Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
S2 #44


__ADS_3

Mama Chan tertawa melihat mantunya yang sangat sensitif. Tapi wajar karena dia sedang hamil.


"Sayang,,mama tidak sedih atau pun marah dengan Fiola karena membuatkan mama satu cucu. Mama cuma bingung mau ngomong apa, mama sangat senang. Dan Mama berharap kalian selalu sehat sampai lahiran. Jadi jangan nangis lagi, ya?" ucap sang mama membuat Fiola mengangguk. Dan mengusap air matanya.


"Tuh,,kan. Mama cuma terharu, aja. Kamu jangan sedih lagi kasian baby" ucap Chan menenangkan sang istri.


"Tapi, Fiola tidak memberikan cucu kembar,,Hua....." tangis Fiola yang semakin jenjang membuat mama Chan tertawa. Chan justru kelimpungan menenangkan istri nya.


"Eh,,,kok malah kenceng. Jangan nangis lagi, ya. Kamu mau apa? es krim, soto, cilok, atau spaghetti?" rayu Chan yang langsung di gelengkan oleh Fiola.


"Mau ke mall" cicit Fiola di sela tangisnya membuat Chan mengangguk.


"Yaudah,,sekarang sama mas mu ya ke mall nya. Kamu bebas mau beli apa aja disana, ya" ucap sang mertua membuat Fiola mengangguk. Namun, tidak dengan Chan yang justru tersenyum pias karena sudah di pastikan uangnya akan keluar dari persembunyiannya.


"Tadi katanya mau ke rumah, ibu kan?"tanya Chan lagi membuat Fiola memberhentikan tangisnya.


Melihat itu membuat sang mertua tertawa. "Sudah fix,,,ini cucu mama bakalan perempuan" ucap sang mama membuat Chan mengangguk saja.


"Ayo,, mas kita ke rumah bapak!" ucap Fiola yang sudah berdiri bersiap untuk ke rumah sang orang tua.


Melihat semangat istrinya membuat Chan menghela nafas. Tadinya sudah mendung, terus hujan dan sekarang malah sudah sangat cerah.


"Iya sekarang" ucap Chan berdiri. Kemudian mereka pamit dengan sang mama.


"Titip salam ya, sama orang tua kamu. Ingat jaga kesehatan nya, ya" ucap sang mertua membuat Fiola tersenyum senang.


Dan saat ini Chan dan Fiola sudah berada di rumah ibu dan bapak. Dan mereka sangat senang mendengar kabar bahwa Fiola sudah hamil. Bahkan mereka membuat makanan kesukaan Fiola sebagai acara syukuran.


Sang bapak dengan Chan sedang duduk manis di belakang rumah, menikmati suasana yang asri. "Badan kamu makin berisi aja, nak" ucap bapak Surat membuat Chan mengangguk dan mengusap perutnya yang buncit.


"Iya, pak. Baru 3 bulan" ucap Chan membuat mereka tertawa.

__ADS_1


Sementara di dalam dapur, Fiola sedang melihat ibunya memasak. Karena Fiola sedang tidak mood untuk ikut memasak. "Kamu ada mual, nggak?" tanya Sang ibu membuat Fiola menggeleng.


"Kalau ngidam?" tanya sang ibu lagi.


"Kalau itu sudah semenjak menikah udah kayak ngidam. Bahkan ibu lihat tidak, mas Chan aja sudah berisi sekarang" ucap Fiola tertawa membayangkan suaminya dengan perut buncitnya.


"Iya juga, ibu sampai pangling liatnya berbeda banget. Apalagi sekarang kamu hamil pasti dia bakalan jadi bola" ucap Ibu Narasi tertawa.


"Iya,,ibu. Soalnya ketika aku lapar dan ada sisa dia yang makan, hahaha" tawa Fiola.


Makan yang mereka masak sudah selesai "Kamu panggil bapak sama suami mu. Suruh makan. Nanti lanjut lagi ngobrol nya" perintah ibunya membuat Fiola menghampiri mereka yang sedang tertawa bersama.


Namun, entah mendapatkan ide dari mana Fiola membawa panci dan juga sendok. Kemudian membunyikannya membuat mereka yang tertawa bersama terkejut. Dan hal itu membuat Fiola tertawa.


"Kamu bikin kaget aja, Fi." keluh sang bapak dengan mengusap dadanya yang sama juga dilakukan oleh Chan.


