Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Habisnya Kesabaran Meilink


__ADS_3

'Akankah rumah tanggaku dapat diselamatkan kembali?' Gumam Meilink dalam hati.


Rasa sakit fisik yang dirasakan Meilink tidak seberapa jika dibandingkan dengan rasa sakit yang telah digoreskan suaminya selama ini. Ini bukanlah pertama kalinya Meilink dan suaminya bertengkar, karena masalah keturunan yang belum juga kunjung hadir dalam kehidupan rumah tangga mereka. Cuko Sukatmaja sering sekali berkata kasar bahkan tidak jarang Meilink mendapatkan perlakuan kasar secara fisik. Tapi, semua itu tidak pernah Meilink sampaikan kepada kedua orang tuanya maupun kepada mertuanya. Rasa kasih sayang dan cinta yang mulai muncul di hati Meilink terhadap suaminya, membuatnya menerima semua perlakuan suaminya yang sudah terbilang keterlaluan itu. Namun, ada yang mengatakan kalau kesabaran itu ada batasnya. Sepertinya kali ini Meilink tidak dapat lagi bersabar menghadapi suaminya. Harga dirinya sebagai seorang wanita sudah dicabik-cabik selama ini, sehingga Meilink menguatkan diri untuk mengungkapkan apa yang seharusnya dari dulu dia katakan kepada orang tuanya dan mertuanya.


Meilink meremas seprei tempat tidur perawatannya sebelum berkata. Dia memejamkan matanya sejenak lalu mengucapkan apa yang seharusnya dikatakannya.


"Ayah, Ibu, Papa, Mami, Meilink ingin mengatakan sesuatu yang penting!"


"Katakanlah, Sayang." Ucap ayah Meilink.

__ADS_1


"Meilink dan mas Cuko Sukatmaja akan segera bercerai." Meilink berucap sambil menundukkan kepalanya.


"Cerai?" Semua orang yang ada di ruangan perawatan Meilink berteriak karena terkejut mendengar perkataan Meilink.


Cuko Sukatmaja sendiri pun terkejut dengan ucapan Meilink. Padahal, dia yang dari awal menginginkan perceraian itu terjadi diantara Meilink dan dirinya. Cuko Sukatmaja tidak menyangka kalau Meilink tetap akan mengatakan apa yang telah diucapkan Cuko Sukatmaja sebelumnya kepadanya. Padahal setelah mengetahui bahwa Meilink keguguran, Cuko Sukatmaja tidak lagi berniat untuk menceraikan Meilink. Karena Cuko Sukatmaja merasa masih ada harapan untuk mendapatkan keturunan dari Meilink. Hanya tinggal berusaha membuat Meilink hamil lagi.


"Tidak. Aku tidak akan pernah menceraikanmu Meilink!" Ucap Cuko Sukatmaja disela-sela ketegangan semua orang yang ada di ruangan perawatan Meilink.


"Sekarang mas tidak akan menceraikanmu. Anggap saja mas tidak pernah mengatakan itu padamu!"

__ADS_1


"Kenapa sekarang mas menyuruh Meilink menganggap mas tidak pernah mengatakan itu?" Meilink menatap tajam Cuko Sukatmaja dengan penuh kebencian.


"Apa karena mas tau sekarang bahwa Meilink bukan wanita mandul?" Meilink berteriak.


"Apa-apaan kalian berdua ini? Apa yang sedang kalian perdebatan?" Papa Cuko Sukatmaja tampak menggeram melihat perdebatan menantu dan anaknya yang menjurus ke arah perceraian yang mungkin saja akan memicu keretakan persahabatannya dengan Ayah Meilink.


"Papa, mas Cuko Sukatmaja ingin menceraikan Meilink. Sebelum Meilink terjatuh dari tangga saat mengejar mas Cuko. Mas Cuko mengatakan kalau mas Cuko tidak dapat melanjutkan hubungan rumah tangga kami lagi karena Meilink belum juga dapat memberikan mas Cuko keturunan. Mas Cuko juga mengatakan bahwa Meilink adalah wanita mandul. Mas Cuko akan memberikan Meilink uang sama seperti saat menjadi istrinya sebagai dispensasi atas perceraian kami. Karena Meilink merasa terhina atas apa yang dikatakan mas Cuko pada Meilink, Meilink mengejar mas Cuko untuk meminta mas Cuko menarik perkataannya yang menghina Meilink. Namun belum juga Meilink sampai mengejar mas Cuko, Meilink justru terjatuh dari tangga dan menyebabkan Meilink keguguran. Meilink tidak dapat menerima mas Cuko lagi menjadi suami Meilink. Meilink ingin mas Cuko Sukatmaja menceraikan Meilink segera." Meilink menangis tersedu-sedu, kedua tangannya semakin meremas keras seprei perawatannya sekuat tenaga.


"Apa kalian berdua..."

__ADS_1


#


Silahkan baca juga ceritaku yang lain ya kakak 😍 judulnya Mendadak Menikahi Orang Asing. Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap episodenya ya 😍


__ADS_2