Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Boy time


__ADS_3

Rey sedang di kantor mengurus pekerjaannya yang semakin hari semakin banyak. Entah mengapa rasanya ia ingin cuti saja.


"Hai, bro!!" ucap Seseorang masuk keruang Rey tanpa mengetuk pintu. Membuat Rey menatapnya tajam.


"Puas liburan, lho?" ucap sinis Rey. Dengan kembali memeriksa berkas nya.


"Puas banget, bro" ucap Bejamin dengan merangkul Rey. Namun segera ditepis.


"Wow, sensian amat, lo. Lagi hamil, Lo" ucap Bejamin yang duduk di kursi depan Rey dengan berputar-putar.


"Istri gue yang hamil" ucap Rey membuat Bejamin tertawa. Namun mendengar sahabatnya tertawa membuat Rey Mengerutkan dahinya.


Ini anak kemasukan setan, ya. batin Rey.


"Lo, tau nggak disana bulenya jago-jago banget, anj*ir. Gue sampai teler dibuatnya. Goyangannya bikin gue merinding" ucap Bejamin dengan wajah mesumnya.


"Alah, gue tahu, bahwa Lo itu punya alergi terhadap cewek bule jangan sok-sokan deh, Lo." ucap Rey membuat Bejamin serasa di panas oleh kenyataan.


Terus yang gue ajak tidur itu siapa? batin Bejamin bertanya-tanya karena Rey mengingatkan akan alerginya itu.


"Woy,,, kok bengong, Lo?!" teriak Rey didepan wajah Bejamin yang membuatnya terkejut.


"Dimana, kakak ipar?" tanyanya mengalihkan perhatian. Membuat Rey menatapnya dengan tajam dan menelisik.


"Lagi dirumah" ucap Rey dengan masih menatap Bejamin tajam membuatnya di tabok.


"Bang*sat. Gara-gara makan pepes perut gue harus di bawa rumah sakit. Istri lo, memang aneh. Rey" ucap Chan yang masuk keruang Rey dengan berjalan tertatih-tatih akibat perutnya seakan mengalami kontraksi lokal.


Rey yang mendengar nya hanya tertawa sedangkan Bejamin menatapnya dengan penuh tanya. "Kenapa dengan Lo sama kakak ipar?" tanya Bejamin dan Chan segera duduk di kursi samping Bejamin.


"Ini, gue kan kemarin lagi galau habis putus dengan tunangan gue. Eh,,si cireng malah ngasih makanan pedas ke gue. Dan bodohnya gue juga malah mau makan itu pepes yang aromanya menggoda iman mulut gue" ucap Chan berdramatisir membuat Rey dan Bejamin tertawa ngakak.


Sedangkan Chan mendengus kesal karena sahabat nya bukannya mengasihani malah menertawakan nya.


"Ide kakak ipar bagus juga. Lagian kalau galau makan manis itu sakitnya masih terasa. Tapi kalau makan pedas hormon adrenalin akan terpacu dengan cepat. Namun membuat perut mulas" ucap Bejamin di sela tawanya.


"Tuh, kan. Apa gue bilang. Istri gue itu memang berbeda dari spesies cewek lainnya." ucap Rey membanggakan istrinya.

__ADS_1


"Alah, Lo sendiri aja. Nggak tahu kalau istri Lo hamil" ucap Chan membuat Bejamin membulatkan matanya. Sedangkan Rey mendengus kesal di buatnya.


"Jadi beneran. Kakak ipar udah Hamidun?!" ucap Bejamin dengan menggeprak meja membuat Rey melemparkan pulpen kearahnya. Namun, tidak mengenainya.


"Iyalah, Dan Lo tau nggak di mana di buatnya?" tanya Chan membuat Bejamin menggelengkan kepalanya. "To..i..let" ucap Chan membuat Bejamin melebarkan mulutnya tak percaya.


"Hahaha,,,anak lo. Calon penerus pergayungan." ucap Benjamin dengan memukul-mukul meja. Bahkan Chan sudah menatap Rey dengan permusuhan. Karena kesal dengan ulah istrinya. "Dan anak Lo bakalan jadi cucunya kakek gayung" ucap Bejamin dengan tertawa terpingkal-pingkal.


