
"Kenapa mas berkata seperti itu?"
"Apakah mas sendiri tidak menginginkan pernikahan ini terjadi?"
Bagaikan disambar petir Meilink mendengar jawaban calon suaminya yang sangat menyayat hati.
"Mana mungkin aku menginginkan menikah dengan gadis yang masih duduk di SMA. Seperti tidak ada gadis lain saja. Banyak gadis yang jauh lebih cantik darimu mengantri dibelakangku." Dengan angkuh Cuko menjawab.
Terang saja banyak wanita yang akan mengantri untuk mendapatkan Cuko Sukatmaja. Gimana tidak, siapa coba yang tidak ingin bersanding dengan seorang lelaki yang tampan dan mapan seperti Cuko Sukatmaja. Dengan nilai plus tampan dan mapan, itu sudah cukup membuat para wanita bertekuk lutut dihadapannya. Hanya saja, tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitu juga Cuko Sukatmaja memiliki kelebihan ketampanan dan memiliki kekayaan yang terbilang bukan sedikit. Namun, Cuko Sukatmaja juga memiliki kekurangan sifat yang arogan. Sehingga memandang rendah pada semua orang yang dianggapnya jauh di bawahnya. Karena itu, Cuko Sukatmaja memandang rendah juga pada Meilink. Cuko Sukatmaja menganggap Meilink sama saja dengan wanita-wanita yang mengerjar-ngejarnya selama ini. Hanya menginginkan kekayaan Cuko Sukatmaja saja.
Selama ini, Cuko Sukatmaja sudah beberapa kali memacari wanita. Namun, hanya bertahan paling lama satu bulan saja. Cuko Sukatmaja tidak ingin berlama- lama menjalin hubungan kasih dengan para pacarnya. Jika dia sudah mencium motif tersembunyi dari setiap pacarnya. Maka dia langsung memutuskan hubungan tanpa pikir panjang. Cuko Sukatmaja tidak pernah memperdulikan bagaimana perasaan para kekasihnya. Dia menganggap hati wanita mudah saja dibolak-balikkan sesuka hati. Kalau dia ingin wanitanya senang dia cukup membelikan barang-barang mewah. Setelah itu, dia campakkan para wanitanya sesuka hati dengan cara merendahkannya dengan kata-kata kasarnya. Karena itu, Cuko Sukatmaja memperlakukan calon istrinya sama seperti para wanita Cuko Sukatmaja selama ini.
Tapi bukan Meilink namanya kalau langsung rendah diri dengan kata-kata kasar yang dilontarkan Cuko Sukatmaja padanya. Meilink, gadis manis, ceria dan tak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan tentu saja akan melawan kepada calon suaminya yang sangat arogan ini.
"Kalau memang mas tidak menginginkan pernikahan ini, kenapa tidak menolaknya saat orang tua kita sibuk membahas persiapan pernikahan kita?" Meilink bersungut-sungut saat mengutarakan isi hatinya.
Menjatuhkan harga diri Meilink tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Meilink berbeda dengan wanita yang pernah dipacari oleh Cuko Sukatmaja selama ini. Bahkan, Cuko Sukatmaja mulai menyadarinya sedikit demi sedikit.
"Aku tidak menolaknya karena tidak ingin mengecewakan orang tua kita. Lagi pula yang kulihat kau sangat menginginkan menikah denganku."
Masih dengan gaya angkuhnya dan masih mencoba menjatuhkan harga diri Meilink sampai ke dasar tempat. Agar Meilink tidak dapat bangkit lagi untuk melawan Cuko Sukatmaja.
"Maaf ya mas. Kalau mas mengangggap Meilink sangat menginginkan menikah dengan mas, maka mas salah besar."
__ADS_1
Meilink memprotes keras sambil mencibirnya.
"Hei, kau gadis yang naif ya. Tidak usah berpura-pura di hadapanku. Mana ada wanita yang akan menolak lelaki tampan dan mapan sepertiku." Dengan nada yang meremehkan Meilink.
'iissshhh.... lelaki ini sok banget sich. Memang dia pikir kalau dia tampan dan mapan semua wanita akan tergila-gila padanya.' Meilink bergumam dalam hati, wajahnya tampak jengah melihat ke arah lelaki yang akan menjadi suaminya sebulan lagi.
