
Siapakah Bunda Fahira?
Saat ini tak ada yang bisa dilakukan Bunda Fahira selain menangis dan meratapi nasibnya yang sedang naas. Seorang diri. Bunda Fahira nyaris tidak memiliki seorang teman pun yang benar-benat dekat dan mengerti dirinya.
Dia bahkan tak bisa menggerakkan jari jemarinya untuk membalas segala celotehan sombong dan arogannya di setiap group whatapps.
Bunda Fahira telah kehilangan segala daya dan ide cemerlangnya untuk menaklukan seorang siswa yang selama ini dia anggap mainan, Lucky L Mase.
Bukan uang lima ratus juta yang membuat dia pusing tujuh keliling. Tapi bagaimana melenyapkan semua video dan foto-foto yang ada di tangan orang yang salah.
Uang sejumlah lima ratus juta masih bisa dia cari dalam satu malam, tabungannya lebih dari itu.
Tapi, apakah hidupnya akan aman?
Siapa yang bisa menjamin jika video mesumnya tidak digandakan dan tersimpan di memori yang lain?
Apakah dengan lima ratus juta, Lucky akan bisa ditaklukan?
Bagaimana kalau dia terus melakukan pemerasan dengan cara yang lain?
Bunda Fahira bahkan tidak tahu, amunisi apa lagi yang dimiliki Lucky untuk menembaknya.
"Lapor Polisi hanya akan mempermalukan diri sendiri. Si Lucky pasti akan menceritakan segalanya. Bisa-bisa aku yang meringkuk di jeruji besi. Sialan!"
Bunda Fahira mengacak acak rambutnya. Bingung dan frustasi.
"Si Lucky juga pasti kerja sama dengan semua siswa yang pernah tidur denganku. Mereka akan menyebarkan video itu di internet. Aku harus mencari cara untuk melenyapkan mereka semua."
Bunda Fahira terus mondar mandir tak jelas dalam kamar hotel.
"Mungkin butuh biaya besar untuk melenyapkan mereka, tapi aku bisa puas dan terbebas dari gangguan mereka."
Bunda Fahira tertegun beberapa saat. Wajahnya tiba-tiba cerah, bibir sintalnya sedikit menyeringai.
"Hem, aku harus minta bantuan seseorang. Saat ini juga harus segera menghubungi lelaki bodoh itu, yes!"
Wanita salah tingkah itu, segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Halow, calon suamiku tersayang, lagi dimana, Cintaku? kok rame amat?" Bunda Fahira mengawali percakapan virtualnya.
"Halo juga calon istriku yang cantik. Abi lagi di tempat kerja, Sayang. Ada apa, Manisku?" balasan dari seberang sana.
"Sayang, malam ini aku kangen banget, gak kuat pengen ketemu kamu."
"Hmmm tumben, bukannya baru dua hari yang lalu kita bertemu, Sayang?"
"Gak tahu, malam ini aku kangen banget, mungkin perbawa baby kali, ya."
"Baby?" seru di seberang sana excited
"Iya sayang, malam ini sekalian aku mau kasih kabar bahagia buat kamu, aku sedang mengandung anak kita, Sayang."
"Oh my God? are you serious?"
"Iiih, kok gak percaya sih, bukan kah itu yang kita tunggu-tunggu, Sayang. Aku tunggu malam ini di Melon Hotel ya, Sayang."
"Oke, siaaaap, tunggu dua jam lagi ya, Sayang."
__ADS_1
"Hmmm jangan lama-lama, udah gak sabar, kangen berat, Sayang."
"Hmmm iya sabar sebentar, Sayang. Cuma dua jam aja kok. Sabar ya cintaku. Gimana suamimu, gak jadi pulang malam ini?"
"Gak jadi, mungkin besok atau lusa. Makanya kita harus jumpa malam ini, aku gak tahan kangeeeen, takutnya besok kita malah gak bisa jumpa."
"Iya sayang, sabar ya ,cintaku, calon istriku."
"I love you, honey."
"I love you too my wife."
Tak banyak basa-basi lagi, sambungan komunikasi mereka pun terputus.
"Yes! si Fuad lelaki bodoh itu memang terlalu mudah untuk diperalat. Apalagi sekarang sedang jatuh miskin. Dia pasti mau melakukan apapun demi uang. Dia ingin menikahi aku, berarti harus melenyapkan suami tuaku. Setelah itu melenyapkan si Lucky dan antek-anteknya, hahaha." Bunda Fahira tersenyum jahat.
"Ini baru ide cemerlang. Fahira emang selalu beruntung, hahaha. Yes!"
Bulan purnama mengalahkan cerahnya wajah Fahira.
"Kali ini, aku tidak boleh bodoh dan salah lagi!"
Kebodohan dan kesalahan terberat Bunda Fahira hingga jadi seperti ini, mungkin berawal dari dia mengenal terlalu jauh seorang Lucky L Mase.
"Aku harus segera melenyapkan si Serigala berbulu domba itu!"
Empat tahun yang lalu, Bunda Fahira masih lah seorang wanita yang baik-baik. Walau sifatnya yang kaku, arogan dan sombong sudah mendarah daging dalam dirinya, namun dia bukan lah seorang pendosa seperti saat ini.
Kehidupan Fahira kecil berjalan mulus dan sempurna. Dibesarkan bergelimang harta dan kasih sayang. Keluarganya yang kaya raya selalu mampu memenuhi segala kebutuhannya.
Sombong dan kurang menghargai orang lain, menjadi penyebab dia tidak memiliki satu orang pun yang menjadi teman spesial yang benar-benar dekat. Dia terkenal pelit dan terlalu perhitungan untuk segalanya.
Berapapun uang atau tenaga yang dia keluarkan untuk orang lain, maka suatu saat akan menagihnya atau menuntut balas dengan nilai yang lebih tinggi.
Tak ada kata ikhlas dalam kamus hidup Fahira.
Sangat keterlaluan namun itulah Fahira dengan sifat jeleknya yang telah menjauhkan dia dari temen dan saudaranya, bahkan terpental dari pergaulan sosial.
Hidup Fahira berbalik 180 derajat pada usia 26.
Karena sebuah peristiwa yang dia sendiri tidak terlalu paham, hampir seluruh harta orang tuanya lenyap, hingga yang tersisa tinggal Yayasan Garuda.
Ketika ibunya meninggal dunia karena stroke dan ayahnya masuk rumah sakit, Yayasan Garuda terpaksa dijual pada salah seorang pengusaha sukses, kerabat jauhnya, Pak Zulfikar.
Setahun kemudian Fahira meminta Zulfikar untuk menikahinya, dengan tujuan agar tetap bisa mengurus, mengelola dan menguasai Yayasan Garuda.
Pak Zulfikar menjadikan Fahira istri kedua yang dipercaya seutuhnya untuk mengelola Yayasan Garuda yang memiliki empat lembaga pendidikan. Dua lembaga sekolah setingkat SMA dan dua lagi setingkat SMP.
Fahira mulai berubah setelah menjadi istri kedua Pak Zulfikar.
Dia merasa kecewa pada suaminya yang ternyata sudah memberikan nafkah batin sesuai yang diharapkannya.
Pak Zulfikar terlalu sibuk dengan jabatan dan bisnisnya. Dia juga seorang suami yang takut dengan istri pertama yang juga seorang anggota dewan.
Lucky L Mase, adalah lelaki pertama selain suaminya yang menjamah tubuh Fahira.
Bersama Lucky juga Bunda Fahira mengenal dunia penuh dosa yang membahagiakan sekaligus menjeratnya lebih dalam.
__ADS_1
Sejak Lucky kelas sepuluh, Bunda Fahira sudah sangat mengenalnya. Ciri fisik khas Indonesia Timur, serta usianya yang dua tahun lebih tua dari teman seangkatannya, menjadikan Lucky mudah dikenali oleh seluruh orang yang ada di SMA Garuda.
Tidak ada yang terlalu istimewa dengan Lucky.
Walau di luar sekolah, terkenal badung, nakal dalam pergaulan bebas anak jalanan.
Namun di sekolah sikapnya sangat wajar dan relatif tidak bermasalah.
Bunda Fahira sama sekali tidak tertarik dengan Lucky, dia justru sangat penasaran dengan Jovan.
Dan mendekati Jovan bukanlah perkara mudah.
Dia sangat baik dan aktif namun hanya sebatas urusan sekolah. Di luar itu dia bukanlah anak yang suka bergaul.
Kedekatan Bunda Fahira dengan Lucky berawal dari hal yang sangat tidak terduga.
Pada suatu hari, Bunda Fahira sangat sibuk dengan urusan yayasan. Sehingga dia pulang terlambat dari sekolah, bahkan nyaris setengah delapan malam.
Sedangkan dia pun harus segera berangkat ke Puncak, untuk bertemu seseorang yang akan mengurusi hal itu untuk selanjutnya.
Pucuk dicinta ulampun tiba.
Ketika salah seorang keponakannya tidak bisa mengantarnya, tiba-tiba Lucky yang rumahnya tidak jauh dari SMA Garuda, melintas di depan sekolah dengan beberapa temannya.
Tak banyak basa-basi lagi, Bunda Fahira meminta Lucky untuk mengantarnya ke Puncak.
Perjalanan yang cukup lama, membuat Bunda Fahira dan Lucky terlibat obrolan hangat dan akrab.
Hari-hari berikutnya, Bunda Fahira banyak mengandalkan Lucky, membantunya dalam banyak keperluannya.
Hampir bisa dipastikan, ketika Bunda Fahira ada keperluan ke tempat yang jauh, maka Lucky lah yang jadi sopir pribadinya. Tentu saja dengan biaya yang sangat murah.
Pada hari-hari berikutnya, kedekatan dan keakraban Lucky dengan Bunda Fahira berakhir di salah satu kamar hotel berbintang di Kota Bandung.
Pengalaman Bunda Fahira merasakan tubuh jantan yang bukan suaminya, menimbulkan sensasi tersendiri hingga dia ketagihan.
Kurang lebih satu tahun, Lucky setia menjadi suami gelap Bunda Fahira.
Lama kelamaan, Bunda Fahira merasa jenuh dan ingin menambah variasi dengan pejantan lainnya.
Lucky tak keberatan, dan bersedia mengajak atau lebih tepatnya mencari para lelaki muda untuk dipersembahkan pada istri gelapnya.
Hanya Jovan yang benar-benar gagal dan tidak bisa dinikmati oleh Bunda
Obsesi Bunda Fahira terhadap Jovan, bisa sedikit terobati ketika dia bisa bertemu dan tidur dengan Pak Fuad, ayahnya Jovan.
Dengan biaya yang tidak terlalu tinggi, Bunda Fahira bisa menikmati sensasi bercinta dengan Jovan, melalui ayahnya.
Setelah menyadari kalau Pak Fuad terlalu mata duitan, banyak permintaan dan terlalu perhitungan, Bunda Fahira mulai sedikit gerah dan memutuskan untuk tidak memakai jasanya lagi.
Kini dia kembali menghubungi Pak Fuad, untuk tujuan lain.
Akankah segala rencana Bunda Fahira terlaksana dengan sempurna?
Siapa Fuad sebenarnya?
Bersambung – Jovan Yang Tersisih
__ADS_1