Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
SAH


__ADS_3

Setelah kejadian yang tidak terduga tersebut. Cira memilih mengurung dirinya di dalam kamar hotel yang dipesan oleh orang tua nya.


"Cira, makan sayang" ucap Mamanya yang berada dibalik pintu kamar Cira.


Cira yang merasa sangat sedih akan nasib pun urung membuka pintu kamarnya. ia memilih menelusup kan wajahnya diantara bantal. Pikiran melayang mencoba mengingat apa yang terjadi kemarin.


Ayo dong, muncullah ingatan batin Cira seolah memanggil ingatannya. Namun, itu hanya sia-sia saja karena ingat yang di mimpikan tak kunjung datang menghampiri.


"Cira??!!" ucap Mamanya lagi.


"Sudah, Ma. Biarkan saja Cira beristirahat karena nanti adalah pernikahannya" samar-samar Cira mendengar suara Papanya.


Pernikahan macam apa yang kalian inginkan? menjual anak ke jurang penuh masalah. Tega. batin Cira yang mulai kesal akibat tindakan orang tuanya yang main asal menyuruhnya menikah saja.


"Awas saja kalian berdua aku akan balas nanti" ucap Cira penuh semangat. "Jalani saja, Cira. Karena kamu tidak bakalan sendiri. Ingat masih ada Cia bersama mu, nanti disana"ucap Cira menyemangati diri.


Hari ini. Tepat pukul setengah Sepuluh. Cira sudah berpakaian rapi dan cantik. Cira memakai baju dari Mamanya Rey. Dan untungnya baju itu pas ditubuhnya bahkan tidak perlu melakukan perbaikan apapun.


Suara deru mobil samar-samar terdengar. Membuat Cira semakin deg-degan.


Brak....


Suara pintu di paksa terbuka membuat Cira yang duduk di sofa kamarnya mengalihkan pandangannya menuju suara tersebut.


"Tante!!! Om Rey udah datang!!!" teriak Riski. Keponakannya, yang sudah ngos-ngosan karena berlari. Cira yang mendengarnya semakin pucat pasi karena grogi.


"Kamu ini, jangan teriak kayak gitu. Kasian tante mu, makin grogi aja kan dia" ucap Mama Riski yaitu kakak ipar Cira. Datang dengan membawa minuman.


"Nih, minum dulu biar nggak tegang dan grogi" ucapnya dengan menyodorkan air putih kepada Cira.


"Takut nanti mau kencing, kalau minum air" ucap Cira membuat Kakak iparnya terkekeh.


"Iya juga. Tenang saja. Serahkan semuanya pada Tuhan" ucapnya menenangkan Cira. Yang diangguki oleh Cira.


"Tante,,cantik deh" puji Riski membuat Cira tersenyum. Karena sudah berapa kali ia mengucapkan kata cantik pada Cira.


Riski memang sejak Cira dirias ia sudah menemani Cira dengan banyaknya pertanyaan yang tidak normal yang ia lontarkan kepada perias seperti 'Paman kok pakai rok?' dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan.


"Kamu udah dari tadi bilang, Tante cantik, Iki. Pasti ada mau nya kamu ya?" Tanya Mamanya membuat Riski hanya menampilkan deretan gigi susu nya.


"Iki mau baju robot, Tan."ucapnya membuat Mamanya membelalakkan matanya. Dan Cira hanya tersenyum melihat tingkah ponakannya itu. "Tapi Iki minta sama Om Rey. Jadi karena Tante Cira nikahnya sama Om Rey jadi sebagai gantinya Om Rey harus belikan Iki baju robot" jelasnya lagi membuat Mama tertegun akan pikiran anaknya.


Sementara Cira merasa dihancurkan harga dirinya. Karena seolah ia di tukar oleh keponakannya hanya dengan baju robot.


Nih, bocah. Tantenya ditukar dengan harga baju robot. Murah banget. Minta mobil, rumah, pulau, kek. Lha ini cuma baju robot yang harganya cuma 700 ribu. Punya ponakan terlalu pandai jadi gini, deh. Batin Cira hanya pasrah pada apa yang ponakannya inginkan.


