Menunggu Jandamu

Menunggu Jandamu
Mengungkit Kesepakatan


__ADS_3

'Membuatku lelah malam ini? Apakah Mas cuko akan aaa....' Meilink menjerit dalam hati membayangkan apa yang akan dilakukan suaminya kepadanya.


Wajah Meilink merah merona membayangkan apa yang akan terjadi di antara dia dan suaminya malam ini. Tenggorokan Meilink serasa kering bagaikan dia sudah berjalan di gurun pasir berhari-hari dan tidak menemukan oase. Meilink mengambil air yang ada di meja makan dan meminumnya untuk membasahi tenggorokannya yang kering.


Meilink mencoba membujuk suaminya agar tidak melakukan ritual malam pertama mereka malam ini. Meilink belum siap untuk melakukannya dengan suaminya, dikarenakan Meilink tidak mencintai suaminya. Mana mungkin dia bisa melakukan ritual malam pertama dengan orang yang tidak dicintainya.


"Sayang, bagaimana kalau kita menundanya?" Memasang wajah sememelas mungkin agar suaminya iba terhadapnya.


Cuko Sukatmaja yang mendengar penuturan istrinya, tubuhnya langsung menegang, tangannya mencengkram kuat garpu yang ada di tangannya, rahangnya mengeras. Cuko menatap tajam ke arah Meilink dan menggertakkan giginya menahan marah yang sedang menyelimuti dirinya.


Meilink melihat perubahan yang terjadi pada diri suaminya secara nyata di depan matanya. Meilink merasa ketakutan melihat perubahan yang ditunjukkan suaminya. Meilink meremas ujung bajunya untuk tidak menunjukkan rasa takutnya di hadapan suaminya. Karena jika dia menunjukkan rasa takutnya kepada Cuko Sukatmaja, Meilink khawatir dia akan ditindas oleh Cuko Sukatmaja.


"Dengar baik-baik, Sayang. Kau masih ingat dengan kesepakatan kita bukan? Jika kau ingin melanjutkan pendidikanmu kau harus menjadi istriku yang seutuhnya dan melakukan hubungan intim di ranjang sebanyak sepuluh kali sehari." Memberikan ketegasan yang kentara.


"Tapi, Mas. Meilink kan masih kecil. Mana bisa Meilink melakukan kegiatan orang dewasa di ranjang!" Bersungut-sungut.


"Tidak ada tapi-tapian, Sayang. Jika kau tidak mau melakukan kesepakatan kita dari awal, kau tidak akan boleh melanjutkan pendidikanmu ke jenjang universitas. Lagi pula untuk apa kau menolak kesepakatan kita? Tanpa adanya kesepakatan itu pun kau tetap harus melayani suamimu ini di ranjang. Jika kau menolak ajakan suamimu, maka kau akan dilaknat oleh malaikat sampai pagi. Memangnya kau mau setiap hari dilaknat malaikat, Sayang?" Memberikan penjelasan pada Meilink.

__ADS_1


" Tentu saja Meilink tidak mau dilaknat malaikat setiap malam, Sayang." Meilink merengek seperti anak kecil di depan suaminya.


"Tapi Meilink tidak tau bagaimana cara melayani di ranjang, Sayang!" Memajukan bibirnya cemberut sambil menahan malu karena ketidaktauannya.


" Sayang, kau tidak perlu melakukan apa pun. Cukup menerima apa yang Mas lakukan padamu dan menikmatinya saja." Meraih tangan kanan Meilink dan mengecup punggung tangan Meilink dengan bibir hangatnya.


Wajah Meilink semakin merah merona karena perlakuan romantis suaminya kepadanya. Meilink menarik tangan kanannya yang dikecup suaminya lalu mengelus tangannya yang masih menyisakan hawa panas di punggung tangan kanannya.


Meilink tampak gelisah dengan desakan keinginan suaminya untuk melakukan ritual malam pertama mereka. Setelah selesai makan malam Meilink deluan masuk ke dalam kamar mereka. Sedangkan suaminya masih menelpon seseorang di ruang kerjanya, sehingga menyuruh Meilink untuk ke kamar mereka deluan dan berjanji akan menyusulnya segera. Dalam hati Meilink, justru suaminya jangan sampai segera menyusulnya ke Kamar. Kalau bisa tidak usah ke kamar sekalian.


