Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Rumah Sakit


__ADS_3

Tiba-tiba saja Samuel mengambil gelas di meja ruangan tamu itu. Kemudian memecahkan gelas itu dan mengambil Salah satu pecahan kaca gelas yang berceceran di lantai.


Tidak pernah diduga Adira Winata kalau Samuel akan melakukan hal senekat itu. Samuel menusukkan pecahan kaca itu di pahanya sendiri. Darah langsung mengalir keluar dari paha Samuel dan berceceran di lantai ruang tamu Adira Winata.


Adira Winata yang melihat keadaan itu langsung berhambur ke arah Samuel untuk menolong Samuel menghentikan Sarah yang mengalir dengan derasnya.


"Apa yang kau lakukan, Samuel?" Panik melihat darah mengalir dengan derasnya dari paha yang tertusuk pecahan kaca gelas.


Samuel menepis tangan Adira Winata yang ingin menyentuh paha Samuel.

__ADS_1


"Jangan sentuh aku!" Hardik Samuel.


"Aku hanya ingin menolongmu Samuel. Kalau tidak kau akan banyak kehilangan darah. Aku tidak akan melakukan hal tidak senonoh lagi padamu. Aku hanya ingin menolongmu."


Meyakinkan Samuel.


" Kenakan pakaianmu terlebih dahulu. Baru aku akan mengijinkanmu menolongku!" Perintah Samuel yang tidak terbantahkan.


Samuel meringis kesakitan menahan rasa sakit yang bertitik pusat di pahanya. Hasrat yang tadi menjalari tubuhnya secara berangsur-angsur menghilang karena kalah dengan rasa sakit yang dialaminya pada bagian pahanya.

__ADS_1


Samuel mulai merasakan pandangannya berkunang-kunang, kepalanya pun mulai pusing, kesadaran dirinya lama kelamaan semakin menurun dan akhirnya Samuel jatuh pingsan di lantai ruang tamu Adira Winata.


Tidak lama kemudian setelah Samuel pingsan, Adira Winata pun datang dengan membawa kotak P3K di tangan kanannya. Adira Winata menjatuhkan kotak P3K itu di lantai karena sangat terkejut melihat keadaan Sami pingsan jatuh ke lantai. Adira Winata berhambur ke arah Samuel untuk menolong Samuel. Kemudian Adira Winata mengambil ponselnya yang ada di kantong celananya. Setelah itu dia segera menelpon ambulance.


Adira Winata membawa Samuel ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang baik. Sesampai di rumah sakit Adira Winata menyelesaikan tentang masalah administrasi yang harus diisinya agar Samuel mendapatkan pertolongan secepatnya.


Samuel sudah masuk ke ruangan unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan segera. Sedangkan , Adira Winata menunggu di ruang tunggu dengan gelisah. Adira Winata takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya pada Samuel. Rasa takut menggeyuti hatinya, kalau-kalau Samuel tidak dapat diselamatkan. Jika hal itu terjadi, Adira Winata tidak akan bisa memaafkan dirinya sampai kapan pun. Ini semua terjadi karena dirinya. Samuel hanya ingin menyelamatkan dirinya dari perbuatan yang terlarang oleh agama.


'Aku memang gadis kotor yang tidak pantas dimaafkan. Jika sesuatu terjadi padamu, Samuel. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku selamanya. Kau pasti jijik pada diriku sekarang. Aku sangat terhina karena penolakan yang kau berikan padaku. Aku pikir kau tidak akan menolakku setelah aku mencampurkan obat perangsang pada minumanmu. Ternyata aku salah besar, kau lebih memilih jalan ini dari pada harus menjamah tubuhku. Selama ini aku terlalu bangga pada tubuhku yang selalu dipuja-puja oleh para teman lelakiku. Aku terlalu percaya diri bahwa kau pun akan sama seperti mereka. Aku salah, aku salah, aku salah. Hihihi...' Adira Winata terisak sambil bergumam dalam hati.

__ADS_1


Adira Winata teringat sesuatu yang harus dilakukannya dari tadi.


" Aku harus menghubungi seseorang..."


__ADS_2