Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy
Masa Lalu


__ADS_3

"Kita pakai yang itu aja, lebih bagus. Nanti kita kerjasama dengan pihak pemerintah dalam mengatur suratnya. Karena tender ini sangat bagus dalam menunjang program dan membantu masyarakat kelas rendah dalam membangun rumah." ucap Papanya Rey. Yang menunjukan sebuah gambaran tentang alur kerjasama yang akan terjadi.


"Tapi ini di awal kita bakalan butuh suntikan dana yang banyak. Sehingga banyak pihak bank besar tidak mau mengambilnya karena akan mengganggu kinerja perusahaan mereka."Jelas Pak Nugraha membuat Aditama berpikir.


"Nanti coba bicarakan lagi dengan Rey. Karena ia yang memegang Bank yang disini sementara aku memegang yang bagian luarnya saja." Ucap Pak Aditama dengan menyandarkan punggungnya di kursinya.


"Anak kamu itu kritis dan perpect banget,Di. Apalagi kalau ditemani dengan asistennya itu, Chan. Bisa kedinginan otakku, Di." ucapnya dengan bersedep dada dan menyandarkan tubuhnya di punggung kursi. Sedangkan Aditama hanya tersenyum saja mendengar keluhan sahabatnya tentang anaknya.


"Di di luar kok sepi ya?"Ucap pak Nugraha yang tidak bisa mendengar rancuan dan teriak dari Rey dan Chan serta yang lainnya.


Memang sejak pesta di akhiri mereka memilih ke ruangan kerja sekadar ingin membahas berbagai hal.


Cklek


Mereka keluar dari ruangan dan melihat aksi Oma dkk sedang memapah Rey dan Cira ke suatu tempat. "ettss...diam" ucap Pak Aditama dengan menarik tangan Pak Nugraha untuk bersembunyi. Mereka melihatnya aksi Oma dkk dengan melongo karena anak mereka menjadi korban selanjutnya.


"Adi, mereka mau di apa in?" tanya Papa Cira yang lupa akan misi mereka. Adi dengan segera menggeplak kepala sahabatnya itu.


Ya. yang melihat aksi mereka adalah Aditama dan Nugraha. Yang baru selesai berdiskusi di ruang tamu dan bersiap untuk ke bawah malah melihat aksi mereka.


"Lo lupa? Itu adalah misi dari Mami gue" ucap Adi membuat Nugraha menautkan alisnya.


"Kita ikutin aja permainannya. Pura-pura tidak tahu apa yang telah terjadi"ucap Aditama membuat Nugraha tak terima.


"Enak aja itu anak gue, mau di apa in lagi sama bini gue!!" ucap Nugraha sedikit bersuara namun segera dibekap oleh Aditama.


"Udah deh...jangan sok berdrama gitu. Justru nanti Lo yang bakalan bangga punya mantu seperti anak gue" ucap Aditama dengan berbangga diri memiliki anak seperti Rey.


Mendengar hal tersebut Nugraha memasang wajah ingin muntah "Alah,,,anak model dia gampang gue cari bahkan ada yang lebih dari dia"ucap Nugraha "Itu cucu Prof. Jungkir sudah mendunia kalah sama anak Lo yang baru Cepol sana sini" ucap Nugraha dengan bersidekap dada. Dan di ikuti oleh pak Aditama.


"Awas...aja nanti kalau di sana anak gue diapa-apain anak Lo bakalan gue plintir cabang ahli warisnya" Ucap Pak Nugraha lalu turun ke bawah menghampiri istrinya.


Bukannya membantu misi, mereka malah berdebat hal yang tak jelas. Namun dalam sekejap berikutnya mereka akan akur lagi seperti anak itik.

__ADS_1


"Kanjeng Mami ia back" ucap Aditama, membuat Pak Nugraha was-was dengan anaknya.


"Mami lo, otaknya level berapa ya?. Dulu Lo sekarang anak Lo. Tapi kini anak Lo lebih ringan sih, daripada Lo yang bikin mati" ucap Nugraha dengan mengingat masa lalu.


Flashback On.


Disebuah gubuk yang hampir roboh dua orang berlainan jenis sedang disekap. Dengan ikatan tali yang melilit tubuh mereka yang saling menyatu sama lain dengan saling membelakangi.


Tanpa melakukan perlawanan mereka mengikuti apa pun yang diperintahkan oleh Si penculik.


"Lepaskan mereka!" ucap Bos Si penculik yang sedang duduk di balik jendela yang menghalangi sinar rembulan. Sehingga mereka tak bisa melihat siapa dia.


Mendengar ucapan Bosnya salah satu bodyguard melepaskan ikatan mereka namun kembali diikat pada bagian kaki. Agar tidak kabur.


"Mau apa kamu!!" ucap Nara setelah dibukanya kain yang menutup mulutnya.


"Mau sekarang kalian berpelukan" ucap Si Bos membuat mereka semua terkejut. Karena sangat jauh dari kata penculik.