Ingin rasanya Meilink bersembunyi dan menghilang entah kemana singgah tidak akan Ada yang menemukannya. Tapi dia mau kemana? Kalau pulang ke rumah orang tuanya tidak mungkin orang tuanya mengijinkan dia tinggal di sana karena Meilink sudah menikah. Lagi pula kalau dia meninggalkan rumah suaminya apa nanti kata orang. Sesampainya di depan pintu kamar mereka, Meilink membuka pintu kamarnya dengan hati-hati.


'Bagaimana ini, sepertinya Mas Cuko memang benar-benar ingin melakukan ritual malam pertama kami malam ini! Aku belum siap melakukannya dengan Mas Cuko. Walaupun dia suamiku tapi aku tidak mencintainya. Mengapa dunia ini sangat tidak adil bagiku. Ada seseorang yang kucintai justru tidak bersama denganku. Bagaimana aku bisa menjalani ini semua dengan baik?' Gumam Meilink dalam hati.


Saat Meilink masih berkutat dengan kegelisahannya, tiba-tiba saja pintu kamar pengantinnya terbuka. Meilink menolehkan kepalanya ke arah pintu. Meilink melihat suaminya yang membuka pintu.


Cuko Sukatmaja menghampiri istrinya dan melingkarkan tangannya di pinggang langsing istrinya. Meilink terkesiap dengan apa yang dilakukan suaminya.

__ADS_1


Cuko Sukatmaja meremas bagian tubuh Meilink bagian belakang yang memiliki bongkahan daging. Cuko Sukatmaja memeluk istrinya dari depan, dia menatap wajah Meilink dan memindai reaksi Meilink atas rangsangan yang diberikannya kepada Meilink. Cuko Sukatmaja merasa senang dan tersenyum tipis melihat reaksi Meilink terhadap apa yang dilakukan Cuko. Cuko Sukatmaja tidak berhenti disitu saja, dia mengangkat tangan kanan sampai meraih pipi Meilink dan mendekatkan bibirnya ke bibir Meilink. Cuko Sukatmaja menggesekkan bibirnya ke bibir Meilink untuk menggoda Meilink. Wajah Meilink terlihat merah merona karena malu.


Meilink berusaha untuk melepaskan diri dari suaminya karena takut suaminya mengetahui kalau dia sangat malu, namun semua usahanya sia-sia. Meilink kalah dalam hal kekuatan. Bukannya melepaskan diri, malah semakin menempelkan tubuh Meilink ke tubuh Cuko Sukatmaja.


Cuko Sukatmaja yang melihat rona merah di wajah Meilink karena malu pun mulai menambah kenakalannya dengan cara merapatkan tanda hasratnya yang mulai bereaksi di tubuh Meilink. Meilink yang mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya menjadi semakin gemetaran. Dia mengetahui bahwa saat ini suaminya sangat ingin melakukan ritual malam pertama mereka.


Meilink berusaha untuk mencari-cari cara agar dapat melepaskan diri dari suaminya. Meilink merasa ingin ke kamar mandi untuk membuang air kecil. Kesempatan yang diberikan oleh kode alam ini tidak mungkin disia-siakan begitu saja oleh Meilink. Meilink meminta izin kepada suaminya untuk membuang air kecil ke kamar mandi.


"S, Sayang. Bolehkan aku membuang air kecil sebentar di kamar mandi?"


"Jangan mencari alasan Sayang. Kau tau aku sudah tidak tahan lagi menahan hasratku padamu bukan! Apa perlu aku menunjukkannya secara gamblang baru kau tau aku sangat berhasrat padamu sekarang?" Cuko Sukatmaja menggeram suaranya seperti hewan buas yang ingin menerkam mangsanya.


"S, Sayang. Aku tidak mencari-cari alasan. Tapi ini memang murni panggilan kode alam."


"Baik, pergilah cepat. Jangan membuatku lama menunggu. Kalau tidak kau akan mendapatkan akibatnya." Penuh ancaman.


Meilink lalu bergegas ke kamar mandi dan menguncinya. Saat Meilink mulai membuka pakaiannya yang bagian bawah Meilink menemukan...

__ADS_1


#


Jangan lupa like, vote, dan komentari setiap partnya ya


__ADS_2