Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Berpisah


__ADS_3

'Apakah ayah mengetahuinya?' Gumam Meilink dalam hati.


Pertanyaan ini yang muncul di benak meilink. Selama ini Meilink sudah menjalin hubungan dengan pacarnya selama 3,5 tahun saat Meilink dan kekasihnya masih duduk di SMP dan kemudian berlanjut di SMA. Selama ini hubungan kasih Meilink dan kekasihnya berjalan baik-baik saja jarang sekali mereka berselisih paham bahkan bisa dikatakan tidak ada pertengkaran di antara mereka berdua. Meilink dan kekasihnya saling menjaga satu sama lain. Tidak ada yang merusak, atau pun yang mencoba untuk memancing salah satu untuk merusak yang lainnya. Taulah maksudnya apakan! Zaman sekarang banyak sekali anak muda yang mendapatkan keuntungan dari kekasihnya dengan dalih katanya cinta. Kalau cinta semua pasti dikasih tanpa memikirkan akibat yang akan ditanggung dikemudian hari.


Samuel, itulah nama kekasih Meilink yang sangat Meilink cintai dan sayangi. Seberapa besar cinta Samuel pada Meilink? Jawabannya, rasa cinta mereka berdua sama besarnya. Sepasang kekasih ini saling mendukung satu sama lain dalam hal positif, saling menasehati jika ada salah satu diantara mereka yang berbuat hal keliru. Sungguh sepasang kekasih ini membuat orang iri.


Samuel lelaki yang sangat dicintai oleh Meilink bukanlah lelaki yang tak bermoral. Samuel sangat memperhatikan tata krama dalam bertutur sapa. Selain itu, Samuel merupakan lelaki yang tampan, baik, dewasa, pintar serta mandiri di usia yang masih terbilang remaja. Di usianya yang masih terbilang remaja, Samuel sudah memiliki usaha kecil-kecilan di dekat rumah orang tuanya. Dia membuka usaha laundry dan sudah memiliki beberapa cabang di beberapa daerah. Dia meniti usahanya mulai dari meminta pinjaman dari orang tuanya untuk membuat usaha laundry. Kemudian dia menyicil pinjamannya kepada orang tuanya dari hasil usaha laundrynya. Lama-kelamaan usahanya membuahkan hasil yang manis. Sehingga berkembang dan akhirnya, Samuel membuka beberapa cabang usaha laundrynya di daerah. Impian Samuel dikemudian hari untuk membina rumah tangga dengan Meilink bukanlah main-main. Dia sudah mempersiapkan usahanya ini jauh-jauh hari. Supaya setelah mereka nanti selesai kuliah dan meraih cita-cita mereka masing-masing, Samuel sudah memiliki pekerjaan dan modal untuk meminang Meilink.


Namun, sepertinya persiapan yang sudah disiapkan Samuel semuanya menjadi sia-sia nantinya. Karena Meilink akan menikah dengan anak sahabat orang tua Meilink.


Meilink, gadis manis yang menjadi primadona di sekolahnya. Harus menerima perjodohan yang tidak pernah diinginkannya. Karena Meilink merupakan anak yang patuh pada orang tuanya. Dia tidak ingin orang tuanya bersedih dengan penolakannya terhadap perjodohan itu. Walaupun dia sangat mencintai dan menyayangi Samuel, Meilink harus memprioritaskan orang tuanya. Orang tuanya merupakan prioritas utama baginya selama ini. Tidak ada sesuatu apa pun yang dapat membantah bahwa orang tualah yang paling penting dibandingkan dengan kekasihnya.


Pagi ini, terasa sangat menyesakkan bagi Meilink tidak seperti biasanya. Biasanya, Meilink dengan semangatnya yang selalu menggebu-gebu masuk ke halaman sekolahnya alih- alih bertemu dengan sang kekasih di halaman sekolah .Tapi kali ini dengan langkah gontai ia melangkahkan kakinya ke halaman sekolahnya.


Di depan kelas Meilink ada seseorang yang sedang menunggu Meilink sejak 10 menit yang lalu, sebelum Meilink memasuki halaman sekolah. Ia adalah Samuel, kekasih Meilink. Samuel memegang setangkai bunga mawar merah yang disembunyikannya di balik punggungnya. Mawar merah yang ingin diberikannya kepada Meilink, agar memulai pagi hari ini dengan penuh dengan senyuman di bibir Meilink kekasih yang sangat di cintainya.


