Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
S2 #35


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan berlangsung, Chan dan Fiola dibuat kewalahan dengan banyaknya tamu yang hadir. Bahkan mereka pun ada yang tidak dikenal oleh Chan atau pun Fiola. Namun, orang tua mereka tau setiap tamu yang hadir membuat Chan dan Fiola hanya tersenyum ketika menyalaminya dan memberikan selamat.


"Selamat pengantin baru. Jangan lupa susul kita,ya?" ucap Bejamin yang mengusap perut sang istri membuat Chan mendengus kesal.


"Ayo,,,Salim dulu dengan Om Chan nya" ucap Rey kepada Cia yang berjalan menaiki panggung dengan tangan bersidekap dada dan mulutnya yang cemberut. Namun, Cia tetap mengikuti perintah Daddy nya.


"Nanti malam, Cia. Ingin tidur bersama om Chan dan ibu guru!" ucap Cia membuat mereka yang mendengar ucapan Cia tertawa.


Sementara sang mempelai terkekeh "Kalau gitu rumah boneka nggak jadi, ya?" ucap Chan membuat Cia menggeleng.


"No,,,ini adalah hukuman, dari Cia buat Bu guru. Karena mau menikah dengan Om Chan" ucap Cia membuat Fiola tersentak.


"Dy,,,,Dy....au,,,,,au,,,au"oceh Gio yang ada di dekapan Rey yang tangan dan kaki sudah bergerak dengan semangat menunjuk kearah kue pernikahan.


"Ih,,,,jangan tendang-tendang. Kena kepala kakak Cia" sebal Cia karena adiknya itu terlalu semangat sampai kakinya yang bergerak-gerak mengenai kepalanya.


Sementara Gio tidak perduli dan semakin menggerakkan kakinya. Untuk mengajak Papanya melihat kue tersebut.


"Iya,,,sabar. Ini ucapin selamat dulu, sama om Chan nya sayang" ucap Rey membujuk sang anak "Ayo,,,Cia geser, sekarang giliran nya Gio" perintah Rey membuat Cia bergeser dan menuruni panggung.


"Selamat ya, semoga lo bisa saingi gue" ucap Rey dengan menatap Gio.

__ADS_1


"Gue,,,mah. Nggak bisa menang dari lo. Kalau Fiola hamil kembar 4 baru bisa menikung lo. Noh,,,, Bajaj aja ajak balapan" ucap Chan yang mengerti maksud Rey. Kemudian mereka terkekeh bersama. Karena ingat tingkah Bejamin dan sang istri yang dimana Bejamin ingin anak sebanyak 5 sementara sang istri ngotot ingin dua anak. Dan justru hal itu menjadi perdebatan mereka.


"Bajaj mah,,,istrinya ikut program pemerintah. Kalau kita maunya sih,,,tim sepak bola, ya nggak, sayang" ucap Rey menatap kemudian Cia dengan mengedipkan sebelah matanya.


Sedangkan Cira melihat itu dengan muka seolah berbicara. Apa sih?. "Selamat ya, akhirnya jadi juga sama Chanyeol kw. " ucap Cira membuat mereka tertawa.


"Aduh,,,Jeo makin ganteng aja, deh. Gio mah,,,kalah sama Jeo yang ganteng ini, ya" ucap Fiola sembari menjawil pipi Jeo yang tembam. Anak itu tidak menampilkan ekspresi apapun hanya menatap Fiola saja. "Wah,,,nanti Jeo jadi esboy. Sedangkan kakaknya Gio bakalan jadi pakboy" ucap Fiola membuat mereka kembali tertawa.


"Iya,,,,ini mereka dalam satu kandang. Tapi sifatnya berbeda sekali. Yang satu jahil, eh,,,yang satunya pendiem. Tapi kalau ribut mereka nggak mau ngalah" ucap Cira membuat Fiola mengangguk dan tersenyum. "Yaudah,,,kita turun dulu. Nanti dilanjutnya" ucap Cira ketika tidak enak melihat antriannya.


Meninggal panggung pengantin kini keluarga Rey sedang berada di samping kue pengantin. Sejak turun mata Gio selalu mengarah ke kue tersebut. Sedangkan Jeo sangat anteng dengan empengnya. Sementara Cia jangan ditanya anak itu kini sudah kembali berada diatas panggung dan berdiri diantara pengantin baru. Membuat mereka mengira bahwa merek memiliki anak diluar nikah.


