Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Mantan #2


__ADS_3

Mereka akhirnya sampai di toko. Setelah berhenti di beberapa tempat akibat Rey ingin membeli sesuatu. Mereka turun dari mobil. Dan Rey membawa 2 kantong plastik kecil berisi berbagai cemilan jajan di jalannya seperti cilok, siomay dan kawan-kawan nya. Sehingga Cira membawakan 2 buah kelapa muda nya.


"Pagi, pak, Bu" ucap pegawai memberikan salam ketika bos mereka datang.


"Pagi juga, semangat kerjanya" ucap Cira dengan menuju lantai 2 tempat istirahat dan ruangannya.


"Itu pak bos, kenapa. Tumben banget makan yang begituan?" ucap pegawai yang mengapa mereka.


"Mungkin, pak bos lagi hamil" ucap santai temannya yang baru datang.


"Masa iya cowok hamil. Kamu ngaco deh." bantah nya lagi membuat temannya menjitak kepalanya.


"Iya, ibu bos, lah yang hamil be*go"ucap temannya kesal. Membuatnya melongo tak percaya.


"Berarti yang ngidam itu, pak bos?. Terus yang Belendung ibu bos?, gitu?" tanya lagi yang sudah mulai terkoneksi dengan sinyal 4G.


"Iya" ucap temannya lalu meninggalkannya dan kembali berkerja.


Sementara di atas mereka sedang menikmati makan tersebut. Tapi hanya Cia dan Rey saja sedangkan Cira sudah melenggang pergi untuk melihat dan mengecek tokonya.


Semua orang sudah tau pernikahan mereka semenjak seminggu setelah pernikahan. Melalui konferensi pers yang diadakan dengan mengundang wartawan.


Agar tidak lagi istilahnya sembunyi dari kebenaran. Semua orang terkejut dan mendukung akan pernikahan mereka.


Bahkan semenjak di umumkan membuat media masa penuh dengan cerita dan berita dari mereka.


Sampai ketika melihat berita saat ini Cira menemukan sebuah artikel yang berjudul "Bos besar ngidamnya jajan jalan. Mampu meningkatkan ekonomi penduduk" baca Cira yang melihat wajah Rey sedang mengantri membeli siomay.


Ngidam? siapa yang hamil batin pikir Cira. Yang lupa bahwa itu adalah suaminya.


Kemudian Cira tidak peduli pada berita tersebut. Karena sibuk mengecek banyak kue di rak etelase.


"Selamat pagi" ucap pelanggan memasuki toko tersebut.


"Selamat pagi juga" balas para pegawai. "Mau pesan apa, Bu" ucap pegawai di etalase.


"Saya mau brownies, cheesecake, dan smoothies strawberry" ucap pelanggan tersebut kemudian duduk di meja yang disediakan.


"Cantik banget, ya?" bisik pegawai itu pada temannya yang sedang menyiapkan pesanan.


"Indah. Ibu, mana?" tanya Rey yang turun dan menghampiri pegawai yang ada di sana.


"Ibu katanya mau mengecek, pak" ucap Pegawai itu membuat seseorang yang ada di meja tersebut memandang Rey. Ketika mendengar suaranya.


"Rey?" panggil wanita itu seketika membuat Rey berhenti dan memandang wanita tersebut.

__ADS_1


Siapa, sih!. kesal Rey pada orang yang memanggil nya.


"Siapa?!"tanya Rey ketus karena tidak senang di ganggu ketika sedang ingin mencari istrinya.


"Kamu lupa?. Ah,,iya sih. Karena kita sudah tidak bertemu selama 5 tahun" ucap Wanita tersebut.


Membuat Rey berpikir siapa wanita ini. Ia merasa tidak asing tapi lupa siapa.


"Aku Rena" ucap wanita itu sembari mengulurkan tangannya.


"Rena siapa?" ucap Rey bertanya karena ia benar-benar lupa akan nama dan wanita itu.


"Rena Angkasa, Teman SMA sekaligus mantan tunangan mu" ucap nya membuat Rey terkejut akan wanita tersebut.


Mantan bang*sat batin Rey tidak suka.


"Owh," ucap Rey lalu pergi ketika melihat Cira.


Wanita yang bernama Rena itu merasa sedih. Akibat Rey yang sudah berubah.


Kamu ternyata sudah berubah, Rey batin Wanita tersebut. Kemudian duduk kembali.


Cira yang melihat interaksi antara mereka pun penuh tanya. Bahkan pegawai mereka juga ikut kepo. Hingga wanita itu mengucapkan kata Mantan tunangan.


Rey mendengus tidak suka terhadap pertanyaan Cira. "Mantan nggak tahu diri" ucap Rey sembari memeluk Cira.


