Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Masalah di Ranjang


__ADS_3

Meilink meraih tangan Cuko Sukatmaja dan mendekatkannya ke hidungnya untuk dibaui. Tangan Cuko Sukatmaja bersentuhan dengan hirung mancung Meilink, Meilink menghirup aroma yang ada di tangan Cuko Sukatmaja. Meilink merasai ada tiga aroma parfum wanita di tangan Cuko Sukatmaja. Meilink terlihat mengernyitkan keningnya, tampak tidak percaya setelah membaui tangan Cuko Sukatmaja. Wajah Meilink tampak merah padam menahan rasa malunya yang tak terbendung. Dia sudah menuduh calon suaminya melakukan hal yang tidak-tidak tanpa bukti yang jelas.


Meilink sangat malu sekali kepada Cuko Sukatmaja. Meilink hanya bisa menundukkan kepalanya karena tidak sanggup melihat ke arah lawan bicaranya. Meilink memutuskan untuk meminta maaf kepada calon suaminya karena telah menuduhnya melakukan hal yang tidak-tidak.


"Meilink minta maaf ya Mas karena telah menuduh mas yang bukan-bukan."


Tampak ujung bibir Cuko Sukatmaja terangkat sedikit, Cuko Sukatmaja tidak bisa menahan senyum tipisnya dan akhirnya lepas juga.


" Tidak apa-apa Meilink. Mas bisa makluminya."


"Tapi Mas senang juga meilink menuduh Mas seperti itu, berarti Meilink perhatian kepada Mas. Memperhatikan disetiap detail yang ada pada tubuh Mas. Sepertinya Meilink bakalan menjadi istri yang posesif di kemudian hari. Setiap pulang kerja pasti menciumi baju kerja suami untuk memastikan siapa saja yang berinteraksi dengan Mas. Sudah kebayang bagaimana galaknya dirimu saat menjadi seorang istri." Cuko Sukatmaja terkekeh menuturkan apa yang ada dipikirannya.


Meilink hanya bisa menundukkan kepala karena menahan rasa malu yang merayapi dirinya.


Cuko Sukatmaja yang biasanya selalu bersikap arogan kepada lawan bicaranya kali ini lebih bersikap longgar menghadapi Meilink. Entah apa yang menyebabkan perubahan sikap Cuko Sukatmaja saat ini. Cuko Sukatmaja sendiri pun tidak tau apa yang menyebabkannya. Dia hanya merasa nyaman saja berada dekat dengan Meilink. Suka dengan semangat Meilink yang mendebatnya tanpa henti. Sehingga memunculkan rasa tertarik di dalam hati Cuko.


Biasanya para wanita yang mengejar- ngejar Cuko Sukatmaja akan bersikap lemah lembut di buat-buat di hadapannya. Selalu mencari perhatian Cuko Sukatmaja dengan berbagai cara, berbeda sekali dengan Meilink. Meilink tidak bersikap sok lembut bahkan terbilang galak kepada calon suaminya. Baru pertama kali mereka bertemu saja Meilink sudah menuduh Cuko Sukatmaja melakukan hal yang tidak-tidak tanpa bukti yang jelas.


Untung saja Cuko Sukatmaja tidak mempermasalahkannya bahkan memaklumi apa yang dilakukan Meilink. Wanita baik-baik mana yang mau menikah dengan lelaki yang suka melakukan perbuatan tidak baik. Tentu saja Meilink pun tidak ingin memiliki suami yang berkelakuan buruk.


Meilink pun terlihat lega mendengar pemakluman dari Cuko. Seperti beban rasa bersalah yang ditanggungnya karena telah menuduh Cuko Sukatmaja melakukan hal yang tidak-tidak lepas dari pundaknya dan menjadi lebih ringan.


Melihat Meilink sudah lebih baik, Cuko Sukatmaja berniat untuk menggoda Meilink.

__ADS_1


"Jadi, besok kita nikah?" Seringai dibibir tipis Cuko.


"Apa?" Meilink berteriak keras karena kaget mendengar apa yang di ucapkan Cuko Sukatmaja barusan.


'Apa maksud mas cuko Sukatmaja kalau aku dan Mas Cuko Sukatmaja menikah besok? Bukannya aku dan Mas Cuko Sukatmaja sebulan lagi menikahnya. Kenapa malah dipercepat? Apa Mas Cuko Sukatmaja sudah begitu tidak sabarannya menikahiku? Aaa... aku kan masih sekolah. Apa tidak bisa ditunggu lulus sekolah dulu baru dinikahin.' Gumam Meilink dalam hati.


