
Setelah acara pergulatan panas mereka. Kini mereka sedang tertidur dengan lelap. Karena kelelahan dan ditambah dengan langit yang masih hujan semakin membuat mereka nyenyak dalam tidurnya.
Mereka tertidur dengan saling memeluk. Dengan tubuh yang polos, sehingga mereka berpelukan untuk memberikan kehangatan walau sudah berada di bawah selimut yang tebal.
Mereka tidak tau pada pukul berapa menyudahi kegiatan bersuami istri itu. Hingga kelelahan membawa mereka pada tidur yang lelap.
Perut yang berbunyi membangunkan salah satu dari mereka. "Jam berapa, ini?" tanyanya dengan mengusap matanya kemudian merasakan tangannya yang kebas akibat tertimpa sesuatu.
Matanya menatap pada seseorang yang memeluk nya dengan erat. Hingga membuat ingatan setiap kejadian penyatuan mereka berputar dengan sangat indah. "Terima kasih, sayang" ucapnya dengan mencium pucuk kepala sang istri.
Chan melupakan rasa hausnya. Dan kembali memeluk sang istri yang masih terlelap. Mungkin karena kelelahan. Namun, karena terusik dengan dekapan erat sang suami membuatnya sedikit terganggu. "Pelan-pelan, mas" gumamnya dengan mata terpejam.
Mendengar itu membuat Chan terkekeh pelan, takut membangun sang istri "Mimpi apa kamu, Fi" ucapnya terkekeh dan menciumi pucuk kepala sang istri.
"Mas,,,sakit" ngigo nya lagi dengan wajah yang meringis sakit. Chan tidak kuasa menahan tawanya.
"Kamu ini nakal banget sih,,,," ucap Chan yang menjawil hidung sang istri membuat nya terbangun.
"Ish,,,mas, aku nggak bisa nafas" ucap Fiola yang baru membuka matanya dan menangkis tangan Chan yang berada di hidungnya.
"Kamu tadi mimpi apa?. Sampai bilang, mas pelan-pelan. Mas sakit" ucap Chan yang meniru suara Fiola tadi.
Fiola tersentak "Eh,,, kapan aku bilang gitu. Nggak ada, ya mas." bantah Fiola yang hendak bergerak. Namun, baru mau membalikkan tubuhnya. "Aww" ringis Fiola yang merasakan nyeri di bagian bawahnya.
"Apanya yang sakit, yang?" tanya Chan membuat Fiola mengintip tubuhnya di balik selimut.
"Astaghfirullah" ucap Fiola ketika melihat bahwa dirinya tidak memakai apapun. Kemudian dia memandang suaminya seolah bertanya.
"Kenapa?. Apakah masih sakit?" tanya Chan yang wajahnya sudah khawatir. Kemudian Fiola menggeleng.
Jadi yang tadi itu bukan mimpi?. Gue beneran melalukan hal itu dengan dia. Akh,,,,,perih, banget rasanya sekarang. Tapi saat itu terasa enak. Mengapa sekarang sakit dan perih pikiran Fiola.
__ADS_1
Melihat istrinya yang melamun membuat Chan meniup wajah sang istri "Kamu mikirin apa, sampai wajahnya memerah begitu?" tanya Chan dengan alis yang sudah di naik turunkan. Menggoda Fiola.
"Aw,," ringis Fiola kembali ketika Chan membawa tubuhnya terlentang.
Kini Chan sudah berada di atas tubuh Fiola "Kamu mikirin apa?" tanya Chan lagi membuat Fiola menggelengkan kepalanya "Kamu sudah ingat tadi kita ngapain aja?" tanya Chan membuat wajah Fiola Semerah tomat. "Mau aku ingatkan lagi?" ucap Chan yang sudah mendekat kan wajahnya di wajah Fiola.
Fiola tidak menolak akan apa yang dilakukan oleh Chan kepada dirinya. Dia memang ingin memberikan segalanya kepada suaminya yang memang sudah menjadi hak nya.
"Boleh?" tanya Chan membuat Fiola tersenyum dan mengangguk.
Mereka kembali melakukannya lagi. Entah hari ini masih pagi atau sudah siang mereka pun tidak tau, karena kondisi kamar mereka yang tertutup bahkan sinar matahari tidak bisa menganggu aktivitas mereka.
Bersama dalam satu ruang mereka saling memuji dan Mende*sah dalam satu rasa. Rencana mereka untuk memulai sesuatu yang serius sudah terwujud. Hingga beberapa kali mereka saling melengkapi kebersamaan mereka.
"Terima kasih, sayang i love you" ucap Chan yang terengah-engah mengatur nafasnya.
Sementara sang istri yang masih dibawahnya pun sedang mengatur nafasnya dan mengangguk. "Semoga cepat jadi, ya, Fi. Aku nggak sabar liat Fiola junior" ucap Chan mengusap perut Fiola dan mencium nya.
