Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Cia mana, Rey??


__ADS_3

Di ruangan sebelah Cira, Rey dan Cia sedang makan bersama dengan diselingi canda tawa dari Cia. Karena selalu ada saja ulahnya.


"Mommy, dedek nya makan apa?" tanya Cia yang sedang memegang puding ditangannya.


"Apapun yang mommy makan dedek bayinya juga makan. Kan dedek bayinya masih didalam perut" ucap Cira dengan mengusap perutnya yang diikuti oleh Cira.


"Ini dimakan buahnya" ucap Rey yang baru datang membawa buah yang sudah dikupasnya tadi. Dan duduk disamping Cira. Sehingga Cira berada diantara Cia dan Rey.


"Terima kasih, sayang" ucap Cira dengan senyum manis.


"Mommy, kapan dedek bayi nya lahir?" tanya Cia dengan memasukan puding ke mulutnya.


"Dedek bayinya lahir lagi 3 bulan." ucap Cira membuat Cia berbinar.


"Jadi Cia harus tidur berapa lama lagi, Dad?" tanyanya pada Rey yang sedang asik memakan buah.


"Lagi banyak-banyak" ucap Rey membuat Cira tersenyum.


Mereka sangat bahagia hingga tertidur karena kelelahan bercanda tawa. Rey yang melihat istrinya kesusahan tidur pun mengangkatnya dan membawanya ke dalam ruangannya. Sementara Cia dibiarkan tertidur disana karena akan di bawa oleh papa.


Cklek..


Rey melihat para Papa itu sedang duduk santai menikmati makanannya dengan lahap. Sementara Rey sudah tidak kuat membopong istrinya yang setiap hari semakin berat. Karena perut ya yang besar.


Melihat Rey kesulitan membuat Pak Nugraha bangkit. Namun segera dicegah oleh Rey. Dan dibawanya Cira keruangan istirahat Rey.


"Cia mana, Rey?" tanya pak Aditama yang tidak melihat anaknya. Rey pun ikut duduk bersama para papa.


"Masih disebelah, pa. Jangan di satuin dengan Cira pa. Kasian nanti bayi dalam kandungan Cira kena tendangannya" ucap Rey berusaha mengatur nafasnya.


Membuat mereka tertawa, melihat wajah lelah Rey. "Yang sabar dan kuatkanlah. Salah kamu terlalu semangat sampai bisa menjadi dua" ucap pak Nugraha disela tawanya. Rey hanya menghela nafas dan menganggukan kepalanya.


"Papa kok, nggak ngasih tau kalau kalian kenal dengan Mr. William?" tanya Rey. Membuat pak Nugraha tersenyum dan mengusap punggung suami anaknya.


Pak Aditama sudah pergi ke ruangan sebelah untuk membawa Cira agar nanti tidak marah atau menangis karena ditinggal sendirian.


"Papa saja baru liat dia. Noh, kamu tanya sama bapak mu. Karena dia yang tau masalahnya" ucap Pak Nugraha membuat Rey menatapnya dengan sendu.


"Kamu ini Rey. Masa iya Cia di taruh di lantai." ucap Papanya yang datang dengan menggendong Cia yang tidur.


"Tadi di sofa kok, pa" ucap Rey membuat Papanya mendengus lalu menidurkan Cia di sofa.


"Papa kok nggak bilang kalau kenal dengan Mr. William?" tanya Rey membuat papa menatap tajam.


"Panggil om aja Rey" ucap Pak William membuat Rey mengangguk.

__ADS_1


"Jadi begini biar om aja yang ngejelasin nya. Om membantu anak Om untuk mencari seseorang disebuah bar. Lalu, ada salah satu pegawai disana memberikan kartu nama Papa mu yang ternyata memiliki tujuan yang sama. Om pun curiga mungkin masalah kita sama dan om menghampiri nya disini. Dan ternyata benar bahwa anak Om membuat kesalahan dengan menghamili ponakan papa mu yaitu Gea." mendengar hal itu membuat wajah Rey menjadi marah. Namun, Rey berusaha menahan nya.


"Om mewakilkan anak Om meminta maaf karena kesalahannya membuat dia menghamili Gea. Maaf karena Gea harus menjadi korban dari rekan bisnis om yang ingin mencelakai anak Om" penjelasan Om William membuat amarah Rey sedikit berkurang. Ia tau bahwa kehidupan Gea memang sangat sulit dan strategis. Kalau tidak dengan anaknya pak William kemungkinan saja Gea akan berada di tangan orang yang lebih tua.


"Om pasti sudah dengarkan kisahnya Gea dari Papa. Rey harap keluarga Om tidak lagi memberikan luka bagi Gea karena sudah cukup hidupnya selama ini menderita dari keluarganya sendiri." ucap Rey membuat Para calon kakek itu terkejut melihat sikap Rey yang bijak sana dalam menyikapi masalah.


"Papa bangga terhadap mu, nak" ucap Pak Nugraha dengan menepuk pelan punggung Rey.


Mereka bercerita bersama bahkan Rey juga ikut menimpali cerita mereka. Cerita tentang masa muda mereka yang telah mereka lewati.


####


Hari terus berlalu dan setiap hari nya akan ada saja tingkah dari Rey yang semakin posesif terhadap kehamilan Cira.


