
Fiola membersihkan sisa main mereka. Dan menuju ke dimana tempat suaminya berada. Ketika membuka pintu dilihatnya suaminya sedang bermain ponsel dengan bertelan*jang dada.
Dan hal itu membuat Fiola tergoda "Mas,,,," ucap Fiola yang sudah duduk di pangkuan Chan.
Chan tidak memperdulikan ucapan dari sang istri. Karena merasa kesal akibat sang istri nggak mau tadi diajak tidur. "Mas,,,," ucap Fiola lagi dengan nada rendahnya. Bahkan tangannya sudah bermain di dada Chan dengan melukis kan pola abstrak.
Chan berusaha agar tidak tergoda dengan tetap memandang ponselnya. Chan melirik Fiola yang kesal dan membuka bajunya membuat Chan sedikit terkejut. "Kamu ngapain?. Nanti masuk angin, Fi" ucap Chan.
"Kamu mau pakai ini aja."putus Fiola dengan tangan yang sudah membelai sang suami.
"Fi,,,kita sedang tidak dirumah. Nanti kalau ketahuan gimana?. Nggak enak, yang. Sudah ayo,,,pakai bajunya lagi. Nanti masuk angin" ucap Chan yang memakai kembali baju Fiola membuat Fiola kesal.
"Ish,,,tapi aku pengen, mas. Ini kan tempat baru" ucap Fiola disela memakai pakaian nya.
"Besok aja, ya?. Sekarang kita tidur, ya" ucap Chan mengajak istrinya tidur dengan memeluk nya.
Fiola pun tertidur dengan lelap dalam dekapan sang suami. Namun, tidak untuk di jam dua pagi. Fiola bangun karena perutnya berbunyi. "Mas,,,,bangun. Kita pulang yuk.." ajak Fiola dengan membangun sang suami. "Mas,,,bangun!!. Kita pulang" ucapnya lagi membuat Chan terusik.
"Kenapa, fi. Ini malam" gumam Chan sembari membawa istrinya untuk kembali tertidur.
"Mas,,,pulang" rengek Fiola membuat Chan bangkit.
"Kenapa,,,hemm?" tanya Chan membuat Fiola geleng.
"Mau pulang. Mau makan di rumah. Aku lapar, mas" ucap Fiola.
"Ini masih malam, sayang. Besok ya kita pulangnya" ajak Chan namun mendapatkan gelengan dari Fiola. "Yaudah,,kamu pakai pakaian yang hangat. Biar nanti nggak kedinginan di jalan" ucap Chan membuat Fiola sangat senang.
Dan kini mereka sudah bersiap untuk pulang. Namun, sebelum pergi Chan menitipkan pesan kepada satpam. Agar nanti Rey tidak panik melihat mereka sudah tidak ada di kamar.
Di perjalan menuju pulang. Fiola sangat senang. Bahkan sampai bernyanyi. "Mas,,,mau sate dan kulit ayam krispi" ucap Fiola yang entah mengapa hidungnya mencium makan seperti itu.
"Jam segini, di mana nyari satenya, sayang?" tanya Chan.
__ADS_1
"Pokoknya mau itu, mas." rengek Fiola membuat Chan bingung.
"Tapi setelah ini kita harus olahraga, ya?" ucap Chan yang diangguki langsung oleh Fiola. "Baiklah,,,ayo kita mencari sate!" seru Chan yang di ikuti oleh Fiola.
Setelah berkeliling. Akhirnya mereka menemukan penjual sate dan ayam krispi. Dan kini mereka sudah berada di rumah mereka dengan Fiola yang terlihat sangat senang memakan sate ayamnya.
"Ini sisa ayamnya siapa yang makan?" tanya Chan yang melihat ayam yang sudah tela*njang akibat kulitnya sudah hilang termakan oleh Fiola.
"Kamu lah" ucap Fiola dengan entengnya.
Chan yang memang sudah sangat lapar ketika melihat istrinya makan pun akhirnya dengan senang hati memakan ayam tersebut.
Setelah selesai makan. Kini mereka sedang duduk manis di depan TV dengan popcorn yang tadi dibuat mereka dengan instan pun menemaninya.
"Ish,, mas itu kasian anaknya nangis" ucap Fiola ketika melihat anak kecil menangis yang meminta susu.
"Iya,,, dia nangis minta susu" ucap Chan yang memasukan tangannya di balik baju Fiola dan mere*mas benda kenyal Fiola yang menurut Chan semakin berisi.
