Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
S2 #17


__ADS_3

Melihat cowok yang sekarang sedang berdiri manis dengan senyum bahagia nya menatap Fiola tanpa berkedip. Membuat Chan ingin mencongkel mata dengan sumpit dan mensumpal mulutnya dengan ayam ini.


"Kak Andi?" ucap Fiola senang, membuat Chan merasa kepanasan. "Kakak kok disini?. Kan katanya masih di luar negeri?" tanya Fiola membuat orang yang dipanggil itu senang.


"Cih,,kakak?" nyinyir Chan dengan bergumam.


"Iya sengaja mau buat kejutan untuk kamu. Eh,,malah saya yang dikejutkan" ucap nya sembari matanya melirik kearah Chan dan juga Cia.


Mengetahui maksud dari temannya itu dengan segera Fiola memperkenalkan mereka "Ini Cia siswa aku di sekolah, kak. Dan dia Pak Chan, orang tua dari Cia" terang Fiola membuat Chan semakin kesal.


"Om temennya ibu guru cantik, ya?" tanya Cia membuat laki-laki itu bingung karena panggilannya.


"Cantik?" ucapnya lagi membuat Cia mengangguk.


"Ih,,,kakak lupa ya. Nama aku kan Berfiola Cantika. Jadi, anak-anak didikku pada manggil ibu guru cantik" terang Fiola dengan senang dan bangga.


Sementara itu laki-laki itu sudah mengambil kursi dan ikut duduk bersama mereka. Chan semakin jelas menampilkan wajah tidak sukanya.


"Bener juga, kan kamu memang cantik" godanya membuat Chan berdehem keras.


"Maaf menganggu acara reunian kalian. Tapi bisa itu di lanjut nanti. Kita sedang makan bersama!" tegas Chan dengan memandang rivalnya untuk mendapatkan Fiola dengan mata yang tajam.


Mendengar itu membuat Andi tidak enak dan tatapan tajam mengintimidasi Chan membuat dirinya seolah termakan oleh tatapannya itu. "Sampai bertemu nanti, Ola. Jangan lupa kalau ada waktu luang chat saya, ya. Eh,,,sekalian mau bilang kalau kampus kita dulu ngadain acara reuni, kamu jangan lupa datang ya. Nanti saya kabari tanggalnya" ucap Andi mengakhiri ucapnya dan pamit pergi dengan Chan dan Cia.


"Itu teman Bu guru, ya?" tanya Cia menatap mata Fiola yang mengangguk.


"Itu kakak kelas ibu guru waktu di sekolah" terang Fiola membuat Cia mengangguk.


"Ibu guru suka ya sama dia?" tanya Cia lagi mampu membuat Chan yang memakan es krimnya tersedak sampai wajahnya memerah.


Dengan cepat Fiola duduk disamping Chan mengusap punggung Chan dan menyerahkan air kepada Chan yang masih terbatuk-batuk.


"Pelan-pelan makannya. Cia aja bisa makan pelan-pelan" omel Fiola membuat Chan menatapnya tajam. Sementara Cia yang dipuji gurunya merasa senang. Senang diatas penderitaan Chan.


"Matanya biasa aja. Nanti es krim keluar dari mata" ucap Fiola ketika mendapat tatapan tajam Chan. Cia yang mendengar hal itu tertawa karena diri sering di Katai begitu oleh Mommynya ketika sedang tersedak.

__ADS_1


"Iya, kata mommy kalau tersedak biasanya makan atau minum yang diminum bisa keluar kemana saja." terang Cia semakin membuat Chan menahan rasa tak enak di hidungnya akibat tersedak.


"Udah mendingan?" tanya Fiola membuat Chan mengangguk. Chan dari tadi berusaha menahan diri ketika berada didekat Fiola. Selain hidungnya yang tidak terasa nyaman. Namun, hatinya justru merasa nyaman ketika diperhatikan oleh Fiola.


Chan mengangguk dan Fiola kembali ke tempatnya semula. Mereka akhirnya makan dengan lancar. Dan memilih pulang.


"Kita anterin Cia pulang dulu. Baru aku anterin kamu pulang" ucap Chan yang sedang menyetir mobil membuat mereka berdua yang duduk dibelakang mengangguk.


"Ayah,,,,kita main ke taman, yuk" ajak Cia yang menatap Chan dengan penuh binar.


"Kamu pulang dulu, nanti di marahi sama Daddy" ucap Chan membuat Cia mepoutkan bibirnya kesal.


"Cia kan baru pulang dari sekolah. Seharusnya Cia ganti baju dulu, setelah itu baru boleh main" terang Fiola membuat Cia mengangguk patuh.


