
"Baiklah, Mas akan memberi taumu! Tapi ada syaratnya!" Cuko menyimpan rencana licik yang tersembunyi dari tadi di kepalanya.
Meilink tampak tidak curiga sama sekali pada Cuko Sukatmaja.
"Syaratnya apa mas?" Tanya Meilink.
"Syaratnya jika kau tidak bisa membuktikan apa yang kau tuduhkan tadi di cafe kepadaku. Maka kau harus menikah dengan Mas dan menjadi istri Mas yang seutuhnya." Senyum seringai muncul di ujung bibir Cuko Sukatmaja karena melihat rona merah di pipi Meilink saat mendengar perkataan Cuko Sukatmaja.
Meilink terbata-bata menjawab perkataan Cuko Sukatmaja.
"M, Menjadi istri yang seutuhnya? M, Maksud mas apa?" Rona merah di pipi Meilink semakin merekah.
Pipi Meilink merah seperti mawar merah yang sedang mekar di musim semi. Karena kulit Meilink yang putih bersih menyebabkan rona merah di pipinya jadi tampak dengan jelas. Siapa saja yang melihatnya pasti ingin sekali untuk mencicipi pipi merah merona Meilink. Jika saja Cuko Sukatmaja tidak memiliki pengendalian diri yang luar biasa, pasti saja dia ingin sekali menghadiahi sebuah kecupan di pipi kiri dan pipi kanan meilink tanpa permisi.
Cuko Sukatmaja yang sempat menghayal ingin mencium pipi Meilink langsung mengerjapkan matanya berulang-ulang untuk mengembalikan kesadarannya. Menggoda Meilink dengan perkataannya yang sedikit fullgar.
"Benarkah kau tak mengerti maksud dari menjadi istriku yang seutuhnya? Jika kau memang tidak mengerti, lalu kenapa pipimu berubah warna menjadi merah merona?" Sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Meilink dan tersenyum nakal.
Tindakan Cuko Sukatmaja itu semakin membuat permukaan wajah Meilink menjadi semakin merah karena malu mendengar perkataan Cuko Sukatmaja. Sebenarnya Meilink bukannya tidak mengerti apa maksudnya karena Meilink tidak lugu-lugu amat jadi seorang gadis. Hanya saja dia ingin memastikan apa yang dimaksudkan Cuko dengan menjadi istrinya yang seutuhnya. Karena Meilink tidak meyakini setelah menikah nanti mereka akan melakukan semua kegiatan yang dilakukan sepasang suami istri pada umumnya. Secara mereka kan menikah bukan atas dasar suka sama suka. Mana mungkin Meilink bisa menjadi istri yang seutuhnya sedangkan hatinya masih diisi oleh seseorang yang sangat dia cintai. Sepertinya itu sangatlah mustahil untuk dilakukan oleh Meilink.
"M, Meilink memang tidak tau apa yang mas masksudkan dengan menjadi istri yang seutuhnya." Meilink tidak bisa menyembunyikan kegugupannya dihadapan calon suaminya.
"Oke, oke mas percaya Meilink tidak tau maksud menjadi istri yang seutuhnya." Cuko mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda mengiyakan perkataan Meilink.
__ADS_1
Untuk memecah kecanggungan di antara mereka berdua. Meilink mengungkapkan apa yang ada dalam benaknya tentang bukti yang akan menyudutkan Cuko Sukatmaja.
"Mas, jika Meilink bisa membuktikannya. Meilink ingin rencana pernikahan kita dibatalkan ya. Meilink tidak mau menikah dengan lelaki yang suka mencomot wanita sana-sini. Mas juga tidak mau kan menikah dengan wanita yang sudah dijamah oleh lelaki lain. Begitu juga Meilink, Meilink sudah pasti juga tidak mau. Jadi, Mas harus jujur jika bukti yang Meilink utarakan benar adanya Mas harus jujur, sejujur-jujurnya tidak boleh ada kebohongan." Meilink melirik ke arah Cuko Sukatmaja yang sedang mengemudikan mobilnya.
"Baiklah. Silahkan buktikan."
Cuko menantang Meilink.
" Buktinya adalah tubuh mas. Coba mas cium sendiri aroma parfum yang ada pada tubuh mas sekarang!" Memerintah Cuko dengan penekanan.
Cuko Sukatmaja mengernyitkan keningnya sambil bergumam dalam hati.
