
Suasana yang tadinya hiruk pikuk, banyak sekali para tamu undangan yang datang di pesta pernikahan Meilink dan Cuko Sukatmaja akhirnya menjadi lengang. Para tamu undangan sudah pulang ke kediamannya masing-masing untuk melanjutkan kegiatan mereka masing-masing. Para pelayan mulai membersihkan ruangan yang digunakam untuk acara ijab kabul dan ruang acara resepsi pernikahan majikan mereka. Semua pelayan yang ada di rumah orang tua Meilink dipekerjakan untuk membantu membersihkan rumah orang tua Meilink berasal dari pelayan di kediaman keluarga Cuko Sukatmaja. Jumlah pelayan yang datang cukup banyak.
Meilink yang kelelahan di acara resepsi pernikahannya memutuskan untuk kembali ke kamar pengantinnya lebih cepat setengah jam dari jadwal yang ditentukan. Meilink berencana untuk membersihkan dirinya karena tubuhnya sudah sangat lengket dengan keringat dan debu yang menempel di tubuhnya. Sedangkan, Cuko Sukatmaja masih menemani mertua dan orang tuanya untuk berbincang-bincang dengan tamu yang masih belum kembali ke kediamannya. Mereka masih masih membahas tentang berbagai macam hal yang hanya mereka sajalah yang memahaminya.
Setelah satu jam menemani mertua Dan orang tuanya Cuko Sukatmaja permisi untuk beristirahat sejenak.
Cuko Sukatmaja meminta izin untuk beristirahat ke kamar pengantinnya Dan membersihkan dirinya untuk menghilangkan penatnya dengan air hangat. Selama berjalan menyusuri jalan ke kamar pengantinnya tampak senyum menghiasi wajah tampannya. Cuko membuka pintu kamarnya, melemparkan pandangan ke seluruh sudut ruangan mencari sosok istrinya. Namun, dia tidak menemukannya. Cuko Sukatmaja berpikir bahwa istrinya sedang bersama keluarganya yang lain di suatu ruangan. Cuko memutuskan untuk membersihkan dirinya di kamar mandi, sembari menunggu istrinya kembali ke kamar pengantinnya. Cuko Sukatmaja menghabiskan waktu yang cukup lama di dalam kamar mandi. Dia berendam dengan menggunakan aroma terapi yang menenangkan pikiran yang penat.
__ADS_1
Kamar pengantin Meilink dan Cuko Sukatmaja sangat cantik. Aroma bunga-bunga bertebaran ke seluruh ruang kamar pengantin. Lampu kamarnya di buat menjadi remang-remang yang menambah suasana romantis. Kelopak bunga mawar merah di tebar di ranjang pengantin mereka. Lantai kamar pengantin juga di tebar kelopak bunga mawar merah. Di meja nakas ada lampu tidur yang dihias dengan sangat cantik. Sungguh suasana yang sangat romantis. Lampu di kamar pengantin mereka dibuat sinarnya remang-remang, agar suasana menjadi terasa romantis bagi pasangan suami istri yang akan melakukan ritual malam pertama.