"Kamu jangan kemana-mana dulu, ya. Masalah toko kan sudah ada indah yang menghendel ya" ucap Rey yang sedang memakai bajunya dengan menatap Cira yang masih duduk di atas ranjang. Dengan perut buncit. Dan wajah yang semakin berisi seperti roti bakpao.


Memang sudah biasanya setiap pagi diisi dengan ucapan Rey yang melarang Cira kemana-mana semenjak kehamilannya yang semakin besar.


"Tapi aku mau kencing, mas" ucap Cira membuat Rey menghela nafasnya. Lalu membantu Cira berdiri dan ke kamar mandi.


"Mas, aku bisa sendiri" ucap Cira ketika Rey ikut masuk kedalam kamar mandi. Namun, tidak dipedulikan oleh Rey yang membantu Cira.


"Kamu ini perut sebesar ini bisa apa dikamar mandi. Sudah biar mas bantu saja" ucap Rey dengan mengambil kan benda yang terjatuh akibat Cira ingin mengambil selang.


"Maaf." ucap Cira yang merasa bersalah dan matanya berkaca-kaca. Melihat itu membuat Rey menghela nafasnya lalu ikut berjongkok di depan Cira.


Setelah acara sayang-sayangan dikamar mandi. Kini Cira dan Rey yang sudah pindah kamar ke lantai satu. Karena perut Cira yang besar membuat Rey kasihan jika istrinya harus naik turun tangga.


Rey memapah Cira untuk ke meja makan yang sudah di siapkan oleh mbak Ijah. Yang tersenyum melihat majikannya yang mesra.


"Mbak Ijah nanti tolong dibersihkan lantai kamar mandi di kamar ya?. Soalnya saya tadi merasa lantainya sudah licin. Takutnya nanti Cira terjatuh di kamar mandi" ucap Rey membuat Mbak Ijah mengangguk. Lalu pergi untuk membersihkan lantai kamar mandi sesuai perintah Rey.


"Mas, aku mau ke rumah kak Andra, boleh?" tanya Cira membuat Rey yang sedang menyiapkan makanan untuknya memandangnya.


"Boleh, tapi nanti sama mas, ya?" ucapnya membuat Cira senang dan mengangguk.


"Sini biar mas yang suapi" ucap Rey yang membawa piring Cira kearahnya dan menyuapi Cira.


Melihat itu membuat Cira senang. Dan menyuap makanan yang disodorkan oleh Rey dengan senyum yang lebar. "Mas, makan juga dong." ucap Cira ketika melihat hanya dia yang disuapi.


"Ayo. Buka mulutnya mas?" ucap Cira mengarahkan sendok berisi makanan kearah Rey dan langsung di tanggapi oleh Rey.


Mereka makan dengan saling menyuapi. Seperti biasanya perut Cira yang besar tidak bisa menampung banyak makanan sehingga Rey lah yang harus menghabiskan nya.


"Kamu nanti kalau mau apa-apa atau mau kemana panggil mbak Ijah aja, ya?" ucap Rey dengan mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Mereka sudah selesai makan dan Rey bersiap untuk kekantor. "Ingat untuk selalu aktifin ponselnya dan jangan jauhkan diri dari ponsel mengerti?!" ucap Rey tegas dan sambut anggukan oleh Cira. Kemudian Rey kembali mencium bibir Cira dengan lembut.


"Jangan nakal ya anak Daddy. Jaga mommy ya. Daddy mau kerja dulu" ucap Rey berjongkok mensejajarkan dirinya dengan perut Cira. Dan menciumnya kanan dan kiri.


Mendapatkan perlakukan seperti itu dengan cepat anak-anak mereka merespon dengan menendang membuat Rey terkejut begitupun Cira. Karena baru pertama kali bayi mereka menendang untuk merespon pembicaraan Daddy usia kehamilan Cira yang sudah 6 bulan.


Mungkin bayinya ngambek karena Daddy-nya selalu sibuk dan membuat anak-anaknya enggan untuk merespon. Merajuk.


"Sayang kamu lihat kan. Dia dengar sayang" ucap Rey tidak percaya akan kejadian tadi. Cira hanya mengangguk dengan perasaan senang.


"Anak Daddy yang sehat disana. Daddy sayang kalian" ucap Rey yang kembali mengusap dan mencium perut Cia.


Cira pun ikut mengusap perutnya. Pandangan mereka bertemu dan saling menyalurkan kebahagiaan mereka lewat tatapan mata mereka.


Rey mencium kening Cira kembali " Terima kasih sayang. I Love You" ucap Rey membuat Cira mengangguk. Dan mereka kembali berciuman dengan penuh kebahagiaan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih untuk semuanya yang masih setiap menunggu kelanjutan cerita ini. Sebelumnya author minta maaf karena sering update tidak tepat waktu. Karena tugas dirumah sedang menanti membuat pikiran kacau.


Author jadi kepo, kalau author buat cerita Gea, ada yang mau nggak ya?.


Hahaha....pokoknya love-love deh sama kalian semua. Terima kasih sebanyak dosa author yang sering khilaf. Hahaha.😆

__ADS_1


Sekian dulu sampai jumpa dalam cerita selanjutnya 💜💜💜


__ADS_2