'Apa maksudnya dengan aroma parfum? Bukannya wajar jika seorang pria memakai parfum. Parfum kan boleh dipakai oleh lelaki, bukan hanya wanita yang memakai parfum zaman sekarang.'
"Katakan saja sejelas-jelasnya jangan berbelit-belit. Supaya tidak ada kesalah pahaman di antara kita berdua. Sudah cukup kesalah pahaman yang terjadi tadi di cafe jangan di tambah-tambah lagi."
"Parfum yang melekat di tubuh mas ada tiga aroma parfum khas milik wanita dan satu aroma parfum khas milik lelaki. Kalau aroma parfum khas milik lelaki itu Meilink yakin itu adalah aroma parfum milik mas cuko. Tapi tiga aroma parfum khas milik wanita ini sudah membuktikan bahwa mas ada main dengan tiga wanita, Kan? Meilink pasti benar." Bersemangat sekali mengungkapkan bukti-buktinya.
Tanpa disangka-sangka meilink, sikap yang ditunjukkan Cuko tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Meilink. Meilink berharap Cuko Sukatmaja akan terkejut setengah mati, karena Meilink berhasil membuktikan bahwa Cuko Sukatmaja bukanlah lelaki baik-baik seperti apa yang dibangga-banggakan kedua orang tuanya. Cuko Sukatmaja justru malah memasang senyum manisnya yang sangat memukau. Walaupun dilihat hanya dari samping masih terlihat dengan jelas betapa manisnya Cuko Sukatmaja saat tersenyum.
Meilink heran dengan reaksi yang ditunjukkan Cuko Sukatmaja saat ini.
"Mas, kenapa senyum-senyum?"
__ADS_1
"Ohh...mas hanya terpana dengan usahamu."
Cuko tetap tersenyum tipis.
"Tapi bagaimana mungkin kau mengganggap tiga aroma parfum khas wanita yang melekat di tubuhku ini menjadi bukti bahwa aku meniduri banyak wanita?" Semakin berusaha mengkorek isi kepala Meilink.
"Tentu saja mungkin Mas. Pasti karena Mas atau pun para wanita Mas itu sudah bersentuhan tubuh jadi aroma parfum itu melekat di tubuh Mas." Meilink bersungut-sungut mengutarakan isi pikirannya kepada Cuko Sukatmaja.
Cuko Sukatmaja yang tadinya sudah menahan tawanya sekuat tenaga akhirnya tidak dapat menahan lagi tawanya. Cuko Sukatmaja tertawa terbahak-bahak yang membuat Meilink menjadi bingung dengan reaksi yang muncul dari diri seorang Cuko Sukatmaja.
"Kenapa Mas malah tertawa terbahak-bahak sich? Apanya yang lucu mas?" Mengernyitkan keningnya.
"Meilink sepertinya kau harus menjadi istriku seutuhnya karena kau tidak bisa membuktikan kalau aku bukan lelaki baik-baik!" Cuko terkekeh menjengkelkan.
"Gak, mau.Titik." Protes keras Meilink.
"Kau tidak memiliki pilihan lain, Meilink. Tiga aroma parfum khas milik wanita yang ada di tubuh calon suamimu ini adalah tester yang kulakukan untuk mencoba aroma parfum terbaru yang akan diluncurkan dari perusahanku. Tadi sebelum melakukan pertemuan di restauran x dengan kedua orang tua kita. Mas harus menghadiri rapat di perusahaan yang mas pimpin. Karena hari ini adalah rapat tentang pengesahan peluncuran parfum wanita yang terbaru dari perusahaan Mas. Mas menyempatkan untuk mencoba tiga jenis parfum yang berbeda aroma ke tangan mas. Mas menyemprotkan tiga jenis aroma parfum itu tepat di tangan sebelah kiri Mas. Jika Meilink ingin mencoba membauinya. Mas dengan suka rela memberikan tangan kiri Mas untuk Meilink baui." Sambil menyodorkan tangan kirinya ke hadapan Meilink agar Meilink dapat meraih tangannya.
Meilink meraih tangan Cuko Sukatmaja dan mendekatkannya ke hidungnya untuk dibaui. Meilink terlihat mengernyitkan keningnya, tampak tidak percaya setelah membaui tangan Cuko Sukatmaja.
#
Jangan lupa like, vote dan komentari setiap partnya ya
__ADS_1