
Meilink membuka mulutnya untuk berkata. "Mas, sakit!" Meilink merasakan sakit di bagian lehernya.
Semakin lama cekikkan tangan Cuko Sukatmaja ke leher Meilink semakin lama semakin kuat. Sehingga menyebabkan Meilink kesulitan untuk bernapas.
" Mas!" Cuko Sukatmaja mencekik leher Meilink lebih keras lagi sampai keluar setitik air mata di ujung mata Meilink.
Cuko Sukatmaja tidak melepaskan cengkramannya di leher Meilink karena Meilink belum memanggilnya dengan sebutan yang diinginkan Cuko Sukatmaja.
" S, sayang sakit." Meilink sampai tersengal-sengal mengucapkanya dan sampai terbatuk-batuk.
Cuko melepaskan cengkraman tangannya di leher Meilink karena merasa senang dengan panggilan yang diucapkan Meilink padanya. Cuko Sukatmaja lalu membalikkan tubuh Meilink agar menghadap ke arahnya. Kemudi mengelus pipi putih Meilink dengan lembut, menyelipkan anak rambut Meilink ke belakang telinganya dan membisikkan kata.
"Kau memanggilku dengan panggilan sayang?" Cuko Sukatmaja menahan senyumannya sekuat tenaga, agar Meilink tidak menyadari bahwa Cuko Sukatmaja sedang senang mendengar panggilan sayang yang diucapkan Meilink kepadanya.
Meilink mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda membenarkan ucapan suaminya. Dengan takut-takut Meilink bertanya kepada suaminya. Takut suaminya akan lebih marah lagi karena memanggilnya dengan panggilan sayang.
"Apakah boleh Meilink memanggil Mas dengan panggilan sayang?" Bibir Meilink gemetar karena takut.
"Tentu saja boleh." Cuko tersenyum simpul.
Meilink tidak menyadari bahwa Cuko Sukatmaja sangat senang mendengar panggilan sayang yang diucapkan Meilink kepadanya. Agar Meilink tidak mengetahui kebahagiaan yang terpancar di wajahnya Cuko Sukatmaja langsung memalingkan wajahnya ke samping sehingga mereka berdua tidak bertatapan wajah.
"Sekarang bersiap-siaplah, kita akan pindah ke rumah kita. Tidak perlu membawa banyak bawaan karena semua sudah disiapkan seketarisku." Memberi perintah yang tidak terbantahkan.
Cuko melepaskan pelukannya kepada Meilink agar Meilink bisa bersiap-siap.
__ADS_1
Meilink mengambil koper di atas lemari dengan menggunakan kursi. Lalu Meilink menaiki kursi yang diambilnya karena Meilink tidak dapat meraih kopernya yang di atas lemari tanpa menggunakan kursi.
"Mengapa kau tidak mau meminta tolong padaku untuk mengambilkan kopermu?"
Cuko Sukatmaja merasa tersinggung karena tidak dianggap sebagai suami yang dibutuhkan.
"Aku bisa melakukannya sendiri, Mas!"
Menjawab perkataan suaminya dengan ketus.
Cuko Sukatmaja mendekati istrinya dengan cepat menatap tajam ke arah istrinya. Menyergap istrinya sampai istrinya terperanjat tersudut ke dinding. Meilink merasa ketakutan melihat tatapan mata tajam suaminya.
Cuko Sukatmaja merasa tidak senang dengan panggilan yang diucapkan Meilink kepadanya. Itulah yang menyebabkan dia bertindak seperti itu.
"Mas?" ucap Cuko Sukatmaja.
"M, maksud Meilink. M, Meilink bisa melakukannya sendiri, S, Sayang!" Bibir Meilink gemetar.
"Sayang, kau kan bisa minta bantuan suamimu ini! Apa kau tidak lihat aku ada di sini?" ucap Cuko Sukatmaja bersungut-sungut.
"Sayang, Meilink sudah terbiasa melakukan semua hal sendiri tanpa bantuan orang lain. Meilink terbiasa mandiri, Sayang!" Meilink menjelaskan.
"Orang lain?" Tampak Cuko Sukatmaja menggeram pada saat berucap.
"Jadi, kau menganggapku sebagai orang lain?" Cuko Sukatmaja mengepalkan tangannya menahan marah.
__ADS_1
"Bukan begitu maksudnya, Sayang!"
'Bagaiman sich menjelaskannya kepada makhluk aneh ini? Bentar-bentar marah. Buat aku serba salah aja menghadapinya. Baiklah, aku yang berpikiran waras maka aku yang mengalah. Oke, fix aku minta aja. ' Gumam Meilink dalam hati.