Rey hanya mendengus kesal. "Tapi gue topcer kan. Karena dalam sekali coba langsung gol. Sedangkan dia sudah beberapa kali tidak berbuah. Buang-buang bibit kecebong aja." ucap Rey menyindir Chan. Yang di sindir acuh saja.


"Lah, masih mending gue udah pernah ngerasain, lah si bajaj belum pernah sama sekali. Main nya jennie blackpink. SOLO" ucap Chan membuat mereka tertawa.


Mereka bertiga memang kalau bertemu selalu saling menjatuhkan dan mengejek namun mereka tidak pernah ambil hati karena kenyataannya memang begitu. Ya, walau mereka tambahan dengan bumbu micin sedikit biar terasa gurihnya.


Mereka tertawa bersama. Hingga dering ponsel dari Rey menyadarkan mereka."Iya, Oma?" ucap Rey menerima sambungan telepon.


"Oke, terus nanti Rey kesannya jam berapa?" tanya Rey membuat Chan dan Bejamin saling pandang kemudian mengedikan bahunya.


"Oke, Rey sekarang kasih tahu Cira. Bye, Oma" ucap Rey mematikan ponsel. Dan dilihatnya sahabatnya menatap dengan tatapan penuh tanya.


"Jadi gini, Gue sebenarnya menjalan misi dari Oma. Untuk memberikan kejutan terhadap Cira. Sekaligus memberitahu kan ke keluarga besar bahwa Cira sedang hamil sekaligus ulang tahunnya. Dan misi gue dengan Oma adalah memberikan kejutan dengan baby speak pada Cira. Dan Cira juga mendapatkan misi dari Oma yaitu untuk menyembunyikan kehamilan nya selama 3 bulan dari gue." ucap Rey membuat mereka bingung.


"Belibet banget sih, Lo. Tinggal bilang aja buat kejutan untuk Cira. Udah, beres kan. Ngapain juga pakai muter segala kayak metromini, aja. Kan tujuannya sama" ucap Bejamin asal membuat dirinya mendapatkan jitakkan dari Chan. Karena otaknya mulai menurun.


"Yah, gue kan cuma ngasih tahu, ogeb." ucap Rey. Namun, sedetiknya perutnya berbunyi. Membuat mereka kembali terpingkal-pingkal.


Mereka melakukan makan bersama di sebuah toko terdekat yaitu milik istrinya Rey. Cira. Namun, si pemilik toko belum datang. Setelah Rey bertanya pada Indah.


"Kakak ipar ternyata pintar bisnis, juga" celetuk Bejamin ketika mencicipi kue-kue. "Tapi gue butuh nasi. Bukan kue" ucap nya lagi membuat Rey mendengus kesal.


"Ribet banget sih, Lo. Bentar gue suruh Indah buat beli makanan dulu" ucap Rey menghampiri Indah.


"Indah, tolong belikan nasi otak 3 dan semur jengkol, rendang, dan sate. Masing-masing tiga porsi ya" ucap Rey dengan menyerahkan uang kepada Indah. "Sisanya buat kamu" ucap Rey membuat Indah berbinar senang. Ia adalah orang kepercayaan Cira untuk membeli makanan karena dia yang paling tau lokasi tempat makan yang enak.


"Hallo,yang?" ucap Rey ketika dering ponsel berbunyi menampilkan nama istriku.


"Mas, kamu jadi keluar kota?" ucap Cira dengan nada sedih.

__ADS_1


"Iya, sayang. Mas habis pulang dari kantor langsung pergi. Kamu jaga diri baik-baik, ya. Oh, iya. Ajak Oma juga untuk nginep dirumah biar tidak terlalu sepi" ucap Rey membuat Cira menangis. Dan kedua temannya bingung. Terutama Chan karena untuk bulan ini sudah kemarin ke luar kota.