Cira sedikit tersenyum melihat tingkah Rey yang lucu kalau sedang kesal "Mantan terindah maksudnya?" ucap Cira membuat Rey mencium leher Cira kuat. Membuat Cira mengaduh. Kemudian memukul pelan punggung Rey.


"Mas, ada banyak orang!" ucap Cira melepaskan pelukan Rey.


"Biarin aja. Biar mereka tahu bahwa aku hanya milik kamu" ucap Rey kemudian mencium bibir Cira.


Para pegawai dan pembeli berusaha tidak melihat atau mendengar pembicaraan mereka.


"Mas!" ucap Cira kesal. "Mulai, deh!" ucap Cira ketika melihat Rey yang kembali manja.


"Yang, aku pengen nasi kotak, deh. Yang isiannya ada ikan teri nya" ucap Rey membuat Cira melongo akan permintaan Rey.


Rey membayangkan nasi kotak isi ikan teri membuatnya ngiler. "Beli dimana, mas?" tanya Cira yang di bales dengan gelengan oleh Rey.


"Suruh Indah aja yang beli, yang!" ucap Rey membuat Cira melongo dan pasrah. Kalau Rey sudah mengeluarkan Poppy eyes nya.


Para pelanggan dan pegawai iri melihat tingkah mereka yang lucu. Hanya satu meja saja yang panas melihat tingkah mereka.


Mereka, Cira dan Rey berjalan menuju tempat dimana pegawai itu berada dalam mencari sosok yang bernama Indah.

__ADS_1


"Indah tolong kamu beliin nasi kotak dengan isian ikan teri ya!" ucap Cira ketika melihat Indah sedang duduk di meja kasir.


"Baik, Bu. Berapa?" tanya Indah.


"Kamu beli 2 yang nasi kotak isian ikan teri. Dan belikan juga untuk kamu dan yang lainnya. Masalah ongkos jalan tenang, ibu kasih. Minta di antar sama si Asep pakai mobil ibu aja, ya." ucap Cira panjang membuat Indah dan temannya tersenyum lebar. Ketika mendapatkan nasi kotak.


"Terima kasih banyak, Bu" ucap nya mengambil uang yang diberikan oleh Cira.


"Cia, kemana, mas?" tanya Cira ketika tidak melihat anak itu mengekor pada Rey.


"Lagi main di atas. Mungkin saja sekarang sudah tidur" ucap Rey. Duduk di samping kursi kasir.


"Rey?. Boleh bicara?" ucap Wanita yang bernama Rena. Menghampiri Cira dan Rey.


"Tidak!" ucap Rey ketus dan menatap Rena dengan tatapan marah dan kesal.


Cira yang mendengarnya pun hanya bisa menghela nafas saja "Sana, siapa tau mau balikan" ucap Cira dengan berbisik kepada Rey.


Rena yang melihat nya kesal dan mengepalkan tangannya erat.


"Idih,,ogah banget" ucap Rey kesal lalu keluar dari bilik kasir. Langsung duduk di meja depan.


Melihat hal tersebut Rena pun mengikutinya dan duduk di kursi depan Rey yang sedang bersidekap dada dengan angkuhnya.


"Bicara!" ucap Rey tak suka.


"Kamu berubah, Rey" ucapnya dengan nada sedih. Membuat Rey mendengus kesal.


"Tidak. Emangnya aku Ultraman" ucap Rey ketus


Cira datang membawakan kue dan jus untuk mereka. "Ini dimakan dan diminum biar lebih santai" ucap Cira meletakan kue dan jus tersebut.


Ketika Cira ingin pergi dengan cepat Rey menahannya "Temani aku disini, yang" ucap Rey.


Sementara Rena sangat marah bahkan sampai meremas roknya sampai lecek. Sedangkan Cira hanya bisa menuruti keinginan suaminya. Lagi pula di larang juga kalau berduaan. Walau di tempat ramai pun.


"Baiklah" ucap Cira kemudian menyerahkan nampan kepada pegawainya.


"Rey, tidak bisa kah. Kita berbicara berdua saja. Aku merasa tidak nyaman, Rey" ucap Rena menatap sinis kearah Cira.


"Cepat lah. Aku sudah lapar. Dan ingat ini baik-baik. Dia adalah istri ku, masa depanku. Dan kamu adalah masa lalu ku. Jadi masalah kita di masa lalu lupakan saja. Karena itu tidak akan berpengaruh terhadap masa depan dan masa sekarang." ucap Rey tegas. Sembari menggemgam tangan Cira.


Cira yang mendengar nya terpana akan ucapan Rey. Membuat nya malu. Sedangkan wanita itu memerah akibat menahan amarahnya.


"Aku bisa jadi istri yang kedua, Rey." ucap Rena tidak tau malu.

__ADS_1


__ADS_2