Akhirnya, Meilink memutuskan berdebat dengan Cuko Sukatmaja dan mencoba untuk menjatuhkan harga diri Cuko Sukatmaja.
" Aku bukan gadis naif mas. Meilink akui kalau mas memang tampan bahkan dilihat dari lubang pipet pun memang mas sangat tampan. Tapi perlu mas ketahui, ketampanan mas jauh dibawah ketampanan mantan pacar Meilink yang terpaksa harus Meilink putusin demi memenuhi keinginan orang tua kita. Selain mantan pacar Meilink sangat tampan, bahkan ketampanannya seratus kali lipat dari ketampanan mas cuko. Mantan pacar meilink juga sangat baik, sopan dan lemah lembut." Dada Meilink naik turun menahan emosi.
'Jadi kau sudah pernah pacaran kucing kecil? Aku bukan yang pertama yang akan ada di hatimu.Tapi akan ku pastikan bahwa akulah lelaki yang terakhir bagimu nantinya.' Gumam Cuko Sukatmaja dalam hati.
Tanpa bisa menahan diri Cuko semakin ingin menyelidik.
"Wah-wahh...ternyata kau sudah pernah pacaran, Meilink?"
Meilink langsung pucat pasih mendengar pertanyaan Cuko padanya. Meilink takut setengah mati jadinya, kalau- kalau Cuko menyampaikan kepada orang tuanya kalau dia sudah pernah pacaran. Orang tua Meilink pasti akan sangat marah besar kepadanya. Bahkan orang tuanya akan kecewa karena tidak bisa mendidik Meilink dengan baik. Padahal, Meilink yang melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan orang tuanya. Meilink semakin terlihat pucat pasih. Cuko memperhatikan raut wajah Meilink sejak tadi dan semakin membuat dirinya ingin mencari tau langsung.
"Bagaimana gaya pacaran kalian?" Semakin menyudutkan Meilink.
"Apa maksudmu mas?" Meilink mengernyitkan keningnya pertanda tidak paham apa maksud Cuko.
"Kau pasti sudah sering melakukannya dengan mantan kekasihmu itu, Kan?"menatap Meilink dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti apa yang kau maksudkan, Mas?" Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan berpura-pura tidak tau. Kau bahkan pasti sudah tidak perawan lagi." Menghakimi Meilink.
"Jaga ucapanmu mas. Jangan seenaknya menghakimiku dengan ucapanmu itu." Semakin tersulut emosi.
"Jangankan melakukan hubungan terlarang, berciuman dan berpegangan tangan dengannya saja aku tak pernah."
'Ternyata dia masih ori.' Dalam hati Cuko merasa senang.
"Benarkah?" Dengan nada sinis dan tatapan tajam yang menusuk.
"Tentu saja benar. Mas pikir Meilink gadis murahan yang mau saja dijamah oleh orang yang bukan suami Meilink?" Kemarahan berkobar di mata cantik Meilink.
"Baguslah kalau itu benar. Aku akan memastikan kebenarannya pada waktunya. Karena aku tidak suka dengan barang bekas." Acuh dengan kemarahan yang semakin berkobar di mata Meilink.
'Apa, dia menyamakanku dengan barang. Orang ini benar-benar menjengkelkan. Bisa-bisanya Ayah ingin aku menikah dengan lelaki yang bahkan menganggapku sebagai barang.' Meilink terlihat jengah menghadapi calon suaminya.
"Mas seenaknya saja merendahkanku. Aku yakin Mas saja tidak lebih baik dari diriku. Meilink yakin Mas, sudah entah berapa banyak wanita yang telah mas tiduri selama ini." Meilink berniat membalas penghinaan yang dilontarkan Cuko padanya.
"Jangan coba-coba menyudutkanku, Kucing kecil. Kau tidak memiliki bukti apa pun untuk menyudutkanku." Mencibir Meilink
"Aku punya bukti nyata yang tidak bisa mas pungkiri." Meilink mengulas senyum mengejek ke arah Cuko.
__ADS_1
Tanpa bisa menutupi rasa terkejutnya Cuko mendengar ucapan Meilink.
Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap partnya ya