Melirik mereka yang sangat akrab membuat Chan senang. Bahkan dia membayangkan jika nanti menikah dan memiliki anak bersama Fiola. Sudah pasti anaknya akan di didik dengan baik.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah Rey. Melihat rumah yang besar dan indah seperti istana membuat Fiola takjub karena biasanya dia hanya melihat rumah seperti itu di dalam dongeng dan google. Namun, saat ini dia melihat bangunan aslinya.


"Ayo...turun?" ajak Chan membuat mereka turun.


"Nanti kita buat seperti ini satu" bisik Chan membuat Fiola menatap Chan dengan penuh tanya.


Namun, sebelum berbicara suara seseorang mengalihkan pandangan mereka. Dan Fiola semakin takjub dengan sosok yang dengan anggun dan cantik menghampiri mereka dengan senyum manisnya.


"Ayo,,masuk dulu" ajak Cira pada mereka. Dan Fiola kembali takjub setelah memasuki rumah istana tersebut.


Jika punya rumah sebesar ini gimana ngebersihin nya. Kalau bareng sekampung baru bisa bersih ini rumah batin Fiola.


"Kamu ibu gurunya Cia, ya?" tanya Cira membuat Fiola yang menatap kesana-kemari dengan cepat menatap Cira dan mengangguk.


Ternyata cantik sekali istrinya Chan batin Fiola merasa minder melihat Cira.


Mereka duduk di sofa ruang tamu, sementara Cia sudah berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian.


"Kalian sudah makan?" tanya Cia membuat Chan mengangguk dan mengambil cemilan diatas meja dan memakannya dengan santai.

__ADS_1


Fiola merasa canggung bersama Cira. Karena dari segi kelas di sangat-sangat dibawah Cira. Dan pertemuan pertamanya juga membuat Fiola merasa sungkan.


"Rey tidak pulang?" tanya Chan membuat Cira menggeleng karena suaminya sedang ada rapat. Apalagi asisten sedang berpacaran, membuat pekerjaan di kantor nya makin banyak.


Siapa Rey? batin Fiola lagi bertengkar dengan pikiran dan hatinya.


"Eh,,,kenalin aku Cira, Mommynya Cia" ucap Cira yang baru ingat tadi tidak memperkenankan dirinya. Mendengar itu membuat Fiola menjadi bingung.


"Eh,,iya saya Fiola ibu gurunya Cia" ucap Fiola dengan gugup menjabat tangan Cira.


Halus banget tangannya batin Fiola ketika merasakan tangan Cira.


"Mommy, si kembar mana?" tanya Cia yang sudah berpakaian menghampiri mereka.


"Dibelakang lagi main sama mbak" ucap Cira membuat Cia berlari mencari adik kembarnya.


"Kalian sejak kapan saling kenal?" tanya Cira membuat Fiola menatap Cira dengan mengerjitkan dahinya sedangkan Chan dengan santai hanya memakan cemilan.


"Baru tadi, bu" ucap Fiola membuat Chan mengerjitkan dahinya.


"Apa-apaan bilangnya baru tadi. Sudah lama, Ra" bantah Chan dengan tegas membuat Fiola menatap Chan tajam. Namun, Chan tidak perduli dengan tatapan yang diberikan oleh Fiola.


Fiola merasa bingung dengan situasinya banyak sekali pertanyaan yang muncul seketika didalam benaknya. Sebenarnya dirinya juga ragu dengan status Chan.


Cira yang mengetahui situasi dengan segera mengalihkan perhatian mereka "Liat si kembar yuk?" ajak Cira pada Fiola.


Fiola merasa bingung bagaimana cara menolak ajakan Cira yang baik hati "Maaf Bu. Tapi sekarang saya tidak bisa berkunjung dengan lama karena dirumah sedang ada acara." ucap Fiola membuat Cira yang tadinya semangat karena akan memiliki teman baru tetapi dia harus kembali sendirian.


"Acara apa?" tanya Chan yang membuat Cira juga ikut menatapnya.


"Acara pertunangan" jawab Fiola dengan cepat membuat Chan membulatkan matanya. Begitupun dengan Cira.


Mendengar itu membuat jiwa Chan kembali panas berbagai pikiran muncul dibenaknya. Apakah Fiola akan bertunangan dengan kakak tingkat nya tadi, atau bertunangan dengan yang lain. Chan tidak bisa membayangkan jika Fiola dinikahi oleh orang lain.


Dengan cepat Chan menarik Fiola keluarkan dari rumah Cira membuat Cira terkejut karena tindakan Chan yang spontan.

__ADS_1


"Fiola, Chan itu bukan suami saya dan juga Cia bukan anaknya. Chan itu masih jomblo!!" teriak Cira dengan keras yang entah didengar oleh Fiola atau nggak. Mengingat Chan yang menyeret Fiola untuk keluar dari rumah dan memaksanya masuk kedalam mobil.


__ADS_2