"Iya memang mau mancing, yang. Yuk,,,kita ke kamar buat bayi lucu" ucap Chan dengan membawa tubuh istrinya menuju ke kamar mereka.
Chan tidak memberikan jeda kepada Fiola. Bahkan nafas Fiola sudah terengah-engah pun membuat Chan yang tertawa melihat istrinya kehabisan nafas. "Mas,,,,,ish,,," ucap Fiola sembari mengatur nafasnya.
"Kamu itu lucu tau kalau lagi mangap-mangap, gitu" ucap Chan yang kembali menciumi sang istri membuat Fiola memberontak dalam kukungan Chan.
"Masmmmm" ucap Fiola berusaha menghentikan Chan. Hingga menit berikutnya Chan barulah melepaskan ciumannya.
"Hahaha,,,,,hah" tawa Chan yang juga mengatur nafasnya.
Chan menjatuhkan tubuhnya diatas Fiola dengan mengendus leher Fiola. "Mas berat tau. Pengap. Ini aku nafasnya susah" ucap Fiola membuat Chan memeluk Fiola kemudian membalikkan tubuhnya menjadi Fiola diatasnya.
"Akh,,,!" teriak Fiola ketika tubuhnya di putar menjadi diatas Chan. Fiola memukul dada Chan yang membuatnya kesal karena dengan seenaknya memutar tubuhnya. "Perut aku begah tau. Isi makanan. Kamu malah putar begitu" ucap Fiola yang kesal.
Chan hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya "Ayo,,,saatnya kamu yang memulainya" ucap Chan membuat Fiola membulatkan matanya.
__ADS_1
"Mulai apa?." tanya Fiola membuat Chan tertawa.
Namun, bukannya menjawab pertanyaan Fiola. Tangan Chan sudah lebih dulu terjulur mere*mas dada Fiola. Membuat perempuan itu mengetahui maksud suaminya.
Fiola pun memulai kegiatan nya dengan baik dan telaten walau terasa sedikit kaku. Namun, Chan dengan setia juga membantu sang istri dalam menjalankan tugasnya.
"Kamu memang sangat nikmat, yang." erang Chan yang berada dibawah kukungan Fiola.
"Huh,,,ini ju-ga nik-mat" ucap Fiola dengan terus naik turun diatas Chan dengan nafas yang terengah-engah.
"Iya, sayang. Kamu sangat pintar" rancau Chan ketika Fiola menambahkan kecepatan nya.
Hingga beberapa menit setelahnya Fiola ambruk diatas tubuh Chan dengan nafas terengah-engah. Chan mencium seluruh wajah Fiola. "Terima kasih. Kamu semakin Cantik kalau di atas." ucap Chan tertawa membuat Fiola memukul dada nya.
"Ish,,," desis Fiola malu mendengar ucapan Fiola membuat dirinya mengingat kejadian yang dia lakukan.
"Eh,,,yang, kemarin kan kita belanja bulanan. Kamu kok, pemba*lutnya masih belum di buka?" ucap Chan yang baru menyadari jika istrinya itu belum datang bulan.
Mendengar itu sontak membuat Fiola terduduk. "Akh,,," desah Chan karena penyatuan mereka belum terlepas. Hingga membuat yang bersatu berdiri tegak.
Dan akhirnya mereka melakukan nya kembali. Karena kelelahan akhirnya mereka berbaring saling berpelukan untuk menetralkan rasa dan deru nafas mereka.
Fiola bangkit "Mau kemana, kamu yang?" tanya Chan membuat Fiola menatap Chan dengan penuh selidik.
"Mau mandi gerah!" ucap Fiola membuat Chan mengangguk dan ikut bangkit. Mereka akhirnya memilih merendam di buthtub.
"Mas,,,kayaknya bulan kemarin aku belum datang bulan deh" ucap Fiola dengan santai yang berada di depan Chan dengan bermain busa.
"Besok kita cek, ke rumah sakit. Siapa tau disini sudah ada Fiola junior" ucap Chan dengan mengusap perut sang istri.
"Iya,,,semoga saja, mas." ucap Fiola membuat Chan mengangguk. Namun, dasarnya Chan yang mesum. Tangan yang tadinya mengusap perut Fiola kita sudah bermain di bagian bawahnya lagi.
Dan Fiola yang memang sangat sensitif akan hal itu pun tergoda dengan sentuhan yang dilakukan oleh Chan. Dan mereka kembali melakukan hal tersebut di dalam kamar mandi dengan berbagai gaya yang bisa dilakukan di dalam kamar mandi.
__ADS_1