
Siang hari mendera warga Bumi. Dengan penuh semangat Chan keluar dari kantornya dan kesekolah Cia. Untuk menjemput puja hati karena akan makan siang.
"Pak Chan wajahnya secerah siang hari" goda pak satpam yang melihat wajah Chan yang tersenyum senang.
"Mau makan siang sama calon istri, pak" ucap Chan dengan memasuki mobil. Membuat pak satpam itu terkejut.
"Pak Chan, jangan lupa kenalkan kepada saya!!" teriak satpam itu. Membuat Chan memberikan tanda ok dengan tangannya.
Beberapa menit kemudian Chan sampai didepan gerbang sekolah. Chan mengurungkan niatnya untuk turun. Karena takut ketahuan oleh Cia. Akhirnya Chan mengirimkan pesan kepada Fiola.
-Aku sudah didepan💜- Tulis Chan yang hanya dibaca oleh Fiola.
Namun, setelahnya terlihat Fiola datang dengan raut wajah kesalnya, justru Chan yang tersenyum senang. "Kita mau kemana?" tanya Fiola ketika sudah masuk kedalam mobil.
"Kamu mau makan kemana?"tanya Chan membuat Fiola sedikit berpikir.
"Terserah kamu aja. Lagian aku juga udah bawa bekal" ucap Fiola membuat Chan menatap kotak bekal yang Fiola bawa.
"Aku dibawain juga nggak?" tanya Chan yang mendapat gelengan dari Fiola membuat jiwa Chan mencelos. Gini amat punya calon bini, nggak peka batin Chan.
"Yaudah kita makan di taman aja. Biar dekat juga sama sekolah" ucap Chan lagi yang diangguki Fiola.
Chan menjalankan mobilnya. Dan berhenti disebuah taman yang ada didekat sekolah Fiola. Chan turun dari mobil dan diikuti oleh Fiola.
Mereka berjalan beriringan dan duduk disebuah kursi taman yang menyediakan meja. Fiola meletakkan kotak makannya disana dan mulai membukanya.
Chan hanya memandang gerakan Fiola. Tak ada gerakan dari Fiola yang merasa terganggu oleh kegiatan Chan yang menatapnya. "Mau aku suapi?" tanya Chan membuat Fiola memandang nya dengan mengerjitkan dahinya.
"Kamu nggak pesan makan?" tanya Fiola membuat Chan menggelengkan kepalanya.
Fiola menarik nafasnya kemudian memberikan suapan nasi untuk Chan membuatkan mengangkat alisnya bertanya.
"Makan" ucap Fiola membuat Chan membuka mulutnya dan memakan makanan suapan dari Fiola. Hati Chan berdesir mendapatkan perlakuan manis dari Fiola.
Namun, belum sempat menelan makanannya. Teriakan seseorang membuat Chan menyemburkan. "AYAH CHAN!!!" teriak seseorang membuat mereka Chan dan Fiola menoleh kebelakang.
"Ayah Chan jahat!!" teriak orang itu berjengking pinggang dengan mata melotot.
Pantas saja punggungnya merasa dingin sejak duduk di taman. Ternyata makhluk kecil sedang menatapnya tajam.
"Ayah Chan berbohong!!!" teriaknya lagi lalu berlari menghampiri mereka dan ketika sudah sampai didepan Chan anak itu langsung memukul Chan secara brutal.
Melihat itu membuat Chan tertawa dan mengaduh karena pukulan-pukulan kecil dari anak itu. Sedangkan Fiola menatapnya penuh kebingungan.
"Cia kamu bolos sekolah, ya?" ucapan itu membuat Cia menghentikan pukulannya dan menatap orang yang memanggilnya.
Benar, anak kecil itu adalah Cia. Yang entah bagaimana dia bisa tau tempat ini. Padahal Chan sudah melihat sekeliling tadi tidak ada siapa-siapa.
__ADS_1
"Cia tadi izin, Bu guru cantik. Karena Cia lagi kesal dengan Om Chan. Dan ibu guru jangan mau sama Om Chan. Dia mau nikah dengan seseorang" ucap Cia yang duduk diantara mereka. Agar mereka tidak dekat-dekat.
Karena misi Cia sekarang adalah menjauhkan gurunya itu pada Om Chan nya. Mendengar itu membuat Fiola menghela nafas karena tingkah Cia yang bar-bar.
"Pokoknya Cia nggak mau lagi kalian dekat" ucap Cia yang menatap tajam Chan dan Fiola.
"Ish,,,,kan kamu sendiri yang mau om Chan nikah sama ibu guru cantik" goda Chan membuat Cia menatap Chan sinis dan mendapatkan gelengan kaku tegas dari Cia.