"Sayang, aku minta maaf, ya. Lain kali aku akan minta tolong kalau ada sesuatu yang menyulitkan aku." Memasang wajah sememelas mungkin.
"Cium aku!" Perintah Cuko Sukatmaja yang tiba-tiba membuat Meilink terkejut.
"Apa? Cium?" Meilink berteriak.
"Cium aku agar aku bisa memaafkanmu. Kalau tidak, aku tidak akan memaafkanmu dan akan memperpanjang masalah ini."
Meilink yang tidak mau memperpanjang masalah pasrah saja dengan keinginan suaminya. Meilink secepat kilat mencium pipi suaminya. Kemudian kabur melarikan diri dari kamar karena sangkin malunya.
#
Meilink dan Cuko Sukatmaja berpamitan kepada orang tua Meilink untuk meninggalkan rumah orang tua Meilink menuju rumah mereka sendiri.
Meilink dan Cuko Sukatmaja sampai di rumah mereka pukul 07.30 WIB. Cuko Sukatmaja tidak tinggal bersama orang tuanya sejak pulang dari luar negeri setelah menyelesaikan pendidikannya. Cuko Sukatmaja memutuskan tinggal sendiri di rumah hasil jerih payahnya agar lebih mandiri katanya. Cuko Sukatmaja mengajak Meilink berkeliling rumah mereka sambil terus saja bergandengan tangan menyusuri setiap sudut ruang rumah mereka. Meilink merasa tingkah laku Cuko agak aneh. Tidak seperti pertama kali mereka bertemu. Awal mereka bertemu Cuko Sukatmaja terlihat sangat arogan dan lelaki yang sangat menyebalkan. Tapi, sekarang Cuko Sukatmaja yang sekarang menjadi suaminya ini mengapa agak berbeda. Entah dari segi mana berbedanya pun Meilink belum menyadari itu.
Setelah Cuko Sukatmaja memberikan tour gratis dadakan di rumahnya sendiri kepada nyonya rumahnya. Cuko mengajak Meilink untuk makan malam di ruang makan. Di meja makan sudah tersedia banyak sekali berbagai jenis makanan yang telah disiapkan oleh koki di rumah Cuko Sukatmaja. Cuko menarikkan kursi makan untuk Meilink. Cuko berusaha untuk bersikap romantis kepada Meilink. Menghidupkan lilin yang ada di meja makan kemudian menepukkan tangannya dua kali lalu lampu di ruangan makan tersebut mati seketika itu juga. Suasana di ruang makan tersebut memancarkan cahaya remang-remang yang membuat suasana semakin romantis. Cuko ingin mempraktekkan semua teori-teori yang pernah di bacanya dari buku. Bagaimana melakukan hal romantis kepada pasangan kencan. Cuko memang pernah pacaran sebelumnya, namun dia tidak pernah melakukan hal-hal romantis kepada pacarnya sebelumnya. Meilink adalah wanita pertama yang diberikan perhatian lebih oleh Cuko Sukatmaja.
Mereka mulai menikmati makan mereka dengan lahapnya. Karena sebenarnya waktu makan malam mereka sudah terlambat dari jadwal makan malam yang seharusnya. Cuko Sukatmaja memperhatikan cara Meilink makan, Meilink sama sekali tidak bersikap sok anggun di hadapan Cuko Sukatmaja. Meilink benar-benar menghargai makanan dengan menghabiskan makanan dengan penuh rasa syukur. Selama ini wanita yang menjadi pacar Cuko Sukatmaja selalu bersikap anggun di meja makan. Membuka sedikit mulutnya kalau memasukkan makanan dan bahkan tidak menghabiskan makanan di piringnya dengan dalih kesopanan. Para wanita itu semua berbanding terbalik dengan prinsip yang di anut Meilink. Meilink menampilkan dirinya apa adanya, tidak dibuat-buat di hadapan Cuko Sukatmaja. Kepribadian Meilink apa adanya inilah, yang membuat Cuko Sukatmaja tertarik kepada Meilink. Sehingga Cuko Sukatmaja memutuskan untuk menjadikan Meilink sebagai ibu bagi anak-anaknya. Cuko Sukatmaja ingin Meilink memberikannya keturunan yang terlahir dari rahim Meilink.
"Makan yang banyak, Sayang! Supaya kau punya tenaga untuk malam ini. Karena aku akan membuatmu lelah malam ini, Sayang!" Cuko Sukatmaja mengintipkan sebelah matanya kepada Meilink.
__ADS_1
'Membuatku lelah malam ini? Apakah mas cuko akan aaa....' Meilink menjerit dalam hati membayangkan apa yang akan dilakukan suaminya kepadanya.
Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap partnya ya