
Rey yang sudah berada di hotel karena sudah selesai menyelesaikan pekerjaan nya. Rey merebahkan tubuhnya yang letih diatas ranjang yang empuk. Hingga dering ponsel membuatnya harus menghela nafas.
"Hallo?" ucap Rey membuat disebrang geram.
"Sayang kita cari Daddy baru yuk..." ucap Cira kepada anaknya. Mendengar itu membuat Rey membulat kan mata nya dan menatap ponselnya yang menampilkan istri, dengan cepat Rey mengubah panggilan menjadi Videocall.
Dan langsung dijawab oleh disebrang namun hanya langit-langit kamar yang terlihat "Sayang??" ucap Rey agar Cira mau berbicara dengan nya.
"Gio dan Jeo ingin Daddy baru, ya?" ucap Cira dengan sedikit keras membuat Rey kepanasan. Apalagi suara tawa dari bayi kembar itu membuat Rey makin panas.
"Cia, juga pengen Daddy baru!!" seru Cia yang masuk kedalam kamar Cira dengan pakaian yang sudah rapi.
"Cia,,Daddy masih hidup. Ngapain kamu nyari Daddy baru" ucap Rey berusaha memelas membuat Cia terkikik mendengarnya.
"Daddy jahat tidak ngabarin mommy" ucap Cia yang mengambil ponsel Mommynya dan melakukan Videocall dengan Daddy nya.
"Maaf sayang Daddy kemarin sibuk. baru sampai langsung kerja agar cepat pulang. Jadi tidak sempat mengabari" jelas Rey yang melihat Cia yang cantik dengan seragam sekolah nya.
"Oke baiklah tapi Daddy harus semangat ngebujuk mommy." ucap Cia tertawa membuat Rey juga ikut tertawa.
Kemudian Cia menyerahkan ponsel kepada Cira "Ini Daddy katanya mau ngomong sama mommy" ucap Cia dan Cira menerima nya.
"Sayang jangan cariin Daddy untuk si kembar. Aku minta maaf karena tidak mengabari kamu. Aku terlalu terburu-buru kemarin agar segera selesai dan pulang, sayang" ucap Rey membuat Cira mendengus. "Sayang...." ucap Rey memelas membuat Cira menghela nafas dalam.
"Terserah mas, deh. Maunya apa. Aku mau ngantar Cia kesekolah dulu" ucap Cira membuat Rey kelimpungan karena Cira mematikan ponselnya.
"Daddy kalian itu nggak punya hati. Nggak tau apa, kalau mommy khawatir" ucap Cira yang menggendong Baby Gio untuk mandi karena sudah tidak pakai baju.
"Cia, tolong jagain baby Jeo, ya. Mommy mau mandiin baby Gio dulu" ucap Cira membuat Cira mengangguk dan naik ke ranjang.
__ADS_1
"Baba....ba..baba..." ucap Cia yang memainkan tangan adiknya untuk bertepuk tangan membuat baby Jeo senang dan tertawa.
Setelah memandikan kedua bayi itu kini Cira sudah berada di depan pagar sekolah Cia. Yang sudah disambut oleh kepala sekolah sebagai acara menyambut anak-anak masuk sekolah.
"Jangan nakal disekolah. Turuti apa kata guru, ya. Semangat belajar nya sayang" ucap Cira yang mencium pipi Cia. Kemudian masuk ke halaman sekolah dengan lambaian tangan.
"Selamat pagi,,,Cia" ucap sang kepala sekolah dan Cia menyalaminya dengan hormat. Melihat itu membuat Cira meninggalkan halaman sekolah Cia.
Suasana sekolah sangat ramai dengan canda dan tawa dari anak-anak membuat beban mereka hilang.
Hingga jam masuk kelas berbunyi membuat seluruh anak-anak berlarian memasuki kelas. Terutama kelas Cia yang sangat ramai menunggu kedatangan ibu guru cantik.
"Selamat pagi anak-anak" ucap ceria seorang guru memasuki kelas membuat semua siswanya berteriak senang menyambut nya.
"Bagus....kalian sangat semangat dalam belajar hari ini" ucap guru itu membuat siswanya senang dan serempak mengatakan iya.
Pembelajaran pun dimulai dengan canda dan tawa serta semangat belajar siswa membuat suasana kelas menjadi lebih hidup.
Cia dan temannya yang bernama Rena bermain ayunan di taman sekolah. Yang memang disediakan pihak sekolah untuk mengisi waktu istirahat. "Khemm" dehem seseorang membuat Cia dan Rena menatap kearah deheman tersebut.