"Apa maksudnya kita menikah besok Mas, bukannya sebulan lagi? Apa Mas sudah tidak sabar untuk menikah sampai-sampai rencana pernikahannya dimajukan? Apa tidak bisa Mas menunggu Meilink sampai meilink lulus sekolah SMA. Meilink masih anak sekolahan loh Mas. Jangan lupakan itu." Meilink tampak sangat pucat pasih dan semakin gelisah.


"Mas bukannya tidak sabaran ingin cepat menikah. Tapi jika Meilink mau dipercepat jadwal pernikahan kita, Mas sich tidak keberatan." Cuko Sukatmaja menjawab dengan entengnya.


"Mas paling tidak Meilink ingin menyelesaikan ujian akhir Meilink di SMA. Supaya Meilink bisa melanjutkan pendidikan Meilink ke Universitas yang Meilink idam-idamkan selama ini ya Mas!" Memasang wajah memelas dengan mata yang berkaca-kaca.


Keinginnan besar Meilink walaupun dia sudah menikah nantinya, dia tetap bisa melanjutkan pendidikannya agar bisa mencapai cita-citanya di kemudian hari kelak. Walaupun dia seorang wanita Meilink tidak ingin hidupnya hanya berkutat di tiga tempat saja yaitu; di sumur, di dapur, dan di kasur. Zaman sekarang sudah modern kan. Wanita boleh sekolah setinggi-tingginya, boleh menggantungkan cita-citanya setinggi langit. Asalkan dia tidak melupakan tugas dan tanggung jawabnya.


"Untuk apa kau kuliah lagi?" Jawab Cuko Sukatmaja ketus.


"Apa kau pikir calon suamimu ini tidak mampu membiayaimu Meilink? Jangankan membiayamu, untuk membiayai anak-anak kita sebanyak jumlah anak yang kau inginkan pun aku sanggup membiayai kalian." Menghardik Meilink.


"Bukan begitu maksud Meilink, Mas!"


Belum selesai Meilink melanjutkan kata-katanya Cuko Sukatmaja sudah memotongnya.


" Baiklah, Mas izinkan Meilink melanjutkan pendidikanmu. Tapi ada syaratnya!"

__ADS_1


'Kenapa sich selalu lelaki ini mengajukan syarat-syarat melulu. Belum jadi suami aja, aku aja uda tertekan batin gini. Bagaimana kalau lelaki ini sudah menjadi suamiku. Bisa sesak napas diriku menghadapi semua syarat-syarat yang bakalan diajukannya setiap hari.' Gumam Meilink di dalam hati.


"Apa syaratnya? Jika Meilink sanggup akan Meilink lakukan tapi kalau tidak, Meilink mohon maaf Meilink tidak akan menyetujui syarat yang Mas ajukan. Meilink juga akan memberitahukan Ayah Meilink kalau Mas melarang Meilink melanjutkan pendidikan Meilink. Supaya Ayah mempertimbangkan lagi tentang rencana pernikahan kita." Bersungut-sungut mengutarakan isi hatinya.


" Selain Meilink harus menjadi istri yang seutuhnya buat Mas berdasarkan persyaratan yang di awal tadi. Mas juga ingin mengajukan syarat masalah di ranjang." Seringai licik muncul di ujung bibir Cuko Sukatmaja.


"Masalah di ranjang? Maksud Mas apa?"


Pipi Meilink merah merona menahan rasa malu.


Cuko berdehem.


" Sepertinya kau berpura-pura tidak tau apa maksudnya, Kucing kecil."


Meilink membuang muka ke arah jendela mobil di dekatnya agar Cuko Sukatmaja tidak melihat rona merah di pipinya.


Cuko Sukatmaja melanjutkan kata-katanya.


" Masalah di ranjang. Mas ingin kita melakukan hubungan intim di ranjang satu hari sebelas kali dan kau tidak boleh menolaknya."


"Gak mau." Teriak Meilink. Rona merah di pipi Meilink semakin menjadi-jadi karena malu.


" Dasar lelaki mesum. Apa menjadi suami istri hanya itu saja kerjaan kita? Meilink tak mungkin sanggup melayani mas di ranjang sebanyak sebelas kali satu hari. Apa tidak bisa di kurangi?"

__ADS_1


Cuko mengkerutkan keningnya, seperti sedang berpikir berapa kali seharusnya mereka berdua melakukan hubungan intim di ranjang.


#Jangan lupa, like, vote dan komentari setiap partnya ya


__ADS_2