"Cia,,,ayo,,sini jangan disitu" ajak sang papa yang malu melihat tingkah anaknya itu. Cia menggelengkan kepalanya. "Kalau gitu ayo,,,kita pulang beli rumah bonekanya" ajak papanya membuat Cia mendongak menatap Chan dan tangannya menengadah keatas, meminta uang kepada Chan.


Chan yang melihat itu menghela nafas, kemudian memanggil sang mama untuk memberikan uang kepada Cia. Cia sangat senang kemudian menarik baju Chan dan Fiola supaya sejajar dengan tubuhnya. Kemudian Cia mencium pipi Chan dan Fiola secara bergantian.


"Misi Cia sudah gagal. Karena om Chan duluan kenal dengan Bu guru. Tapi Cia senang ibu guru nikah dengan Om Chan. Ya,,,walau om Chan nya sedikit ganteng." ucap Cia mengukur kegantengan Chan menggunakan jarinya. "Dan terima kasih untuk hadiahnya. Sekarang Cia nggak akan ganggu kalian lagi. Karena Cia sudah punya rumah boneka" seru Cia dengan semangat membuat Chan dan Fiola mencium masing-masing sebelah pipi Cia yang sedang tertawa senang.


"Terima kasih" bisik Chan selepas kepergian Cia. Mendengar itu membuat Fiola mengangguk. "Terima kasih kembali" bisik Fiola kembali.


Mereka kemudian menyambut para tamu. Hingga pukul sepuluh malam. Dan para tamu untungnya tidak ada yang ngaret sehingga acaranya selesai tepat waktu. Bahkan para sahabat Chan sudah pulang terlebih dahulu karena anak-anak nya yang sudah mengantuk.

__ADS_1


Kini Chan dan Fiola sudah berada didalam kamar. Dengan Fiola yang merebahkan tubuhnya diatas ranjang karena kecapean. Sementara Chan sudah masuk kedalam kamar mandi karena badannya gerah.


Namun, karena terlalu kecapean membuat Fiola tertidur dengan nyenyak. Bahkan Chan yang baru keluar kamar mandi terkejut melihat istrinya yang sudah tepar. "Pasti sangat lelah, ya" ucap Chan sembari mengatur posisi tidur Fiola. Dan melongarkan sedikit gaun yang dipakainya.


Chan ragu-ragu melepaskan gaun Fiola. Karena takut dirinya keblas-blasan yang membuat mereka tidak bisa honeymoon. "Telpon ibu aja, kali ya. Buat ngegantiin bajunya. Tapi nanti di ketawain" monolog Chan yang berperang terhadap dirinya. "Yaudah lepasin sendiri aja."putus Chan yang akhirnya melepaskan gaun Fiola.


"Eh,,,!" ucap Chan ketika tanpa sengaja tangannya menyentuh kulit punggung Fiola. "Ayo,,,Chan. Kuat lagi dikit" ucap Chan yang sedang menenangkan dirinya dari ancaman didepan matanya.


Hingga beberapa menit berlalu Chan sudah melepaskan gaun yang melekat ditubuh istrinya. Kini istrinya hanya menggunakan pakaian dalamnya saja.


Chan yang juga sangat lelah memilih tidur disamping istrinya dan memeluk tubuh istrinya yang sudah tertidur sangat lelap bahkan Chan yang melepaskan bajunya pun tidak membuat nya terusik.


"Dasar kebo" gumam Chan dengan memberikan ciuman di pipi Fiola kemudian kembali memejamkan matanya.


Baru akan terlelap, Chan tersadar jika kartu ATM nya berada ditangan mamanya. "Mama?" ucap Chan bangkit dan mengambil ponselnya untuk menelpon sang mama. Namun, tidak tersambung membuat Chan hanya bisa menghela nafas.


"Ambyar....sudah uangku" ucap Chan berdramatis kemudian memilih menyusul istrinya tidur.


Hari ini sangat lelah sekaligus saat bahagia untuk Chan dan Fiola. Hari dimana mereka terikat akan sebuah perjanjian untuk hidup bersama dalam segala keadaan.


Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi nantinya. Tapi ketahuilah bahwa mereka memliki rasa saling mencintai tanpa perlu adanya pengakuan cukup dari tindakan. Karena tindakan lebih berharga daripada ucapan mulut yang manis.

__ADS_1


__ADS_2