suaminya yang bagaikan predator pemangsa yang siap melahap Meilink.
Setelah Meilink menyelesaikan kode alam yang harus di selesaikannya. Ia pun keluar dari kamar mandi. Meilink mendapati suaminya sudah menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang sambil memainkan handphonenya. Meilink mendekati suaminya ingin menyampaikan bahwa dia sedang kedatangan tamu bulanan.
"Sayang, aku sedang kedatangan tamu bulanan."
"Apa?" Bertanya tidak percaya apa yang baru saja di dengarnya.
"Sayang, aku baru saja kedatangan tamu bulanan. Tadi saat di kamar mandi aku melihat Ada bercak darah di pakaian dalamku."
Karena sangat terkejut mendengar penuturan istrinya Cuko Sukatmaja langsung berdiri mendekati istrinya secepat kilat. Cuko Sukatmaja menyambar lengan tangan Meilink dan memegangnya dengan sangat erat. Sehingga menyebabkan Meilink meringis kesakitan di bagian yang dipegang Cuko Sukatmaja. Cuko Sukatmaja tampak menggeram sambil mengucapkan kata-kata dengan berlahan supaya Meilink menyadari kemarahan Cuko Sukatmaja.
"Jangan mencari cara agar bisa membatalkan ritual malam pertama kita, Meilink. Atau kau akan merasakan akibat dari perbuatanmu." Ancam Cuko Sukatmaja sambil menatap mata cantik Meilink mencari kejujuran di matanya.
"Sayang, aku tidak mencari-cari alasan agar ritual malam pertama kita gagal. Aku sendiri lupa makanya itu aku tidak memberitahumu kalau ini tanggal datang bulanku bulan ini. Aku baru menyadarinya setelah melihat sendiri bercak darah di pakaian dalamku." Meilink ketakutan melihat suaminya seperti bukan manusia saja saat sedang marah.
"Tunjukkan kepadaku!" Perintah Cuko Sukatmaja kepada istrinya.
__ADS_1
"Apa?" Tidak habis pikir dengan perintah suaminya yang mengada-ngada.
"Tunjukkan kepadaku mana bercak darah yang kau katakan itu!" Cuko Sukatmaja ingin memastikannya dengan mata kepalanya sendiri apakah benar yang dikatakan istrinya kepadanya.
"Sayang." Berteriak keras tanda menolak melakukan perintah suaminya yang tidak masuk akal dan tidak tau malu sama sekali dengan ucapannya.
"Kenapa kau berteriak padaku? Aku tidak tuli Meilink. Semakin kurang ajar saja kau kalau lama-lama dibiarkan." Berteriak keras tak mau kalah dengan istrinya.
"Sayang, aku tidak bermaksud kurang ajar padamu. Tapi...?" Tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
'Tapi, tapi apa ya?' Bergum dalam hati.
Meilink bingung sendiri mau mengatakan apa pada suaminya yang super aneh ini. Masak dia memerintahkan istrinya untuk menunjukkan bercak darah di pakaian dalam istrinya.
"Tapi apa, Meilink? Jangan mencoba menguji sampai dimana batas kesabaranku menghadapimu, Meilink. Kau akan menyesal karena menyulut amarahmu nantinya." Menahan geram.
"Tapi, Sayang. Aku kan malu menunjukkan bercak darahku di pakaian dalam yang kukenakan. Lagi pula untuk apa aku berbohong tidak ada yang perlu ku bohongi di sini. Kalau pun Meilink menunjukkan bercak darah di pakaian dalam Meilink, Apa tidak jijik melihatnya? Meilink saja merasa tidak nyaman melihat bercak darah itu setiap bulannya. Padahal, bercak darah tersebut milik Meilink sendiri.". Meilink memberikan penjelasan dengan lembut agar suaminya tidak tersulut api kemarahan, yang akan memperkeruh suasana di dalam kamar.
Cuko Sukatmaja melihat ada kejujuran di dalam mata istrinya. Meilink mudah sekali terbaca karena memang gadis yang sangat lugu.
"Baiklah, kita tunda dulu ritual malam pertama kita. Tapi setelah tiba waktunya kau tidak boleh menolakku, Sayang. Atau aku akan memaksakan kehendakku kepadamu. Katakan padaku jika kau sudah selesai datang bulan. Agar aku bisa mempersiapkannya. Aku tidak ingin ada yang kurang dalam ritual malam pertama kita."
Meilink menganggukkan kepalanya pertanda menyetujui ucapan suaminya.
__ADS_1
'Memangnya apa yang mau dipersiapkannya? Bukannya banyak pelayan di rumah ini yang bisa diperintahkannya untuk mempersiapkan kamar ini dengan segala macam pernak- perniknya. Jangan bilang dia mau mempersiapkan dirinya lahir batin.'
Gumam Meilink dalam hati.
Meilink masih dalam lamunannya berdiri di dekat ranjang. Lamunannya langsung buyar saat Cuko Sukatmaja memerintahkannya naik ke atas ranjang mereka.
"Naik!" Perintah Cuko Sukatmaja yang tak terbantahkan.
"Naik kemana, Mas?" Meilink yang masih berada dalam lamunannya belum tersadar sepenuhnya. Kesadaran Meilink baru setengah jalan sampai ke raganya.
Cuko Sukatmaja memelototkan matanya Dan menahan geram melihat ke arah Meilink.
"Ehh... Sayang maksudnya." Meilink meralat panggilannya kepada suaminya.
Cuko Sukatmaja mulai menarik selimutnya untuk menutupi setengah tubuhnya dan memulai untuk tidur di ranjang.
'Sensitif amat sich telinganya. Sepertinya di telinganya ada alaram yang langsung berbunyi saat dia mendengar sesuatu yang tidak disukainya. Cuma salah sebut panggilan saja langsung dipelototi. Kayaknya hidup sama orang aneh kayak dia harus hati-hati berbicara dan bertindak, kalau tidak bisa runyam hidupku nanti.' Gumam Meilink dalam hati.
Meilink berharap dia akan baik-baik saja hidup dengan Cuko Sukatmaja dalam menjalani hubungan rumah tangga tanpa cinta. Karena Meilink masih sangat mencintai Samuel dan belum sanggup melupakan mantan kekasihnya itu.
Kalaulah Meilink boleh memilih dia akan memilih Samuel menjadi suaminya. Walaupun Samuel tidak sekaya raya Cuko Sukatmaja tapi dalam hidup rumah tangga tidak hanya dibutuhkan masalah finansial saja. Masih banyak lagi hal lain perlu dipertimbangkan dalam kehidupan berumah tangga. Walaupun tidak sedikit dari orang-orang di luar sana menjadikan hal finansial sebagai faktor utama.
Bagi Meilink uang dapat dicari, tapi cinta dan kasih sayang dalam hidup berumah tangga adalah faktor penting yang tak bisa dibayar dengan uang. Jika kita mencintai dan menyayangi seseorang kita akan melakukan apa saja untuk orang yang kita cintai dan sayangi untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama. Walaupun kita tidak kaya raya hanya hidup sederhana dengan usaha bersama dengan orang terkasih, maka kekayaan yang sesungguhnya sudah didapatkan.
__ADS_1
Kini Meilink hidup bersama dengan orang yang bergelimangan harta. Tapi kebahagiaan yang diidam-idamkannya selama ini tidak didapatkannya. Kebahagiaan hidup bersama orang yang dicintai dan disayanginya dalam rumah tangga yang sederhana. Mendapatkan perlakuan yang baik dari pasangan bukan malah disakiti dan diancam seenaknya.
#Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya