
Malam terasa indah ketika bersama keluarga. Rasa lelah dan penat bekerja lenyap seketika tergantikan oleh energi positif apalagi canda dan tawa mereka yang terlihat bahagia.
"Sayang besok mas mau ke Amerika. Buat mantau perkembangan disana" ucap Rey yang datang langsung memeluk tubuh Cira. Dan kepala bertumpu pada pundak Cira.
Rey baru pulang kerja sekitar jam setengah sebelas. Dan pas sekali Cira masih terjaga karena menyiapkan keperluan Cia besok yang mau jalan-jalan bersama Oma yang baru datang dari Amerika.
"Ya,,terus?" tanya Cira yang mengusap tangan Rey yang melingkar di perutnya. Dan wajah yang menatap Rey dari samping.
"Nanti kangen" rengek Rey membuat Cira mengusap rambut Rey seperti anak kecil.
"Kan bisa video call, mas. Lagian kamu disana kan cuma 2 hari dan itupun bersama Chan. Pasti cepatlah pulangnya" ucap Cira membuat Rey menggigit pundak Cira dengan gemas.
Mendapat itu membuat Cira meringis dan memukul kepala Rey "Sakit mas" keluh Cira membuat Rey tersenyum.
"Sudah lama, ya. Kita tidak berdua begini. Selalu saja diganggu oleh trio kecebong" ucap Rey membuat Cira berbalik dan menatap Rey.
Cup
Cira mengecup pipi Rey, membuat Rey terkejut "Berani sekali kamu godain aku" ucap Rey dengan senyum devil nya membuat Cira ingin lepas dari pelukan Rey namun tidak bisa karena Rey sudah memeluk tubuh Cira dengan kuat. "Saatnya berbuka puasa, sayang" bisik Rey di telinga Cira dan menggigitnya pelan membuat tubuh Cira meremang.
"Mas, ada anak-anak. Nanti didengar oleh mereka tidak baik. Apalagi ada Cia, mas" ucap Cira dengan pelan membuat Rey berpikir sejenak.
Namun, langsung membopong Cira masuk kedalam kamar mandi "Mau ngapain, mas disini?" tanya Cira yang bingung dibawa ke kamar mandi oleh sang suami.
Sebuah ciuman di bibir membuat Cira mengerti maksud dari suaminya. Cira mengikuti setiap permainan dari suaminya. Karena tidak hanya suaminya saja yang rindu tapi dirinya juga rindu.
Mereka melakukan pemanasan dengan saling damba dan dipenuhi oleh rasa kerinduan. "Sayang, kok masih sempit?" tanya Rey ketika merasa kesusahan saat benda tumpulnya masuk.
Mendengar itu membuat Cira tersenyum disela panasnya hawa kamar mandi "Tapi suka kan sayang, maka cepatlah" ucap Cira yang sudah tidak tahan membuat Rey tersenyum.
__ADS_1
"Aku sangat suka" ucap Rey seraya mendorong pinggulnya lebih dalam.
Mereka akhirnya melebur menjadi satu dalam kehangatan romansa kamar mandi. Seolah tidak ada hari esok. Bercumbu dan saling memuja adalah satu kesatuan dalam menjaga keutuhan.
Beberapa jam akhirnya mereka selesai dan kini mereka sedang berbaring diatas ranjang. "Yang, kamu pakai apa kok makin rapet?" tanya Rey yang memeluk tubuh Cira.
"Ini rahasia yang Oma berikan" ucap Cira tertawa membuat Rey mencium bibirnya.
Disini Rey dan Cira sedang memadu kasih melanjutkan ritual di kamar mandi mumpung tidak adanya gangguan dari mana pun, sehingga menyempatkan diri mereka untuk kembali saling mengenal.
Sementara disisi lain seorang laki-laki sedang makan malam bersama orang tuanya. Ia merasa tertekan dengan ocehan orang tuanya yang meminta dirinya untuk segera menikah.
"Ma, Pa, aku bisa cari wanita yang baik" ucap Chan tegas. Berusaha memakan makanan nya dengan tenang.