"Eh,,ibu guru" ucap Cia dan Rena bersamaan. Kemudian ibu guru tersebut ikut bermain ayunan bersama kedua orang itu.
"Kalian lagi ngobrolin apa?. Kalian tidak makan?" ucap ibu guru tersebut membuat Cia dan Rena menggelengkan kepalanya.
"Mau makan bareng ibu?" tanya ibu guru itu membuat Cia dan Rena berbinar senang. Mereka tau bahwa gurunya itu sangat baik dan cantik. Dia tidak akan tanggung-tanggung dalam meneraktir siswanya. Sehingga membuat siswanya senang.
Sehingga dia dianggap sebagai guru tercantik dan terbaik. Membuat seluruh siswa menyukainya dan menurut padanya.
"Boleh ,Bu?" tanya Rena dengan malu-malu. Namun, tidak dengan Cia yang sudah berdiri bersiap untuk menyeret ibu guru dan temannya itu.
__ADS_1
"Ayo..kita makan banyak!" sorak Cia dengan menyeret Rena ke kantin.
Setelah mereka sampai di kantin ternyata masih ramai diisi oleh anak-anak yang kelaparan karena tenaganya sudah terkuras oleh pembelajaran di jam pertama.
"Kalian pesen aja nanti bawa ke taman. Ibu pesen nya siomay aja. Ini uang kalian bebas mau beli apa" ucap ibu guru tersebut menyerahkan uang selembar uang biru.
Walau mereka sekolah di sekolah elit namun mereka tetap lah anak-anak jika dikasih uang akan senang walau sudah dibekali uang jajan oleh orang tuanya.
Makanan yang ada di kantin sangat bersih dan sehat, karena menjamin kebutuhan anak-anak yang sedang berkembang.
Setelah menunggu beberapa menit dua gadis itu datang dengan membawa salah satu pegawai kantin yang membawakan makanan pesanan mereka. Karena tangan mungil kedua gadis cilik itu tidak muat membawanya.
"Terima kasih" ucap mereka membuat pegawai kantin tersenyum dan mengangguk kemudian meninggalkan mereka.
"Kalian makan yang lahap ya" ucap ibu guru itu membuat Cia dan Rena mengangguk. Mereka duduk disebuah kursi kayu dan memakan makanan nya.
"Bu guru terima kasih ya, traktiran nya. Nanti Cia kasih Ayah Cia untuk Bu guru" ucap Cia yang sudah selesai makan membuat ibu guru itu tersenyum sampul mendengar ucapan Cia.
Memang sudah biasa, ibu guru cantik itu ditawarkan untuk jadi pacar kakaknya atau Omnya, bahkan orang tua mereka juga ditawarkan. Namun, ibu guru tidak menanggapi nya dengan serius. Mungkin mereka hanya bercanda supaya ditraktir lagi.
"No...ibu guru buat Om nya Rena" ucap Rena yang tidak terima jika Cia ingin merebut ibu guru nya.
"Sudah jangan berantem. Kalian masuk kelas, gih!. Sudah jam masuk belajar" ucap ibu guru cantik itu. Membuat Cia dan Rena bergandengan tangan masuk ke dalam kelas. Setelah berpamitan dengan ibu guru nya.
"Ini tahun berapa sih?. Kenapa semua anak Sekolah Dasar memiliki pemikiran yang dewasa bahkan tau cinta-cintaan" gumam ibu guru itu mengingat tingkah laku muridnya.
"Sudahlah, mungkin akunya yang terlalu tua. Bahkan masih jomblo" ucapnya miris dengan hidupnya. Kemudian berjalan menuju ruang guru untuk menyiapkan pembelajaran nya.
"Besok kita mengadakan rapat. Jadi harap guru kelas mengumumkan kepada siswa dan wali kelas memberitahukan orang tua siswa" ucap kepala sekolah yang datang berbarengan dengan ibu guru cantik tersebut. Membuat mereka mengangguk.
__ADS_1
"Dan untuk guru wali kelas 4 dan 5 harap menyeleksi siswa untuk mengikuti lomba cerdas cermat yang akan diadakan oleh gubernur" ucapnya lagi membuat guru wali yang di panggil mengangguk.
Kemudian setelah nya para guru memasuki kelas untuk mengajar. Begitupun dengan guru cantik itu. Yang menjadi bahan candaan diruang guru.