Chan mengangkat tubuh Cia agar duduk di pangkuan nya. Membuat Cia memberontak ingin turun. "Tapi sekarang ibu gurunya punya om Chan" ucap Chan membuat Cia marah.
Chan sangat suka menggoda Cia. Hingga membuatnya ingin menangis. Melihat itu membuat Chan tersenyum manis. "Pokoknya Cia nggak mau." ucap Cia dengan suara rendah menahan tangisnya.
Melihat itu membuat Fiola kasihan. "Cia,,maksud Cia, apa?. Jadi kemarin kamu ngasih cincin ke ibu itu. Karena mau ngelamarin om Chan untuk ibu?" tanya Fiola yang mendapatkan anggukan dari Cia.
"Terima kasih, sayang. Besok om beliin kamu boneka ikan hiu, ya?" sogok Chan yang justru mendapat anggukan senang oleh Cia. Dan melupakan marahnya.
Namun, karena merasa sudah masuk dalam jebakan Chan dengan cepat Cia. Menolaknya. "Cia nggak mau!" ucap Cia membuat Chan terkekeh.
"Sudah-sudah makanannya keburu basi dan jam istirahat nya keburu habis" ucap Fiola membuat mereka berdua membuka mulutnya. Melihat itu membuat Fiola tersentak.
"Eh,,??" ucap Fiola. Namun, tetap menyuapi mereka berdua.
"Kita pesan makanan aja. Kalau ini untuk bertiga akan kurang" ucap Chan dan langsung memesan makanan lewat ponselnya.
Sebelum makanannya habis, seorang kurir makanan datang membawakan pesanan makanan Chan. Dan mereka makan bersama bahkan ibu-ibu yang melewati mereka tersenyum melihat keharmonisan mereka.
Chan masih belum memberitahukan Cia mengenai pernikahannya dengan Fiola kepada Cia. Biarkan anak itu berpikir semaunya.
"Cia tetap nggak mau" ucap Cia dengan tegas membuat Chan mencubit pipinya. "Kata Daddy, Om Chan itu jelek" ucap Cia yang langsung dihadiahi kekehan oleh Fiola.
"Om ganteng kok. Daddy mu baru jelek" ucap Chan membuat Cia bersidekap dada didepannya.
"Ayo,,kita pulang. Jam istirahat sudah selesai. Cia harus belajar. Dan kamu harus bekerja" ucap Fiola yang sudah membersihkan sisa makanan mereka.
Chan menurunkan Cia dan mengambil sampah makanan mereka ditangan Fiola untuk dibuang ke tong sampah. "Biar aku aja yang buang, sampahnya" ucap Chan yang langsung diberikan sampahnya oleh Fiola.
Fiola mengandeng tangan Cia. Agar anak itu tidak lari. Chan yang melihat mereka sangat-sangat senang. "Ini kah rasanya keluarga kecil." gumam Chan.
Mereka sudah masuk kedalam mobil. Namun, ada yang ganjal karena saat ini Fiola duduk dibelakang bersama Cia. "Kenapa dibelakang. Didepan aja duduknya, Fi" ucap Chan.
"No,,kalian nggak boleh berduaan nanti ada setannya." ucap Cia yang masih menampilkan wajah marahnya kepada Chan. Padahal tadi mereka baik-baik saja ketika makan ditaman.
"Iya, kamu setannya" gumam Chan yang melakukan mobilnya.
Fiola dan Cia tertawa bahagia namun tidak dengan Chan yang justru seperti sopir pribadi para nyonya nya.
Namun, Chan sangat senang hari ini karena ada kemajuan dari hubungan mereka. Ini adalah cara Chan berdekatan dengan Fiola agar nanti tidak canggung atau setidaknya mereka saling kenal satu sama lain.
__ADS_1
Chan terus saja mengucapkan kata syukur karena selepas ditinggalkan nikah oleh mantannya yang berpacaran lama bahkan sampai tunangan. Namun, malah terhianati oleh adanya perselingkuhan. Chan percaya dan berharap untuk kedepannya semua akan berjalan dengan baik. Walau nantinya pasti ada saja bumbu didalamnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...HAI....GYUS.....AKU BIKIN KELUARGA BARU YAITU MR. ICE CREAM....
...JANGAN LUPA NANTI RAMAIKAN KELUARGA MR. ICE CREAM, YA.......
...CARANYA KLIK AJA PROFILKU. NAH,,,NANTI MUNCUL DEH......
...SAMPAI BERTEMU DI KELUARGA BARU....
...Salam manis...
...🕊️...
...Melvin Creamyo dan Elsa Frozena...
__ADS_1