Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Mandul


__ADS_3

Setiap pernikahan pasti mendambakan kehadiran seorang bayi mungil yang menggemaskan di rumah mereka. Begitu Cuko Sukatmaja juga, dia mendambakan seorang pewaris yang akanewarisi semua kekayaannya nanti. Namun, apa boleh dikata sudah lebih dari 4 tahun menikah dengan Meilink belum juga diberi momongan. Rasa bosan pun timbul begitu saja, pertengkaran berulang kali terjadi di antara mereka berdua. Awal pernikahan yang manis hilang begitu saja tanpa jejak. Kata-kata kasar yang menyayat hati acap kali sering keluar dari mulut Cuko Sukatmaja kepada Meilink. Meilink sering menangis sendiri, kehidupannya jauh dari kata bahagia. Menikah dengan lelaki kaya raya tidak menjamin kebahagiaan seseorang akan datang. Ketidakhaduran bayi di dalam rumah tangga mereka yang memicu pertengkaran terjadi. Meilink yang awalnya tidak bisa menerima Cuko Sukatmaja sebagai suaminya lambat laun menyukai suaminya. Namun, takdir sepertinya sedang mempermainkan dirinya. Disaat Meilink sudah dapat menerima suaminya, dia diuji dengan ketidak perdulian suaminya padanya dikarenakan belum juga memberikan keturunan. Sebenarnya ini semua bukanlah kesalahan Meilink. Cuko Sukatmaja dan Meilink sudah melakukan tes kesuburan, dan mereka berdua dinyatakan subur dan sehat oleh dokter. Cuko Sukatmaja dan Meilink juga melakukan program hamil yang disarankan dokter pribadi Cuko Sukatmaja. Namun, semua usaha mereka belum juga membuahkan hasil.


#


" Dasar wanita mandul!" Cuko Sukatmaja berteriak kepada Meilink.


Cuko Sukatmaja membanting pintu kamarnya meninggalkan Meilink di dalam kamar menangis tersedu-sedu. Meilink yang tidak kuasa menahan rasa sakit hati yang diberikan oleh suaminya hanya bisa mengutuki dirinya sendiri.


"Apakah benar aku wanita mandul?" Meilink bertanya pada bayangan dirinya sendiri di depan kaca riasnya.


"Bukankah dokter mengatakan padanya kalau aku dan Mas Cuko subur, lalu dimana yang salah? Mengapa aku belum juga hamil?" Air mata terus menerus mengalir dari pelupuk Mata Meilink.


Tiba-tiba saja Cuko Sukatmaja masuk ke dalam kamar lagi dan menghampiri istrinya.

__ADS_1


"Besok aku akan menemui pengacaraku, untuk mengurus perceraian kita!" Cuko Sukatmaja berkata dengan angkuhnya.


Bagaikan disambar petir Meilink mendengar perkataan suaminya yang tidak pernah disangka-sangkanya, keluar begitu saja dari mulut suaminya bagaikan tidak disaring terlebih dahulu.


"Perceraian? Maksudmu apa mas?" Meilink lemas seperti tidak bertulang jatuh merosot dari kursi meja riasnya.


"Kita akan segera bercerai. Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini. Aku membutuhkan penerus perusahanku yang berasal dari darahku Meilink." Cuko Sukatmaja memberikan penjelasan kepada Meilink betapa Cuko Sukatmaja mengharapkan penerus dari darahnya sendiri.


"T, tapi mas. Mengapa mas menyalahkan masalah keturunan kita yang belum juga hadir kepada Meilink saja?" Bersungut-sungut


"Jadi, siapa yang harus disalahkan? Apakah harus aku yang disalahkan?" Cuko Sukatmaja menunjuk ke dadanya sendiri.


"Bukan begitu maksud Meilink, Mas?" Meilink menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Lalu, apa maksud pertanyaanmu itu?" Masih saja bersikap arogan.


"Maksud Meilink, bukannya kita berdua dinyatakan dokter subur. Mengapa mas tadi sebelum kembali ke kamar mengatakan bahwa Meilink wanita mandul?" Meilink mengungkapkan rasa tidak terimanya dikatai mandul oleh Cuko Sukatmaja.


"Aku minta maaf atas perkataan kasarku tadi padamu. Tapi..."


"Tapi apa, Mas?" Penasaran dengan kata-kata suaminya yang terpotong.


"Tapi, aku tidak bisa melanjutkan hubungan pernikahan ini. Aku ingin kita bercerai secepatnya!"


"Tapi, Mas. Bagaimana dengan perasaan orang tua kita kalau kita akan bercerai?"


Cuko Sukatmaja langsung terdiam membisu tidak dapat berkata apa-apa.

__ADS_1


#


Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya 😍


__ADS_2