"Kapan?. Mama malu sama temen-temen mama mereka sudah mau punya cucu 2. Sementara mama satupun belum" ucap Mama Chan dengan wajah sedih. "Bahkan temen-temen kamu juga sudah menikah. Rey sudah memiliki anak dan Bejamin sudah mau menikah. Setidaknya kamu punya pacar aja dulu"oceh Mamanya membuat Chan hanya menghela nafas saja.
"Sudahlah ma. Nanti juga tanpa diduga dia akan datang dengan pacarnya" sela papanya Chan membuat Chan memberikan kode 'oke'.
"Kalian memang satu paket. Huh," kesal mama Chan membuat mereka Chan dan Papanya tertawa.
"Pokoknya kalau selama setahun ini kamu belum punya pacar. Mama akan jodohin kamu sama anak teman mama. Titik. Tanpa ditolak!. Atau kamu tidak bisa melupakan wanita itu!" ucap Mama Chan membuat Chan hanya mengangguk saja untuk tidak mau ribut lebih jauh.
"Mama kesel banget tau nggak sama kalian berdua" ucap Mama Chan yang makan dengan kesal.
Setelah beberapa detik. "Gimana si kembar. Pasti tambah lucu, ya?. Mama jadi pengen kesana lagi deh" ucap Mama yang sudah mengubah topik pembicaraan nya.
Mama Chan selalu menodong Chan dengan kapan menikah. Karena mama Chan merasa kesepian dirumah ketika ditinggal bekerja oleh Chan dan suaminya. Sehingga dia menodong Chan setiap pulang ke rumah dengan pertanyaan kapan menikah.
Chan berdiam di kamarnya dengan memandang langit-langit. Dan pikiran yang jauh. Hingga teringat besok dia akan ke Amerika untuk kunjungan bersama Rey.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Chan mempersiapkan keperluan nya untuk besok "Makanya nikah kan enak ada yang nyiapin" ucap Mamanya yang masuk kedalam kamar Chan dengan langkah yang bagai melayang.
Chan yang mendengar suara mamanya dibuat kaget "Mama, bikin jantungan aja" ucap Chan yang mengusap dadanya naik turun.
"Kamu nya aja yang ngelamun!" ucap Mamanya sewot. Dan duduk di ranjang Chan dengan menatap anaknya. "Kamu berapa hari di sana?" tanya nya lagi.
"2 hari ma. Tapi kalau ada masalah kemungkinan nya paling lama ya, seminggu. Kan udah biasa Chan sering pergi. Mama ini kayak nggak tau aja aktivitas Chan" ucap Chan menyusun baju dan perlengkapannya.
"Yah,, berarti Mama sendiri lagi, dong" ucap Mama Chan lesu.
"Lebay" ucap Chan yang melihat mamanya lesu.
"Kamu mah, sama aja sama bapak kamu. Keras kepala" ucap Mama Chan bangkit meninggalkan Chan di kamarnya.
"Percuma ganteng pacar aja nggak punya"gumam Mama Chan dengan membanting pintu kamar Chan.
Pagi menyerang bumi bagian barat. Membangunkan penghuni bumi untuk bersiap melakukan aktivitas nya setelah mengisi tenaga akibat tertidur.
"Chan bangun!!!" teriak Mama Chan yang menggedor dan menendang kamar sang anak. Padahal masih jam 4 subuh. Sementara sang papa yang mendengar teriakan sang istri menutup telinga dengan bantal. Sudah terbiasa jika Chan berpergian maka mamanya yang akan heboh dalam segala hal terutama perlengkapan dan keberangkatannya.
"Sudah, ma!" teriak Chan dari dalam kamar.
"Buka dulu pintunya!!" teriaknya karena tidak percaya dengan anaknya.
Cklek...
Dilihatnya Chan yang hanya memakai handuk di pinggangnya. Membuat mamanya mengangguk "Baiklah, Kamu berangkat jam berapa?" tanya Mama.
"Jam 7 ma. Tapi nanti jemput Rey dulu" ucap Chan membuat mamanya mengangguk kembali dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Nggak sopan banget itu emak. Sudah membuat gempa, sekarang main tinggal aja. Dasar. Batin Chan kemudian menutup pintu kamarnya.