"Ciih,,,kalau gitu lakukan making love" ucapnya dengan menyeringai melihat wajah pias Aditama dan Nara. Kemudian tertawa.


"M..making love?" gumam Nara dan di dengar oleh Aditama yang sejak tadi diam dan pasrah saja.


"Kenapa nggak mau!!?" ucap nya keras dan membentak. "Atau mau making love dengan saya?" ucapnya dengan tersenyum devil dan kemudiannya tertawa. namun tidak dapat dilihat oleh mereka hanya suara tawanya saja yang terdengar.


Didalam ruang itu hanya ada Aditama, Nara dan Di Bos. Sedangkan anak buahnya sedang menjaga diluar ruangan.


Ucapan Si Bos membuat Nara ketakutan dan tubuhnya bergetar. Nara adalah anak temannya Maminya Aditama. Namun karena mereka saat di jodohkan menolak dan mengancam ingin pergi. Akhirnya Para orang tua mengatur penculikan ini sehingga membuat mereka akan dekat.


Aditama yang melihat Nara gemetar ketakutan segera memeluknya. "Jangan takut ada aku" ucap Aditama dengan menepuk pelan punggung Nara guna menenangkannya.


Prok...prok...prok...


"Bagus, kenapa tidak dari tadi aja kalian seperti itu. Membuat saya naik darah saja" ucap Si Bos sembari bertepuk tangan.

__ADS_1


"Apa sebenarnya mau mu?! Uang?! silakan ambil!. Tapi lepaskan kita!!" ucap Aditama yang baru mengeluarkan suaranya yang terdengar marah.


"Uang? saya sudah kaya bahkan saya bisa membeli perusahaan keluarga kalian!!!" ucap Si Bos mulai murka karena di campahkan oleh mereka.


Setelah beberapa hari di dalam masa penculikan tidak adapun salah satu dari keluarga mereka yang memunculkan batang hidungnya untuk sekadar mencari informasi tentang dimana, apa, kenapa penculik itu menculik anak mereka. Malahan keluarga sedang bersenang-senang membuat pesta keluarga.


"Bersulang!!" ucap mereka bersamaan.


Tidak ada rasa khawatir di wajah mereka, Malahan wajah bahagia yang mereka tampilkan. Saat mendengar dan melihat interaksi anak mereka, membuat nya mengadakan pesta perayaan karena perbuatan mereka adalah awal dari cinta.


"Selamat sebentar lagi kita bakalan jadi nenek!!" ucap Calon Nenek yang kini sedang tersenyum lebar. Diikuti oleh semua orang yang ada disana.


Di gudang. walau sedang di culik, tapi pelayanan yang diberikan seperti sedang berada di hotel. Karena setiap jam akan ada yang membawakan makanan atau cemilan. Sehingga segala yang terjadi membuat Aditama dan Nara bertanya-tanya tentang siapa, mengapa,dan kenapa mereka diculik.


Kini Aditama dan Nara sedang berada di kamar yang sudah di siapkan oleh Di Bos penculik. Kamar dengan fasilitas seperti di jeruji besi. Sempit. Sehingga interaksi mereka sangat dekat. Bahkan untuk tempat tidur aja mereka harus berpelukan. Sesak?. Pasti.


Hari terus berlanjut sampai Minggu berganti bulan. Namun Minggu ini, Di Bos jarang datang. Terdengar suara gaduh dari luar membuat Mereka, Aditama dan Nara keluar. Namun, tak menemukan satu pun bodyguard ataupun orang.


"Keluar!!!" ucap warga diluar rumah dengan suara lantang dan keras.


"Wah...ini warga yang mesum pak," ucap salah satu warga saat Aditama dan Nara keluar rumah. "Nikah kan mereka pak, Biar tidak terjadi fitnah dan membuat desa kita kotor!!!" ucapnya lagi dengan memboyong Aditama dan Nara keluar.


Setelah acara tadi mereka berdua tak bergeming, karena masih merasa terkejut karena kejadian tersebut terlalu cepat. Bahkan untuk berkedip saja tidak secepat itu. Kini Mereka sudah resmi menjadi suami istri.


Flashback Off


Mereka berdua tertawa konyol mengenang hal tersebut. Karena yang menjadi Bos nya adalah Nugraha sendiri. Yang dulu sempat berpisah dan bertemu lagi di kejadian yang di luar nalar.


"Waktu itu, akting gue bagus kan?" ucap Pak Nugraha menyombongkan diri nya.


"Bagus,,bahkan yang membuat scenario nya aja pintar banget. Sampai hampir gue, waktu itu beneran ngelakuin making love dengan Nara. Selain karena Lo, Gue juga cowok normal kalau di suguhi cewek cantik, macam dia" ucap nya dengan tertawa bersama dengan Nugraha.


"Kalau di pikir-pikir. Otak Mami Lo nggak berkurang sedikit pun hanya saja programnya udah modern" ucap pak Nugraha seraya menuruni tangga ya diikuti oleh pak Aditama.

__ADS_1


__ADS_2