Setelah Cuko Sukatmaja selesai membersihkan dirinya dia naik ke ranjang pengantinnya menunggu istrinya sambil membuka handphonenya untuk mengecek pekerjaannya. Karena terlalu lelah menunggu istrinya yang kunjung datang ke ajmar pengantin mereka. Cuko Sukatmaja memutuskan untuk mengakhiri pengecekan pekerjaannya, lalu beranjak tidur. Dia menarik selimut ke tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya. Namun, dia tidak dapat tidur juga. Hasrat Cuko Sukatmaja untuk melakukan hubungan intim di ranjang pengantin mereka dengan istrinya itulah yang membuatnya tidak dapat tidur malam itu. Cuko Sukatmaja selama ini tidak pernah melakukan hubungan intim di ranjang dengan kekasih-kekasihnya. Walaupun banyak di antara para kekasihnya yang menyodorkan dirinya untuk dijamah oleh Cuko Sukatmaja, tapi Cuko Sukatmaja tidak mau melakukan hubungan intim di ranjang dengan para kekasihnya itu. Cuko Sukatmaja berprinsip, bahwa dia tidak akan melakukan hubungan intim di ranjang dengan wanita mana pun selain dengan istrinya. Baik dia tidak mencintai atau dia mencintai istrinya. Cuko Sukatmaja hanya akan melakukan hubungan intim di ranjang dengan istrinya saja. Dia tidak ingin menodai dirinya dengan penyakit kelamin yang mungkin saja akan ditularkan para kekasihnya jika dia melakukan hubungan intim di ranjang dengan sembarang wanita. Jadi, dia juga berharap kalau istrinya juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya. Dia menjadi orang yang pertama melihat dan menyentuh tubuh istrinya. Begitu juga istrinya, istrinya lah orang yang pertama yang akan melihat tubuh polosnya setelah dia dewasa dan istrinya lah yang akan menyentuh tubuhnya. Suatu hubungan timbal balik yang sepadan menurut Cuko Sukatmaja. Kandidat wanita yang pantas menerimanya itu hanya Meilink seorang menurut Cuko Sukatmaja. Setelah melihat Meilink merupakan wanita yang lugu, Cuko Sukatmaja jadi semakin yakin menjadikan Meilink sebagai ibu dari anak-anaknya. Dia akan memberikan kenikmatan yang tidak akan pernah mereka berdua lupakan sepanjang hidup mereka berdua. Cuko Sukatmaja akan menjadi suami yang selalu dirindukan Meilink melalui sentuhan-sentuhan sensual yang akan didapatkan Meilink dari Cuko Sukatmaja. Sentuhan-sentuhan yang menggairahkan hingga Meilink tidak ingin jauh darinya lagi. Sentuhan yang membuat Meilink bertekuk lutut menyerahkan dirinya pada Cuko Sukatmaja.
Tapi karena terlalu lama menunggu Cuko Sukatmaja jadi mengantuk sehingga membuatnya menjadi tidur-tidur ayam.
Meilink yang kembali ke kamarnya merasa bersyukur, karena suaminya sudah tidur saat dia sudah kembali ke kamar pengantinnya. Saat Meilink tidak ada tadi di kamar pengantinnya tadi, ternyata dia berada di ruang perpustakaan rumah orang taunya untuk menghindari malam pertamanya dengan suaminya. Meilink belum siap untuk melakukan ritual malam pertama dengan suaminya. Bagi Meilink, malam pertama haruslah dilakukan atas dasar saling mencintai. Sedangkan, Meilink dan Cuko Sukatmaja bukanlah pasangan yang saling mencintai. Mereka berdua menikah atas dasar perjanjian antara kedua orang tua mereka. Mereka berdua hanyalah korban perjanjian orang tua mereka.
__ADS_1
Meilink membaringkan tubuhnya di sofa dan menyelimuti tubuhnya dengan selimutnya. Saat Meilink memejamkan matanya Meilink berucap dalam hati.
'Maafkan Meilink mas, Meilink belum bisa menjadi istri mas yang seutuhnya. Raga Meilink memang milik mas saat ini. Namun, hati Meilink masih dimiliki orang lain.'
Cuko Sukatmaja yang ternyata belum terlelap dalam tidurnya menyadari Meilink telah masuk ke dalam kamar pengantin mereka. Cuko Sukatmaja mengintip apa yang dilakukan istrinya mulai dari masuk ke kamar sampai istrinya memilih untuk menghindarinya dengan tidur di sofa. Api kemarahan di mata Cuko Sukatmaja menyala berkobar di dadanya. Hingga tanpa di sadarinya dia berjalan mendekati Meilink dengan tangan terkepal menahan amarahnya yang hampir meledak saat itu juga. Namun, logikanya yang menang dari emosi yang sedang menyelimuti dirinya. Dia sedang berada di rumah mertuanya. Tidak mungkin dia bertengkar hebat dengan istrinya saat ini karena masalah malam pertama. Cuko Sukatmaja menahan kobaran kemarahan di dadanya dengan membujuk dirinya untuk segera tidur.
#
__ADS_1
#
Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap partnya ya