"Apakah masih sakit, Fi?" tanya Chan membuat Fiola menggeleng malu. "Kita mandi dulu, yuk?" ajak Chan yang membuat Fiola kembali menggelengkan kepalanya.
"Males, mandinya kamu aja duluan, mas" tolak Fiola yang membuat Chan mengangguk.
"Memangnya bisa mandinya?. Nanti salah, lho...Sini kita mandi bareng. Aku nggak akan minta lebih. Aku tau kamu capek dan yang disana pasti masih sakit dan perih" ucap Chan membuat Fiola memalingkan wajahnya karena sangat malu. Dan hal itu membuat Chan terkikik.
Chan membuka selimut yang menutupi tubuh mereka "Eh,,,jangan di buka" ucap Fiola dengan memegang erat selimutnya.
"Enggak papa, lagian kita juga sama-sama naked. Jadi adil kan. Kamu malu aku pun juga malu" ucap Chan santai turun dari ranjang.
Dan dengan terkejutnya dan tanpa sengaja Fiola menatap tubuh Chan yang berdiri di depannya. Kemudian memalingkan wajahnya kearah lain.
Chan tau Fiola mengamati tubuhnya dan itu membuat Chan tersenyum geli melihat tingkah sang istri "Kamu udah ngerasain, lhoo,,fi. Bahkan kamu sudah pegang dia" goda Chan yang membuat Fiola menggeleng.
__ADS_1
"Tapi aku malu liatnya." cicit Fiola membuat Chan tertawa dan membawa tubuh Fiola masuk kedalam kamar mandi.
Mereka melakukan mandi besar bersama. Dan kini mereka tengah sarapan atau lebih tepatnya makan sore. Karena ternyata hari sudah sore. Dan mereka tadi juga sudah menunaikan kewajiban nya.
"Kamu yakin sekarang mau kerumahnya Gea?. Badan kamu pasti lelah. Kita besok aja kesana nya, ya. Sekarang istirahat aja." ucap Chan karena tadi Gea menghubungi Fiola untuk mengajak mereka bermain kerumahnya.
Mengingat Fiola yang berjalan tertatih membuat Chan mengurungkan niatnya untuk mampir ke rumah Gea. "Mas,,,juga sudah kasih tau, Gea kalau kita tidak jadi kesana." ucap Chan membuat Fiola mengangguk.
Lagian dirinya juga tidak ingin pergi kemana-mana dengan kondisi tubuh yang sudah sangat lelah. "Iya, mas" ucap Fiola yang makan dengan lahap.
Mereka makan dengan lahap karena sudah sangat lapar ditambah energi mereka yang sudah terkuras. "Mas,,,bisa minta tolong nggak?. Ambilkan ponselku?" tanya Fiola yang diangguki oleh Chan.
Kemudian mengambil kan ponsel milik sang istri "Mama nelpon, mas. Pasti beliau khawatir" ucap Fiola ketika membuka ponselnya yang terlihat dengan banyaknya panggilan dari sang mertua.
"Telepon balik aja, yang" ucap Chan yang langsung diiyakan oleh Fiola.
Hingga beberapa menit akhirnya sambungan terjawab. Dan terlihat wajah sang mertua yang marah. "Fiola,,,kamu baik-baik saja kan, sayang?" tanya mama mertuanya yang menatap wajah menantunya.
"Kita baik-baik saja, ma. Diluar lagi hujan. Jadi kita di hotel aja seharian" keluh Fiola membuat mamanya terlihat mengangguk.
"Ma,,,kita honeymoon nya sebulan aja, ya?" ucap Chan yang bersender di bahu sang istri menatap mamanya.
"Enak aja. Itu aja seminggu udah mama usahain. Habis pulang dari honeymoon. Kamu ngurus perusahaan papa" ucap mamanya yang langsung diangguki oleh Chan.
Memang sudah menjadi kesepakatan mereka ketika Chan sudah menikah maka Chan akan berhenti menjadi asisten nya Rey. Dan kembali mengurus perusahaan sang papa.
"Udah,,ya ma?. Kita mau buat baby, dulu" ucap Chan yang mengambil ponsel ditangan Fiola kemudian mematikan sambungan ponselnya.
"Ish,,,kok dimatiin. Aku belum ngobrol sama mama" protes Fiola.
"Kita buatkan mereka cucu, saja dulu. Kan masih bisa besok ngobrolnya" ucap Chan yang sudah membungkam mulut istrinya itu dengan bibirnya.
__ADS_1
Hingga mereka melakukannya lagi, untuk kesekian kalinya. Suasana diluar yang sedang hujan benar-benar dimanfaatkan mereka untuk hal yang berfaedah dan menghangatkan tubuh mereka. Hari ini gemuruh hujan menjadi saksi bisu dari pergulatan panas pasangan baru menikah itu.