Sesampai di depan kelasnya Meilink menatap kekasihnya dengan sendu sambil menahan tangisnya di berkata.


"Sam, bisa kita cari tempat bicara serius sebentar saja?"


Kemudian Samuel langsung menarik tangan Meilink dan mengajaknya ke areal taman sekolah yang masih terlihat sepi.

__ADS_1


Karena melihat kekasihnya dalam keadaan yang tidak seperti biasanya Samuel pun bertanya kepada Meilink.


"Ada apa Meilink?"


"Mengapa kau terlihat sedih?"


"Apakah terjadi sesuatu tadi di rumahmu?" Samuel memberondong Meilink dengan pertanyaannya.


Meilink pun semakin tak sanggup mengutarakan perpisahan yang harus terjadi pada mereka. Melihat perhatian yang diberikan Samuel kepadanya. Betapa Samuel sangat mencintainya. Mengapa takdir cinta mereka berdua begini jadinya. Tapi, demi memenuhi keinginan orang tuanya Meilink harus mengambil keputusan walaupun sakit rasanya.


Dengan keteguhan hati yang dipaksakan Meilink pun berucap dengan terbata-bata.


Seketika itu juga mawar yang tadinya disembunyikan Samuel dibalik punggungnya terjatuh ke tanah. Karena begitu mendengar ucapan kekasihnya seketika itu juga terasa lemaslah tubuhnya. Tangan dan kakinya terasa lunglai tak bertenaga. Telinganya bagaikan mendengar sambaran petir yang meluluh lantakkan cintanya. Sambil terbata-bata Samuel bertanya.


"S, Sayang kau sedang berbohongkan?"


"S, Sayang kau sedang mengerjaikukan?" Berharap bahwa yang dikatakan Meilink tidaklah benar.


"Sam, maafkan aku." Meilink menangis tersedu-sedu tak dapat menahan lagi apa yang bergejolak sejak tadi di dadanya.


"Aku akan menikah dengan anak sahabat orang tuaku setelah selesai ujian untuk memenuhi keinginan orang tuaku. Aku sangat mencintaimu sayang, tapi aku tak kuasa untuk menentang orang tuaku. Aku juga sangat menyayangi orang tuaku."

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan impian kita, cita-cita kita yang belum tercapai? Apakah kau mau membuangnya begitu saja Sayang?" Samuel berharap Meilink mengubah pendiriannya untuk mengikuti keinginan orang tuanya.


"Untuk cita-cita, aku akan terus mengejar cita-citaku walaupun aku sudah menikah nantinya.Tapi, impian kita untuk hidup bersama, membina mahligai rumah tangga bersama sampai kita menjadi kakek nenek sepertinya itu tidak akan bisa kita wujudkan, Sam. Takdir berkata lain, Sam. Ternyata takdirku tidak bersama dengan dirimu, Sayang. Kita harus menerima takdir ini dengan ikhlas."


"Siapakah lelaki yang sangat beruntung mendapatkan dirimu, Meilink?" Tanya Samuel.


"Aku juga tidak tau siapa dia? Siapa namanya saja aku tidak tau." Ucap Meilink dengan putus asa.


"Bahkan kau tak tau siapa namanya? Kau masih tetap akan menikahi lelaki yang tidak kau kenali baik atau buruk sifatnya kau tak tau?" Samuel terdengar sangat kesal dari suaranya melontarkan pertanyaan kepada Meilink.


"Iya, aku akan tetap menikahinya, Sam."


"Aku akan berusaha menerima takdir ini dengan ikhlas. Lupakanlah aku, lupakan semua impian kita."


Air mata terus mengalir tanpa henti di pipi putih Meilink.


"Baiklah, Meilink. Jika itu sudah keputusanmu. Aku tak dapat memaksakan kehendakku lagi. Aku akan menganggap apa yang terjadi pada kita selama ini sebagai kenangan yang terindah. Jika kita berjodoh kita pasti akan dipersatukan kembali entah bagaimana pun jalannya. Kuharap kau bahagia. Tapi, jika kau tak bahagia ingatlah aku. Aku selalu menantimu dan akan berusaha agar menjadi orang yang pantas mendampingimu." Samuel meninggalkan Meilink yang masih terisak menuju kelasnya.


#


Jangan lupa like, vote dan komentari setiap partnya ya

__ADS_1


__ADS_2