"Baju robot? kamu mau nukar Tante mu dengan baju robot?" tanya Mamanya lagi memastikan.


Riski hanya tersenyum penuh kegembiraan "Iya, Ma. Soalnya Iki minta sama Tante Cira nggak mau di beliin!" terangnya membuat. Mamanya hanya menepuk jidatnya. Sementara Cira sudah tersenyum karena. Memang ia tak pernah mau membelikan baju robot untuk nya karena kalau diajak ke Mall akan lain yang dibeli dan nantinya pasti lama di Mall jadi Cira paling males kalau ke Mall.

__ADS_1


"Udah deh, jangan ganggu tante mu. Kamu pergi gih, sana main" usir Mamanya membuat Iki mencabik kan bibirnya. Lalu pergi meninggalkan Mamanya dan tantenya.


"Hai eperibadi!!!" teriak seseorang dengan membuka pintu keras. Membuat Cira dan Nuri terkejut. "Widih,,Nyonya Reyodra Aditama. Cantik sekali" puji nya. Lalu menghampiri Cira.


"Bikin kaget aja" ucap Cira dan Nuri berbarengan.


"Cielah, nanti malam pertama lho" ucapnya histeris dan semangat. Seolah dia lah yang akan malam pertama.


Malam pertama? malam neraka baru ada batin Cira


"Malam pertama, otakmu!"ucap Cira pada Sahabatnya. Wati.


"Kak Nuri, Malam pertamanya gimana, enak?. Aduh jadi pengen" ucapnya lagi membuat mereka yang mendengarnya malu.


Lha,,,dia malah pengen. Nggak tau apa katanya berci*nta itu sangat sakit batin Cira


"Nikah dulu, baru kamu tau rasanya, Wat" ucap Nuri membuat wajah Wati menjadi menampilkan bintang-bintang keluar.


"Lo masih kecil, jangan pikiran yang aneh-aneh dulu" ucap Cira membuat Wati mencabikan bibirnya.


"Iya-iya, yang udah nikah mah beda" ucap Wati. Membuat mereka tersenyum.


"Cira, Lo tau nggak. Dibawah Rey, GANTENG banget!!!" ucapnya dengan menekan kata ganteng. Cira hanya memutar bola mata nya malas mendengar ucapan Wati.


"Cielah gaya Lo, sok nolak. Nanti juga Lo duluan yang buka baju" ucap Wati mendapatkan toyoran dari Cira.


"Tunggu pembalasan gue habis ini" ucap Cira. Wati hanya mengedipkan bahunya saja.


Baru Wati mau berbicara suara seseorang membuat mereka bungkam untuk mendengarkan lantunan akad yang lantang dan tegas. Tanpa dirasa Cira meneteskan air matanya ketika kata 'SAH' dilantunkan.


Gue bukan anak gadis lagi batin Cira menangis


"Selamat Cira" ucap Nuri dan Wati dengan memeluk Cira.


Cira tak mampu berkata-kata lagi, ia merasa ini begitu cepat. Baru tadi ia tertawa bersama keluarga dan sahabatnya dan kini ia sudah milik orang lain.


"Ayo" ajak Nuri dan Wati.


Mereka turun dengan Cira berada di tengah mereka. Semua orang melihat kearah Nuri, Cira dan Wati dengan pandangan sulit dimengerti.


Nih,,orang mandangin gue sampai segitunya. bikin gue grogi aja, deh. batin Cira.


Cira menatap sekeliling dan pandangannya terjatuh pada pria yang kini menjadi suaminya sejak dari beberapa menit lalu. Ya Tuhan, bagaimana ini. batin Cira ketika pandangannya bertemu dengan Rey.


Cantik batin Rey ketika melihat Cira


Setelah melewati berbagai ritual adat. Cira dan Rey sudah berdiri menyambut para tamu yaitu sanak saudara yang mereka undang dan berfoto ria sebagai kenangan.


"Daddy!!!" teriak Cia berlari kearah pelaminan

__ADS_1


Rey yang melihatnya langsung merentangkan tangannya. Namun, naas yang dipeluk Cia bukan dirinya melainkan Cira. Membuat para sanak saudara yang melihatnya tertawa.