"Jangan nangis, dong. Kan aku nggak lama disana" ucap Rey lagi. Membuat sambungan di matikan secara sepihak oleh Cira.


Rey melihat kearah sahabat yang kembali menatapnya bertanya. "Kan nggak ada jadwal keluar kota?" ucap Chan membuat pikiran oriental Bejamin bekerja sangat keras.


"Lo mau selingkuh, ya.?!" tuduh Bejamin membuat Chan dan Rey membelakkan matanya tak percaya dengan pola pikir sahabatnya itu.


"Woy, otak udang. Mana ada gue niatan selingkuh sedangkan gue udah punya bini modelan begitu. Yang semuanya serba kelebihan, itu" bantah Rey terhadap tuduhan yang di layang kan oleh Bejamin.


"Otak lu nggak pernah dicuci selama 25 tahun ini" ucap Chan dengan mengusap kepala Bejamin membuatnya segera ditepis.


"Ya, mana gue tahu. Otak gue isiannya cuma dada aja. Eh, gue baru ingat sebulan lalu gue ngeperawanin cewek, bro!" ucap Bejamin yang baru sadar dan langsung mengebrak meja. Membuat mereka terkejut.


"Siapa yang Lo kawinin?!!" ucap Rey yang entah kenapa menjadi kesal. Mendengar kata ngeperawanin.


"Tidak tau, gue pas bangun orangnya sudah tidak ada. Gue ingat banget kita sama-sama mabuk waktu itu. Dan itu pasti bukan bule. Karena kalau bule gue udah demam"Ucap Bejamin membuat Rey geram hingga dia bangkit dan meninju wajah Bejamin.


Melihat itu membuat Chan terkejut begitupun Bejamin."Lo apa-apaan, sih." ucap Bejamin.


"Yang, Lo perawani adalah Gea. Sepupu gue!" ucap Rey lagi meninju wajah Bejamin.


Chan yang melihat nya terbengong memikirkan apakah benar Bejamin yang ngelakuin nya. "Bang*sat Lo. Cerita gue belum selesai. Gue itu cuma mimpi!!" teriak Bejamin membuat mereka mengangga tidak percaya.


Dan Rey tubuhnya sudah luruh ke lantai. Dia menangis. Karena kejadian yang menimpa sepupunya itu. Hidupnya sudah hancur ditambah lagi sekarang dia hamil.


"Rey bangun" ucap Chan membangunkan Rey dan di dudukan di sofa. "Gea beneran hamil, Rey?" tanya Bejamin lagi membuat Rey mengangguk.


"Iya, dan kejadiannya berada di Amerika. Gue sudah mencari pria itu tapi tidak bisa. Terlalu apik dia menyembunyikan identitas nya" ucap Rey yang sudah mulai tenang ketika Chan menyodorkan air kepada Rey.


"Kasihan, sekali adiknya Aa Bebe. Terus dimana dia sekarang?" tanya Bejamin membuat Rey menggeleng.


"Di desa Z Kota D" ucap Chan membuat Rey dan Bejamin membelalakkan matanya karena tempat itu adalah kota terpencil dan dengan desa yang tidak diketahui, hanya orang yang diakui oleh kota itu saja tau tempat itu. Namun, segala keperluan untuk kehidupan mereka disana sangat terjamin dan berkualitas.


"Gue nanti akan menyuruh, teman mafia Daddy buat menyelidik kasus Gea. Lo tenang aja Rey" ucap Bejamin.


Keluarga Rey memang memiliki kekayaan yang melimpah namun kalau urusan menyelidiki dan meretas dia kurang. Karena keluarga Rey beranggapan menganggu privasi orang. Namun, justru bagian itulah keluarga Gea paling ahlinya. Hingga membuat Papa Ardi bermain judi dan memiliki banyak hutang.

__ADS_1


Sedangkan Daddy Bejamin adalah menteri keamanan di Amerika sehingga pertemanan Daddy-nya adalah kelas mafia. Dan sangat mudah untuknya menyelidiki hal sekecil ini apalagi kasusnya ada di negaranya.


__ADS_2