"Kamu jahil banget, sih" ucap Chan.


"Ini enak banget, buk." ucap Chan yang makan dengan lahap. Mereka hanya tertawa melihat cara makan Chan yang dengan kalapnya.


"Pelan-pelan aja, nak. Ini masih banyak" Tegus sang mertua membuat Chan mengangguk. "Kalau gini terus, bisa jadi bola beneran, nak" ucap ibu lagi tersenyum.


"Biarin aja Bu. Lagian anak ibu tetap cinta" ucap Chan membuat Fiola menatapnya tajam.


"Idih,,aku nggak mau ya,,punya suami yang kayak bola. Nanti kalau mas kayak bola, aku nyari suami baru aja" ucap Fiola namun, tidak diperdulikan oleh Chan yang dengan senang makan.


"Biarin aja. Lagian nanti kamu bakalan sama-sama hamil dengan suami" ucap bapak membuat Chan mengangguk.


"Bener itu, pak. Jadi nggak akan ada yang namanya insecure akibat gemuk. Jadi kalau sudah lahiran kita bisa olahraga sama-sama" Bapas Chan dengan mengacungkan jempol nya kepada sang mertua.


Mereka makan dengan senang. Bahkan Chan sudah nambah makannya. Dan sekarang merek sedang berada di kamar karena sesuai dengan rencana Fiola mereka akan menginap.

__ADS_1


"Mas,,,aku besok ke kantornya pak Rey, ya?" ucap Fiola yang sedang duduk manis di sisi ranjang. Dengan Chan baru selesai mandi.


"Buat apa?" tanya Chan kemudian ikut duduk di samping sang istri.


Fiola menyandarkan tubuhnya pada sang suami "Entahlah pengen aja gitu. Terus nanti pulangnya aku mau main ke rumah mbak Cira, ya?" ucap Fiola dengan matanya berbinar.


Chan yang melihat tingkah istrinya hanya mengangguk dan mencium pucuk kepalanya. "Iya boleh. Tapi nanti di kantor jangan bikin Rey susah, oke." ucap Chan yang diangguki oleh Fiola.


"Mas,,aku jadi pengin" ucap Fiola dengan mendorong suaminya dan duduk diatas tubuh suaminya.


"Eh,, kamu mau apa?" tanya Chan yang mendapat serangan langsung terhadap sang istri.


"Aku lagi pengin nyoba disini mas. Atau nanti kita coba diruang kamu waktu di kantornya pak Rey, mas?" tanya Fiola yang masih betah duduk di atas tubuh Chan dengan tangan berada di dahinya.


"Maksudnya?" tanya Chan dengan bingung.


"Nggak jadi deh,,mas. Aku pengin nya besok aja di kantor" ucap Fiola bangkit dari tubuh Chan dan ikut berbaring bersama Chan dengan tangan Chan sebagai bantalan.


"Mas,,,tau nggak aku pengen ke sekolah lagi ngajar" ucap Fiola dengan memeluk tubuh Chan "Aku juga pengen bekerja di kantor, mas. Sebagai sekertaris, mas. Boleh ya?" tanya Fiola lagi membuat Chan hanya mampu mengiyakannya.


"Mas,,,ish,," kesal Fiola ketika melihat Chan memejamkan matanya. "Jangan tidur dulu" ucap Chan dengan membuka mata suaminya.


"Aku ngantuk yang. Kamu tidur juga ya?" ucap Chan membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya dan menutup mata sang istri agar tertidur.


"Ish,,,aku belum ngantuk mas. Kamu jangan tidur, temenin aku, mas" rengek Fiola yang menjauhkan tangan Chan yang menutup matanya.


"Tidur, sayang ini sudah malam. Kalau kamu nggak tidur mas makan kamu ya?" ucap Chan yang membawa tangannya memasuki celana Fiola.


"Boleh,,tapi sampai aku tidur, ya?" tantang Fiola membuat Chan membuka lebar matanya.


Dan memulai menciumi bibir istrinya. Dan memberikan rangsangan kepada sang istri. Hingga belum sampai ke puncaknya. Fiola justru tertidur dengan lelap membuat Chan tersenyum dan mencium kening sang istri dan kembali tidur.

__ADS_1


"Untung aku lagi ngantuk banget" gumam Chan karena kantuk yang sudah sangat berat. Dan menyusul sang istri.


__ADS_2