"Cih,,yang dipanggil Daddy tapi yang di peluk Mommy nya" gumam Rey kesal lalu memilih duduk di kursi yang di sediakan.


Walau sederhana, namun pernikahan ini sangat lengkap layaknya pernikahan megah para selebriti.


Cira yang mendengar gumaman Rey hanya tersenyum. "Daddy nya tidak di peluk?" tanya Cira pada Cia yang membuat Cia hanya menampilkan deretan gigi nya.


"Lupa sama Daddy. Maaf ya Dad" ucap Cia yang memeluk Rey.


"Lain kali kalau mau meluk Mommy jangan panggil Daddy ya, langsung aja panggil Mommy. Kamu PHP in Daddy" ucap Rey di sela pelukannya.


"Hehehe Khilaf Dad" ucap Cia membuat yang melihatnya tertawa.


Cia ikut berdiri diantara Rey dan Cira ketika para tamu menyalaminya.


"Selamat ya sayang" ucap Oma memeluk Rey yang ditanggapi hanya dengan deheman. Karena ia masih marah dengan Omanya ini. dan Rey memiliki feeling pasti ini ulah Omanya.


"Aduh...cucunya Oma!!. Cantik banget"ucap Oma dengan mencium Cira "Jangan lupa minum jamu yang Oma berikan kemarin" bisiknya tepat di telinga Cira.


Cira yang mendengar nya mengejutkan dahinya bingung "Jamu? jamu apa?" ucap Cira pelan.


"Kalau gitu nanti, Oma akan kasih lagi ya" ucap Oma lalu turun dari pelaminan.


"Buat Lo nanti malam. Ingat di pakai ya" ucap Aan dengan menyerahkan sebungkus balon pelindung. Rey yang tau akal-akalan temannya ini hanya menatapnya tajam.


"Kakak ipar gue. Akhirnya sudah sah menjadi kakak ipar gue. Nanti malam jangan lupa minum vitamin ya kakak ipar" ucap Aan dengan menyalami Cira dan memeluknya.


Cira hanya tersenyum saja menanggapi ucapan yang dilontarkan oleh Aan. TemanRey yang saat itu bertemu dengan mereka di kolam renang.


"Selamat... Pak Bos!. Jagain putri kami ya. Kalau mau nikmat-nikmat jangan lupa pelan-pelan biar kerasa enaknya"ucap Andal layaknya seorang ayah. Padahal Papanya Cira biasa aja.


Rey dan Cira yang mendengarnya merasa malu. Akibat ucapan Andal tersebut. Kalau urusan ranjang biarkan mereka aja yang menentukan durasi dan kecepatan nya serta gaya yang dipakai.


"Bro...ada Cia disini!!" tegas Cira dengan menatap tajam kearah Andal.


"Aduh,,,Bu Bos. Wih,,,udah siapa di bongkar belum nanti malam?" ucap Andal membuat Cira menoyornya membuat Andal hanya menyengir saja.


"Cepetan Napa, lelet amat sih Lo!!"tegas Wati yang menunggu Andal selesai berbicara dengan Cira.


"Sabar dong sayang!" goda Andal pada Wati yang langsung mendapatkan cubitan di lengannya. Mereka semua yang melihat interaksi mereka hanya tersenyum saja.


"Om Wagar. Anaknya buat saya ya" ucap Andal kepada Ayah Wati yang sedang memperhatikan tingkah mereka. Ayah Wati hanya menunjukan ibu jarinya kepada Andal. Membuat Wati mengerucut kan bibirnya.


"Tuh,,udah dikasih lampu hijau. Kapan mau nyusul?" ucap Cira pada Wati dan Andal.


"Idih,,,ogah gue kawin sama Kadal comberan kayak dia" ucap Wati dengan memutar bola matanya malas.


"Idih,,,kawin kata Lo?. Nikah neng. Baru kawin. Tapi kalau neng mau kawin dulu, ayok lah, kita ke kamar sekarang" goda Andal dengan menyenggol-nyenggol bahu Wati. Rey dan Cira yang melihatnya tertawa.

__ADS_1


Cia sudah kabur bersama Omanya. Karena merasa lapar. Ingin mencoba makanan yang sudah tersaji.


__ADS_2